
Hari minggu ini, di atas jam dua belas siang, Kezia asyik bermain-main dengan Tiyas. Tiyas merupakan anjing Chihuahua yang belum lama berada di rumah Kezia. Tiyas juga masih berusia kanak-kanak. Masih jinak dan mudah diatur.
Sesekali Kezia membaca kembali isi Whatsap tersebut. Itu dari Matias, sumber inspirasi nama anjing Chihuahua tersebut. Entah harus senang atau tetap kembali marah dan sedih, Kezia jadi bingung. Dia menatap isi pesan Matias tersebut dengan mata berkaca-kaca. Tatapannya kosong.
"Guk... guk..." Tiyas menggonggong. Kezia tersadar dari lamunannya. Dia sekonyong-konyong menyunggingkan senyum ke arah Tiyas. Dia membelai-belai Tiyas. Anjing kecil itu semakin merajuk saja.
"Aku gapapa, kok, Tiyas," desis Kezia memaksakan diri tersenyum, padahal air mata mulai menetes. "Aku cuma lagi kangen aja sama dia. Udah tiga hari ini dia ke Jepang."
Tiba-tiba saja, muncullah seorang pengamen di depan pagar rumah Kezia. Si pengamen itu menyanyikan lagu yang pernah dipopulerkan oleh Nano. Lagu itu berjudul "Separuhku".
"..hidupku tanpamu
takkan pernah terisi sepenuhnya
karena kau separuhku
__ADS_1
berbagi suka duka
saling mengisi dan menyempurnakan
karena kau kau separuhku..."
Kezia sontak bangkit berdiri dan coba mengintip ke arah luar rumahnya. Kamar Kezia memang di lantai dua, namun dirinya bisa melihat wujud pengamen tersebut. Walau tak jelas, Kezia mendapati pengamen itu memiliki rambut gondrong yang ditutupi oleh topi kupluk yang sering dikenakan oleh musisi-musisi beraliran Reggae.
Tampak Martin keluar rumah. Sepupu jauhnya itu keluar rumah demi memberikan sedekah untuk si pengamen yang memang memiliki kualitas bernyanyi yang lumayan bagus. Menurut Kezia, suara si pengamen lumayan bagus. Permainan gitarnya juga tak asal-asalan. Kezia sangat terkesan dan membuatnya terkenang...
...
Ya Tuhan, benarkah Kezia harus meninggalkan Matias? Tapi, bukankah Matias sudah meminta maaf? Apalagi, sebetulnya Kezia juga berbuat salah dengan main tuduh seperti itu. Matias berhak marah dan tak perlu minta maaf. Alangkah teganya Kezia jika tak mau memaafkan Matias, eh malah minta putus pula.
Move on, tidak.
__ADS_1
Move on, tidak.
Move on, tidak.
Move on, tidak.
Move on, tidak.
Apa seharusnyakah Kezia move on di saat Matias sudah minta maaf? Tapi bagaimana dengan Thalia? Kejadian saat itu, saat acara makan malam yang dibuat berantakan oleh Matias, pastinya Thalia tak semudah itu memaafkan Matias. Belum lagi ternyata Matias memiliki image cukup negatif di mata Thalia. Beberapa hari setelah kejadian makan malam tersebut, Kezia baru mengetahui bahwa ternyata benarlah dugaan Matias dan Kezia sebelumnya. Thalia beranggapan Matias itu laki-laki berandalan yang hobi mempermainkan perasaan perempuan.
Seventeen - Sumpah 'Ku Mencintaimu
Sumpah, 'ku mencintaimu, sungguh 'ku gila karenamu Sumpah mati, hatiku untukmu, 'tak ada yang lain Mati rasaku tanpamu, henti nafasku karenamu Sumpah mati, aku cinta
Aduh, apa lagi sih ini, kenapa dari tadi banyak pengamen di depan rumah, gerutu Kezia dalam hati. Dan, kelima pengamen tersebut (termasuk yang terbaru ini) menyanyikan lagu yang berhasil mengaduk-aduk emosinya. Kalau kata anak Milenial, para pengamen itu sepertinya bersekongkol untuk membuat Kezia baper (baca: terbawa perasaan).
__ADS_1
Tuhan, aku harus gimana? Move on atau nggak?