
Kata siapa anak kecil tak bisa merasakan patah hati. Anak kecil juga manusia. Bagaimanapun anak-anak merupakan bagian dari siklus seorang manusia.
Omong-omong, itulah yang dirasakan oleh Kezia setelah hubungan cintanya dengan Noel itu terpaksa kandas. Kezia yang menjadi pihak yang diputus. Yang memutus, Noel (lihat episode 73).
Masih terlalu dini sebetulnya untuk seorang Kezia mengalami putus cinta. Dirinya masih seorang pelajar sekolah dasar. Walau sebetulnya Kezia masih bingung apakah hubungannya dengan Noel Kosasih itu bisa disebut sebagai pacaran. Yang Kezia tahu, dirinya dan Noel memang lumayan sering menghabiskan waktu bersama. Mulai dari belajar bareng, pergi les aritmatika bersama, main basket bareng, ngebakso bareng (walau dulu Kezia agak kesulitan untuk mengunyah bakso), hingga di mana Kezia duduk, pasti di sebelahnya selalu ada Noel.
Andai saja Noel sangat merespon dengan positif kata-kata Kezia tersebut. Mungkin saja di usia ABG Kezia sudah merasakan yang namanya long distance relationship.
Kezia termenung sendirian di dalam kamar.
🔁🔁🔁🔁🔁
Di SD Tarakanita, tahun 2004,
Irwansyah feat Acha Septriasa - My Heart
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah
__ADS_1
Sayangku akan hilang
Pandangan mata tak bisa berbohong. Rona wajah Noel sudah terbaca pula. Tak heran beberapa anak kelas 6A men-ciecie-kan Noel. Pada saat mata pelajaran Kesenian, walau sempat keringat dingin--sehingga tak berani menatap wajah audiens, Noel memilih untuk bernyanyi. Lagu "My Heart" dinyanyikannya di depan kelas.
"Kamu dari tadi melihat ke arah Kezia terus, Noel, yang ibu perhatikan." ujar Ibu Riana di akhir penampilan Noel barusan. "Lagu tadi buat Kezia?"
"Ehem," timpal Nathan yang duduk tak jauh dari meja guru. "Jadian aja-lah, Noel. Kezia kayaknya mau juga sama lu."
Ibu Riana berusaha menahan tawa. Bagi guru berkacamata tersebut, yang terjadi antara Noel dan Kezia itu hanyalah sebuah cinta monyet. Biarkan saja, karena kelak mereka berdua akan lupa sendiri. Jika ke depannya Noel dan Kezia malah sampai ke pelaminan, apa mau dikata. Sebab, sama halnya seperti rejeki, jodoh itu tak bisa ditebak. Siapa yang bisa menebak apakah kelak Noel yang mempersunting Kezia.
"Sudah, sudah, Noel sudah keringat dingin kayak begitu. Kalian jangan terus menerus meledeki dia." ucap Ibu Riana yang coba menenangkan situasi dalam kelas. "Noel, duduk sana. Atau, kamu mau ijin ke toilet dulu? Dari tadi Ibu lihat kamu kayak lagi nahan pipis."
"E-emang, Bu," Noel malu mengakui.
Pecah lagi suasana dalam kelas. Satu-dua murid melirik ke arah jendela dan masih meledeki Noel yang masih terlihat begitu salah tingkahnya. Hampir seluruh murid kelas 6A mengetahui seberapa dekat Noel dan Kezia.
"Berikutnya, Nurmala Wardhana Putri," panggil Ibu Riana.
Nurmala yang berkulit kecoklatan langsung maju ke depan kelas dengan takut-takut. Awalnya Nurmala tergagap-gagap menyanyikan lagu "Perhaps Love" yang menjadi soundtrack dari "Princess Hours".
"Nur, nyanyi lagu berbahasa Indonesia aja, biar kamu nggak gagap gitu. Lagian Ibu juga nggak bisa bahasa Korea, walau Ibu hobi nonton drama Korea." kata Ibu Riana nyengir.
__ADS_1
Meledak lagi tawa di dalam ruangan kelas itu. Di tengah-tengah riuhnya kelas, Adel mencolek lengan Kezia.
"Apa, sih?" kata Kezia nyengir.
"Cieee... yang abis ditembak sama pangerannya..." ledek Adel.
"Siapa lagi pangerannya?!" Kezia pura-pura tak tahu.
"Noel Kosasih, kan? Ehem..."
"Emang dia nembak gue? Dia kan cuman nyanyi buat pelajaran Kesenian?"
"Tapi dari tadi mata Noel terus menerus ke arah lu. Yah, sama aja kayak dia nembak lu."
"Yah, biar dia ngomong sendiri ke gue. Dia kan cowok."
"Kalo dia datang sendiri ke lu, terus bilang dia naksir lu gimana?"
"Hmmm... gimana yah?"
"Gosipnya Noel bakal pindah ke Korea, Zia. Lu udah tahu belum?"
__ADS_1
Kezia menggeleng.
Dan, ternyata benarlah gosip tersebut. Noel ikut keluarganya ke Seoul, Korea Selatan. Papa Noel dimutasikan ke salah satu perusahaan yang berada di Seoul. Kezia yang sebetulnya memiliki perasaan khusus untuk Noel, haruslah patah hati. Patah hati yang membuatnya lupa untuk mendaftarkan diri sebagai murid SMP. Alhasil, Kezia harus diomeli Mommy dan baru masuk SMP setahun kemudian.