
"Maksud kamu apa sih, Ke?" tanya Matias dengan mata melotot. "Kenapa kamu gak nanya dulu sama aku secara baik-baik?"
"Lu apaan sih? Udahlah, ngapain juga masih di sini? Sekarang adek gue malah disalahin. Nih cowok maksudnya apaan sih?" bela Thalia yang sama-sama emosi.
Kezia menangis. Ia memeluk erat Tiyas, anjing Chihuahua yang belum lama tinggal di dalam rumahnya yang mewah. Masih terngiang-ngiang di kepalanya, kejadian tempo lalu. Matias akhirnya diijinkan Thalia untuk datang ke rumahnya. Sayangnya Matias terlambat satu jam lebih. Lalu, entah kenapa Matias jadi seemosi itu.
Kezia bingung apa yang tengah terjadi. Ini salah siapa? Salah dirinyakah--yang mengijinkan rencana pacar pura-pura itu terjadi (juga yang diam saja saat melihat Nabilah dan Matias di bioskop)? Salah Nabilah yang tiba-tiba datang dari Jepang, lalu muncul dengan ide pacar pura-pura? Atau, salah Matias yang kenapa menerima Kezia, padahal masih merindukan Nabilah? Atau, mungkinkah ini salah Beby dengan mulut embernya? Haruskah Kezia menyalahkan kematian Daddy?
Semenjak kejadian malam itu, Matias jadi dingin. Hubungan Kezia dan Matias jadi meregang. Matias sulit dihubungi. Kalau mailbox, diangkat sebentar lalu dimatikan. Hingga akhirnya, tadi sore Kezia mendapati kabar bahwa Matias akan berangkat ke Jepang juga. Konon Matias dihubungi oleh sebuah perusahaan animasi yang berlokasi di Tokyo. Itu terkait dengan komik "Zack Time" yang makin lama makin laris manis di Webtoon, sehingga ada sebuah perusahaan animasi Jepang yang meliriknya. Beruntung sekali Matias. Kezia harus bangga. Harusnya seperti itu jika saja Kezia tidak langsung menyadari bahwa Matias mungkin akan sering berjumpa dengan Nabilah. Bukankah seharusnya Matias bersama dengan Nabilah? Nabilah itu cinta Matias yang hilang lalu ditemukan kembali. Sementara, Kezia mungkin hanyalah sebuah pelarian. Tak lebih, tak bukan.
Kezia makin menitikan air mata. Salah satu tungkai kaus Kezia coba membersihkan air mata tersebut.
💜💜💜💜💜
Si cowok nyengir. Nyaris terkekeh. Lalu kedua pipinya digelembungkan dan kedua mata disipitkan. "Kalau kayak gini gimana? Udah ingat belum?"Â
💜💜💜💜💜
Kenangan itu muncul kembali. 31 Desember 2013, di Summarecon Mal Serpong. Itu saat mereka berdua berjumpa kembali setelah terpaksa harus LDR. Kezia mengijinkan begitu saja Matias untuk reuni dengan kedua orangtuanya tanpa mengetahui isi hati Matias yang sebelumnya. Kalau tahu juga, Kezia bisa apa. Masa Kezia tega menghalangi Matias berkumpul kembali bersama keluarga kandungnya?
💜💜💜💜💜
"MAU APA LO KE SINI? UDAH GUE BILANG JANGAN PERNAH KE RUMAH INI LAGI!"
Matias menabrakan sebelah tangan ke sebelah mata. "Apaan sih, kakak kenapa sih, Om juga udah lama meninggal kan? Udah tiga bulan lalu, dan bukan gue yang bikin. Itu murni kecelakaan."
"Kecelakaan, katanya? Kalo lu gak ganggu konsen Daddy, Daddy pasti masih hidup. Dan lu pasti sengaja gak perbaiki persnelingnya gara-gara lu dendam, kan, Daddy marah-marahin lu yang bikin lecet sepulang lu sama Kezia jalan-jalan ke Bali."
__ADS_1
💜💜💜💜💜
Yang itu yang paling pahit. Daddy harus meninggal karena kecelakaan. Matias terus menerus disalahkan oleh Thalia. Pada akhirnya, kecelakaan Daddy merupakan awal dari segala kesulitan yang Kezia harus hadapi. Thalia terus menerus menyudutkan Matias. Matias jadi sulit mengunjungi rumah Kezia. Hingga,.....
.....Nabilah muncul di hadapan Matias. Kadang Kezia suka berpikir, andai saja Kezia tak menemani kedua kakaknya ke Singapore, mungkin tak akan pernah terjadi Insiden Tinjuan tersebut. Tidak akan pernah terjadi rencana pacar pura-pura tersebut. Kezia juga tidak perlu memainkan sandiwara bersama Tobias--yang hanya sekadar menyenangkan kedua kakak masing-masing (yang pada akhirnya, Tobias sendiri yang menjelaskan semuanya ke Cindy dan Thalia). Walaupun demikian, ah rasanya itu tak mungkin. Segala yang terjadi, itu seperti suratan takdir dari Tuhan. Sepertinya itu semua harus terjadi.
Lalu, sekarang ini namanya apa? Sudah berakhirkah? Tapi, Kezia tidak ingin mengakhiri hubungannya dengan Matias. Kezia terlalu sayang. Kenapa Matias main pergi begitu saja saat Kezia tengah sayang-sayangnya? Kenapa Kezia tak diijinkan untuk bersuara? Egois, dasar Matias egois.
💜💜💜💜💜
Matias nyengir sendiri di dalam kamarnya. Segala persiapan tengah diurus. Besok dirinya akan berangkat ke Tokyo (yang harus transit dulu di Ngurah Rai, Bali). Tak sabar rasanya Matias untuk segera meneken kontrak. Perjuangannya membuat "Zack Time" tak sia-sia. "Zack Time" akan dibuatkan film animasi.
Juga, Matias cukup bahagia akan kembali ke Jepang. Dia memang sudah lama ingin. bisa pergi ke sana lagi. Banyak hal yang ingin Matias alami begitu sampai di Narita.
Oh iya, Nabilah juga di sana, kan. Teman SMP-nya itu sudah berjanji akan menjemputnya. Dua jam lalu Matias sudah mengabarkan Nabilah tentang rencana keberangkatannya tersebut.
Sepertinya Matias melupakan sesuatu. Atau, seseorang tepatnya. Tapi, siapa yang dilupakan Matias? Matias sekonyong-konyong berhenti tersenyum. Ia memilih untuk duduk di atas tempat tidur dan membiarkan Orenji bermain di kedua kakinya. Matias langsung teringat dengan Kezia.
Jujur, Matias memang marah dengan ketidakpercayaan Kezia. Masa Matias dituduh mencium Nabilah? Kenapa Kezia tidak bertanya langsung secara baik-baik? Tadinya Matias memang masih marah. Setelah sampai di rumahnya, Matias langsung lari ke dalam kamar. Ia merebahkan diri di atas tempat diri. Saat terbangun, Ia memutuskan untuk bermain keyboard. Lima lagu ia mainkan, hingga matanya mengantuk.
Itulah yang Matias ingat setelah kejadian tersebut. Kekesalannya dilampiaskannya dengan bermain keyboard dan tidur. Besoknya ia memutuskan untuk bermain game. PUBG adalah pilihan jitu. Ia push rank habis-habisan sampai ke Ace, walau mentok-mentoknya sampai di tier Diamond. Puas sekali Matias. Entah kenapa rasa kesal itu main menguap begitu saja. Keesokan seninnya, Matias diminta datang oleh Koh Hendra untuk menyelesaikan segala persiapan sidang. Di tengah-tengah waktu menunggu dosen pembimbingnya itu datang, e-mail itu muncul. Matias senang sekali.
Matias sontak menyadari kekeliruannya. Kenapa Nabilah yang Matias harus hubungi? Bukankah pacar Matias itu Kezia? Ini maksudnya apa? Argh, Matias jadi mengacak-acak rambutnya.
Sebelum semuanya terlambat, Matias bergegas untuk menelepon Kezia. Tidak diangkat. Wajar saja, sudah jam setengah dua belas malam. Mungkin Kezia sudah tertidur. Ya sudahlah, Matias kirimkan saja pesan ke Whatsap Kezia.
👦 Ke, yang waktu itu, aku minta maaf yah. Gak seharusnya juga aku sekasar itu ke kamu. Aku juga minta maaf karena gak ngabarin kamu beberapa hari ini, termasuk rencana aku ke Jepang. Harusnya sih, kamu udah tahu aku mau pergi ke Jepang. Pasti Tobias atau Beby yang kasih tahu. Sekali lagi, aku minta maaf, yah, ke kamu. Aku tetap cinta sama kamu, walau Kak Thalia jadi makin membenci aku. Kita sama-sama berdoa, agar hubungan kita bisa melihat pelangi.
__ADS_1
👦 Kezia aku yang paling aku cintai, aku besok akan pergi ke Jepang. Maaf telat ngasih tahunya, yang sama kayak aku telat datang ke acara makan malam itu. Udah telat, main ngomel-ngomel ke kamu. ***** yah aku, Ke.
👦 Aku di Jepang gak selamanya, kok. Cuman buat beberapa hari aja. Komik aku dilirik sama perusahaan animasi di sana, dan aku harus ke sana. Maaf nggak ngabarin kamu sebelumnya. Nanti setelah balik dari Jepang, kita selesaikan semua kekeliruan ini, dan kita jalani bareng-bareng. Aku cuman sebentar soalnya. Toh, tiga bulan lagi, aku sidang akhir. Doakan bisa lulus, yah.
👦Love you, Kezia!
👈👉
**Terimakasih buat yang sudah rutin membaca "RAINY COUPLE". Terimakasih juga yang sudah memberikan like dan comment-nya. Untuk sementara, serial "RAINY COUPLE" ini hiatus dulu. Tenang saja, ini bukan ending-nya kok. Cuma hiatus. Aku berhenti sejenak untuk mencari banyak ide segar untuk berusaha memberikan ending yang manis ke "RAINY COUPLE".
See you, and keep waiting please!
Jangan lupa baca juga novel-novelku yang lainnya!
PARODI SPONS BOB
SALAH SAMBUNG STORY
LOVE MATCH
LIKA-LIKU ASMARA ALDO-THEA
DESTINY 41
GRACIA-ANIN-MAULIDYA: LOVE KNIGHTS
HOKI RAME-RAME**
__ADS_1