
Atas suruhan Cindy, Tobias membawa Kezia berjalan-jalan di sekitar apartemen. Tentu saja mereka mengenakan masker. Tobias berjalan di depan Kezia, seolah-olah seekor singa yang menuntun kawanannya.
Tobias menatap ke arah belakang, ke arah Kezia. Laki-laki itu tersenyum. " Gue tebak, ini bukan pengalaman pertama lu ke Singapore. Ya kan?"
"Almarhum Daddy suka bawa aku ke sini pas aku kecil, kalau aku liburan sekolah." jawab Kezia yang cengar-cengir sendiri.
"Gak usah 'aku-kamu' sama gue. Di benak gue, lu itu cewek gue. Nggak enak gue nanti. Bisa keterusan, dan berabe kalau Matias tahu." ujar Tobias tertawa.
Kezia tertawa renyah, sangat renyah. Itu membuat Tobias lumayan lama memandangi wajah Kezia.
"Gak usah takut kali. Kita 'aku-kamu'-an aja. Sesekali nyenengin kakak kamu. Aku juga nyenengin Kak Thalia. Lagian aku bisa jelasin situasinya ke Matias. Dia pasti ngerti. Dia sahabat kamu kan?"
__ADS_1
Tawa Tobias makin keras. Beberapa pengunjung jalan jadi memperhatikan. Dia sedikit beringsut ke arah Kezia dan berdesis, "Lu kelihatannya gadis baik-baik. Kayak anak rumahan. Tapi bisa juga jadi bad girl."
Kezia tertawa pula. "Masa sih? Emang kenapa yang bikin lu berpikiran kayak gitu?"
"Nah gitu dong. Lebih aman buat gue. Gue takut keterusan." ucap Tobias terkekeh-kekeh. "Gue gak mau ada kesalahpahaman sama Matias. Dia udah baik banget sama gue. Tim Barong itu juga sebetulnya bentukan Matias dan temannya yang lainnya, Adrian. Dia ajakin gue gabung karena gue dirasa jago main game moba."
"Gue baru tahu Matias serius juga di dunia game." ujar Kezia yang lumayan terenyak. Matanya seolah tahu di mana posisi Indonesia dari arah dia berjalan-jalan.
"Walau dia orangnya humoris gitu, gue suka ketawa kalau sama dia, Matias orangnya masih misterius bagi gue. Ada beberapa bagian dari dalam dirinya yang gue gak berani korek-korek karena alasan privasi. Salah satunya, gue cukup kaget pas tahu dia yang bikin komik Zack Time." tutur Kezia sedikit termenung. Di dalam batin Kezia, perempuan ini sangat merindukan Matias. Apa ini yang namanya cinta sejati--yang tak bisa jauh-jauh dari pasangannya?
"Dia emang gitu. Gue dulu satu SMP sama dia di SMP Mandala. Orangnya pintar menyembunyikan sesuatu. Gue ingat, gue sama anak-anak kelas 1-1 kaget pas tahu dia naksir cewek idola kami, Nabilah." kata Tobias.
__ADS_1
Telinga Kezia sontak berdiri. Awan kecurigaan langsung menyelimuti sekujur tubuh Kezia. "Nabilah? Itu gebetan atau mantan pacar Matias dulu? Matias nggak pernah cerita."
"Astaga, Matias," Tobias menepuk jidat. "Ckckck... parah lu ah. Gak bisa bahagiain pacar sendiri."
"Nabilah itu siapanya Matias?" tanya Kezia yang mulai terkena hawa kecemburuan.
Tobias jadi tak enak hati. Mampuslah dia. Habislah dia jika Matias sampai tahu informasi tadi datangnya dari dia. Semoga saja Matias tetap profesional dengan tetap membiarkan dia bergabung di Barong E-Sport.
"Tobias, Nabilah itu siapa Matias?" Kezia masih mengajukan pertanyaan yang sama kepada Tobias.
Tobias menelan air liur. Dia mulai pucat pasi. "Nabilah itu... Nabilah itu... siapa yah Nabilah itu?!"
__ADS_1
"Siapa Nabilah itu?" desak Kezia dengan mata melotot. Tak sabar sekali Kezia.