Rainy Couple

Rainy Couple
Masa Lalu Matias - 2


__ADS_3

Sudah jam sepuluh dua puluh. Kelas 5B tengah berada di jam pelajaran Kesenian. Bu Sofia memang sudah menjadwalkan acara tata boga ini--yang sebagai materi ajar--jauh-jauh hari sebelumnya. Tiga puluh dua murid ini sudah dipecah menjadi delapan kelompok. Masing-masing harus mempersembahkan karya Kroket Singkong yang paling enak di kelas tersebut.


Matias sebetulnya tidak begitu suka memasak. Kalau boleh, Matias ingin bolos saja hari ini. Dia lebih suka menggambar daripada memasak. Matias bisa menjiplak, lalu diaku-akui sebagai gambarnya.


"Duh!" Matias mendengus. "Masih lama, yah?"


"Yah, sabar, Yas." Riefky merangkul bahunya. "Kan, di antara kelompok-kelompok yang lainnya, cuma kita yang pake kompor minyak tanah. Yang lainnya pada pake kompor gas."


"Shan, panggil tuh kakak lu, siapa namanya?" tukas Matias yang sangat cemberut.


"Kak Julia." jawab Shanelle yang masih sibuk sendiri untuk menyalakan kompor minyak tanah. "Gak usah panggil Kak Julia. Gue bisa, kok."


"Anak manja kayak lu itu emang bisa apa?" sembur Matias yang serta merta berjongkok di dekat Shanelle.

__ADS_1


Shanelle berhenti sejenak. Gadis yang hobi berkuncir kuda itu menoleh ke arah sumber suara yang begitu melecehkannya.


"Maksud lu apaan, sih?" sembur Shanelle meradang. Tangannya sudah mengepal erat. "Ada juga lu, yang nggak bisa apa-apa. Gue nyumbang kompor. Jeje nyumbang bahan makanan. Terus, Riefky sempat bantu dalam hal dana. Sementara, lu apa? Harusnya lu yang pasang. Bisa nggak? Gue tanya ke lu!"


"Karena gue nggak bisa, makanya gue minta lu panggil kakak lu. Kalo ini kompor gas, gue bisa. Dan, kalo perlu, gue yang masak." balas Matias sengit.


Rupanya suara Shanelle tadi sangat menarik perhatian seisi kelas. Anak-anak kelas 5B langsung menonton keributan antara Shanelle dan Matias. Bu Sofia segera menghampiri sumber keributan kelas.


"Ini, Bu, Matias malah mengejek saya cewek manja cuman gara-gara nggak bisa nyalain kompor. Padahal dia sendiri aja nggak nyumbang apa-apa." bela Shanelle.


"Saya nggak ngejek, kok, Bu. Yah, kalo nggak bisa, panggil aja kakaknya. Nanti saya aja yang masak." tangkis Matias.


"Jadi, persoalannya itu cuma soal nyalain kompor minyak tanah?" Bu Sofia memandangi Matias dan Shanelle sekaligus. "Ibu bisa nyalain kompor minyak tanah. Kenapa nggak minta tolong Ibu? Kenapa juga harus minta tolong kakak kelas kalian? Kasihan juga kelasnya harus diganggu buat urusan sepele."

__ADS_1


"Sini, biar ibu yang nyalain," Bu Sofia langsung menurunkan badannya dan bersiap untuk menyalakan kompor minyak tanah.


Riefky mendekati Matias dan berbisik, "Gue tahu, Yas, kenapa lu minta panggil Kak Julia. Kata Daud, lu naksir kakaknya, yah?!"


Tanpa perlu berkata-kata, jawabannya sudah keluar di wajah Matias. Matias menggigit bibir bawahnya.


"Cieee... yang jadi salting," Riefky menyikut Matias.


"Kakak gue udah punya pacar, kok." Mungkin karena Shanelle berada di jarak yang cukup dekat, walau bisik-bisik, Shanelle tetap bisa mendengarnya. "Lagian ge-er lu. Emang lu kira kakak gue mau sama lu?"


"Daripada sama lu, mending sama kakak lu. Dan, gue yakin dia mau, kok. Kurang ganteng apa sih gue?"


Salah Matias yang tak sengaja meninggikan volume suaranya. Seisi kelas sepakat di pihak Shanelle untuk menertawakan Matias. Bahkan Bu Sofia pun ikut tertawa.

__ADS_1


__ADS_2