
Vicki Bell - Diamond in My Heart
Do you remember the days
When we had a long long way to go
And you were there for me,
As I was there for you to be around
The sun was shining brightly
Down on us so gently
That we thought we could go on
For as long and as far as we pleased
Hand in hand, forever and far more
We would run, we'd never have enough
Didn't even need to know if it was time to live*
Or time to sing
On and on, the hours tick away
So the memories can go astray
How I miss the days of golden sun
And please,
I'd rather be with you
I still remember the days
When we had a long long time to share
That's when I saw you there
Looking as tired as I used to be
"Hello," I said unsurely
__ADS_1
You smiled a little shyly
Soon we knew we would go on
Together on a journey to our dreams
Hand in hand, forever and far more
We would run, we'd never have enough
Didn't even care to ask
How far away from home we'd have to go
On and on, the hours tick away
So the memories can go astray
Oh I miss the never-ending road,
And sure,
I'd rather be with you
Or autumn leaves
Mid-winter sky
And blooming flowers of spring
Friends and their laughter
Precious and kind
Let all shine like diamonds in my heart
All along, I'm here to find the way
To that* dreams we used to have before,
And I long to see again
Your smiling face along the way somewhere
If you hear me calling out your name
__ADS_1
And you see the meaning of it all
Come and join me on this phase* again
You know, tomorrow will be there
💜💜💜💜💜
Matias tahu lagu yang diputar oleh Rainbow Caffee. Itu "Diamond in My Heart" yang dipopulerkan oleh Vicki Bell. Lagu ini sering ia dengar tiap dirinya memainkan game playstation, Chocobo Racing. Game itulah yang dulu sempat dia mainkan bersama Nabilah dulu. Itu makin membuat Matias terjebak dalam pusaran masa lalu.
Matias tergelak. "Apaan sih lu, Nab?"
Nabilah masih salah tingkah. Dia pasi sekali. Kedua tangannya gelisah tak menentu di atas meja. Sesekali gelas milkshake itu digeser ke kiri, yang sesekali ke kanan.
Matias nyengir. "Kayaknya masih gue simpen. Kado pemberian orang itu hampir jarang banget gue buang. Apalagi..."
"..." Matias memutar bola mata. "...lu kenapa gak bilang sebelumnya ke gue? Lu ninggalin gue tanpa kepastian. Main pergi gitu aja. Tapi, yah udahlah, gue udah move on, Nab. Bagi gue, itu masa lalu yang gak perlu diulang."
Nabilah tertunduk. "Sori, Yas, gak ada maksud. Walau cuma sebatas HTS, bagi gue itu tetap hubungan yang berkesan banget."
Matias terkekeh-kekeh. "Kado itu kado Valentine dari gue kan, yang pas White Day, lu kasih balik boneka beruang warna ungu muda. Yah, bukan, sih?"
Nabilah malu-malu mengangkat kepala. "Iya. Oh iya, Yas, gosip itu benar, yang katanya lu pedekatein cewek SMA?"
Matias tergelak lagi. "Lu pas di Jepang sana tahu dari anak-anak, yah? Amanda bilang, lu sama dia suka chat di Live Connector."
Nabilah mengangguk. "Kezia yah namanya? Gimana? Udah berhasil dapetin dia? Ckck. Berani juga lu ngedeketin anak SMA, padahal masih SMP."
Entah kenapa itu terdengar sebagai sebuah retorika--sebuah ajakan untuk bisa bersemi kembali cinta lama yang sudah berkarat tersebut. Di mata Matias, Nabilah berubah menjadi Nabilah versi SMP yang lengkap dengan seragam putih-biru. Matias terbuai, Matias terpekur.
"Eh, bicara kayak tadi lagi, dong. Pake aku-kamu. Gue suka dengerinnya."
"Lu jadi cowok gue dulu, baru gue bisa 'aku-kamu'-an." Nabilah seperti mengulum senyum manja dan menggoda. Tawa yang sangat renyah sekali, yang membuat Matias terbuai. "Eh, iya, gue lupa nanya, lu sekarang apa? Udah ada gandengan? Truk aja ada gandengan, masa lu gak sih?"
"Sama cewek yang namanya lu sebut itu. Sama Kezia. Tapi, sekarang hubungan kami lagi dalam masalah. Eh, Abang lu, si Nabit gimana kabar?"
Ada yang remuk, tapi bukan kerupuk. Yang remuk itu hati Nabilah. Apa bagusnya Kezia itu?
"Bang Nabit baik-baik aja. Dia udah berkeluarga dan dua minggu lalu istrinya lahiran." tukas Nabilah yang agak muram. "Kayaknya Kezia itu istimewa banget buat lu, yah. Ceritain, dong, awal lu sama dia jadian. Gue penasaran soalnya. Gue kira lu gak bakal move on dari gue."
Catatan Author:
Gambarnya malah dari Chocobo Dungeon. Masih ada hubungan sih sama Chocobo Racing. Anak 90-an pasti tahu game ini. Haha.
__ADS_1