Rainy Couple

Rainy Couple
Raysa Kumala Putri


__ADS_3

Di rumah Raysa,


Well, Raysa itu salah satu teman SMA Kezia. Dulu, Raysa sedikit kumal dan kurang memperhatikan penampilan. Gaya rambutnya biasa-biasa saja. Kalau tidak diurai, yah dikuncir kuda. Seorang gadis SMA yang hampir tak pernah mengenakan make up. Padahal teman-temannya sudah cukup mahir mengenakan make up di usia remaja.


Tapi, sekarang, lihatlah Raysa sekarang. Perempuan yang sudah memiliki dua anak ini malah terlihat sangat modis. Rambut dicat brunette serta bergaya shaggy. Tak tampak jika Raysa sudah menjadi ibu dari dua anak yang dinamai Naomi dan Minami (Dari seorang pria Jepang bernama Hideo).


Usut punya usut, Raysa berubah drastis seperti itu sejak masih di bangku kuliah. Dia dulu mahasiswa jurusan Sastra Jepang yang cukup aktif di organisasi kemahasiswaan. Saking aktifnya, dia sempat terlibat dalam penyelenggaraan Jak-Japan Matsuri yang berlokasi di Jakarta (sementara dia berada di Bandung). Lalu, karena pengaruh pergaulan di kampus--yang mau tak mau membuatnya melihat beraneka ragam orang, Raysa perlahan demi perlahan mulai memperhatikan penampilan. Kecintaannya terhadap budaya Jepang adalah salah satu hal yang membuat Raysa memperhatikan penampilan.


"Jadi, kan ceritanya itu pas gue masih semester dua, tuh. Kampus gue diundang untuk ikut berpartisipasi di Jak-Japan Matsuri. Beruntungnya gue udah dikasih kesempatan aktif di senat mahasiswa. Karena gue kenal dekat sama senior, gue diajakin. Tentunya gue nggak akan nolak, dong. Tampil di event jejepangan paling bergengsi gitu, loh. Haha. Terus, gue sama lainnya sepakat nampilin seni kabuki di GBK itu. Mungkin gara-gara itu kali yah, gue jadi belajar make up. Gue juga gak mungkir, bisa kenal suami gue di sana. Dia sempat nge-cosu jadi Kakashi. Tahu Kakashi, kan?"


Matias mengangguk-angguk sambil nyengir lebar. Ia sedikit menyesap teh hijau-nya.

__ADS_1


"Emang Kakashi yang mana, Yas?" ledek Nabilah terkekeh-kekeh. "Jangan sok tahu lu."



"Tahu-lah gue. Kakashi yang di Naruto, kan. Yang punya mata sharingan, yang suka ditutupin pake penutup mata, yang jadi kayak bajak laut. Ah, lu, Nab. Gitu amat sama gue." semprot balik Matias.


"Oh iya, Nabilah ini pacar lu, Matias?" tanya Raysa.


Raysa tertawa. "Lu masih sama kayak yang dulu, yah. Masih gugupan. Santai aja lagi."


"Sebetulnya sempat pacaran, sih. Udah hampir enam bulan, yah, Yas?!" Nabilah berdeham, mengisengi Matias.

__ADS_1


"Maksudnya apa, sih?" Raysa tertawa penuh kebingungan. "Yang satu bilang nggak pacaran. Satunya lagi bilang sempat pacaran. Kalian putus atau gimana? Eh iya, sampe lupa, Kezia gimana kabarnya? Lu udah gak sama Kezia apa?"


Perlahan senyum mulai luntur dari wajah Nabilah. Kezia lagi. Kenapa Kezia masih saja terus menghantui Nabilah? Ini hati, bukan batu. Pastinya juga Matias akan dengan mantap berkata Kezia itu pacarnya.


"Gue masih sama dia, kok, Rey." Rey merupakan nama panggilan Raysa. "Kezia masih jadi pacar gue."


Tuh, kan, Matias pasti akan mengatakan Kezia itu pacarnya. Nabilah menghela napas. Matanya jadi sayu.


"Wah, hebat, yah. Jarang-Jarang ada pasangan selama itu. Eh, kalau nggak salah kalian sempat LDR, kan. Lu yang begitu lulus SMP, main cabut ke Jepang. Lu tahu nggak, Kezia sangat kehilangan lu abis lu pergi ke Jepang itu?"


"Seriusan lu?" tanya Matias yang cukup terperanjat.

__ADS_1


__ADS_2