Rainy Couple

Rainy Couple
Puisi-Puisi Matias untuk Nabilah


__ADS_3

Tangerang, 11 Desember 2009


Dalam tiap napasku, ada nama kamu


Dalam tiap desahanku, nama kamu masih terselip


Dalam tiap erangan dan rintihanku, berkali-kali 'ku menyebut nama kamu


Pelan tapi pasti,


nama kamu selalu menyertai langkah aku


Jika aku mundur ke belakang,


aku sering menertawakannya


Konyol!


Andai itu tak pernah terjadi


Malu!


Mengapa aku bisa ketahuan seperti itu?


Bahagia!


Aku tersenyum mendapati senyuman manis kamu itu


Kamu sukses mengubah duka menjadi suka


Sedihku, kau sulap menjadi tawa


Sejak 'ku mengenalmu,


jauh-jauh sudah rasa hampa itu


Kamu laksana sebuah parasol


parasol yang melindungi aku dari terik dan hujan


Ini bukan gombalan


Sebab, aku tak lihai berkata-kata


Aku juga bukan seorang pembohong


Buat apa pula aku membohongi perasaan sendiri


Karena, itulah kamu buat aku


Kamu sudah menguasai seluruh hidupku


Kamu ubah hidupku


Kamu temani hidupku


Sekali lagi, aku berkata,


kamu ibarat matahari pagi


kamu sinari hatiku yang gersang ini


kamu juga ibarat tetes hujan di sore hari


terimakasih sudah memberikanku kelegaan


teruntuk Nabilah Angela Siregar


dari pengagum rahasiamu


Tangerang, 24 Desember 2009


Kamu di mana?


Kamu ke mana?

__ADS_1


Betapa kaget diriku saat mendengar berita itu


Kamu pergi begitu saja


Kamu main menghilang dari hadapan aku


Aku sendiri di sini tanpa kepastian dari kamu


Menunggu


Itulah sesuatu yang aku benci


Demi kamu aku rela saja


Seberapa lama kamu pergi


Aku akan menungguimu selalu


Minggu lalu ujian


Kamu tahu, kan?


Lalu, kenapa kamu pergi?


Tanpa kehadiranmu, rasanya berbeda


Ujian serasa menakutkan untuk aku


Tak menyenangkan


Untuk apa kamu pindah?


Kamu tak sayang lagi dengan aku?


Sayang?


Iya, aku tahu


Siapalah aku ini


Kita ini apa?


Sebatas teman?


Atau bolehkah aku memanggilmu My Love?


Karena begitulah nyatanya


Cinta ini, hati ini,


sudah kamu kuasai


Tadi ada setangkai mistletoe di pintu gereja


Di pohon Natal ada boneka malaikat bersayap


Pikiranku ini langsung terbang ke kamu


Coba tebak siapa?


Yah, kamu, yang menguasai hatiku


Kamu yang di sana


Jaga diri saja, kamu


Aku pinta satu hal


Jangan lupakan aku


Selalu ingat aku pernah ada


Aku senyata embun di pagi hari


Selamat Natal, Nabilah Angela Siregar!

__ADS_1


Tangerang, 28 Desember 2009


Jika kamu tahu mengapa aku sulit berpindah ke lain hati,


inilah jawabannya:


Tuhan hanya memberikan satu hati dan satu cinta


Itu semua kuberikan hanya untuk kamu


Tangerang, 31 Desember 2009


Rasanya malas ke mana-mana


Tak ada hasrat untuk menengok kembang api


Habisnya tak ada kamu


Lebih baik kuhabiskan malam tahun baru bersama game


Selamat Tahun Baru, Nabilah!


Tangerang, 2 Januari 2010


Jika nanti kita bisa berjumpa lagi,


kuharap itu bagian dari takdir Tuhan


Aku benci itu sekadar kebetulan belaka


Dan, sekarang, aku ikhlas


Saking ikhlasnya, kuputuskan untuk pindah sekolah


Jika kita memang berjodoh,


suatu saat pasti akan berjumpa lagi


Sayang kamu, Nabilah!


Tangerang, 12 Januari 2010


Aku bingung


Sebetulnya kamu itu apa


Hubungan kita apa


Apakah aku sungguh mencintaimu


Karena baru saja aku bertemu seorang perempuan


Bukan maksud selingkuh


Walau aku tak yakin ini selingkuh


Dadaku bergetar di dekat perempuan itu


Sepintas sorotnya mirip dengan sorotmu


Aku bagaikan melihat sosok kamu


Apakah itu cinta?


Tapi masa aku sayang ke dua perempuan sekaligus?


❤❤❤❤❤


Matias hanya cengar-cengir sendiri saat membaca kumpulan puisi tersebut. Puisi-puisi tersebut mungkin tak akan pernah tersampaikan ke Nabilah. Bagaimana bisa ia menyampaikan, jika nanti ada hati yang terluka. Memang hubungannya dengan Kezia tengah beresiko. Tapi, akan menjadi sebuah ketegaan kalau Matias berpaling ke Nabilah.


Dia buka kembali folder tersebut di ponselnya. Matias memandangi satu persatu foto Kezia. Perlahan air matanya mulai menetes. Dia mulai memukul-mukuli kepalanya. Bibir bawahnya tanpa sengaja tergigit. Lalu, perlahan dirinya memandangi foto Nabilah yang berseragam SMP. Sungguh seorang remaja perempuan berwajah Timur Tengah yang sudah membuat Matias tergila-gila. Disandingkan foto Nabilah dan foto Kezia.


"Kezia itu cewek gue. Nabilah cuman masa lalu yang gak pernah kasih kepastian. Udahlah, fokus aja ke Kezia. Kezia lebih layak buat diperjuangin." desah Matias tersenyum. Foto itu ia selipkan kembali di buku kumpulan puisi kepunyaannya.


Lalu, apa sekarang Matias sudah benar-benar move on?

__ADS_1


__ADS_2