Rainy Couple

Rainy Couple
Mimpi Aneh Kezia


__ADS_3

Klontang, klontang,...


Hanya demi seorang tuan putri yang terkurung di atas menara, seorang ksatria berkuda putih beradu pedang dengan puluhan prajurit yang ditugaskan untuk menjaga menara. Ksatria itu tak peduli berapa banyak prajurit yang harus dihadapinya. Semuanya ia lakukan demi sang putri.


Konon, sang putri diculik dari istana. Tak ada yang tahu persis siapa penculiknya. Jika ada yang tahu, beberapa hari kemudian, yang bersangkutan pasti mati tragis. Tapi, salah satu desas-desas mengatakan yang menculik sang putri itu memiliki ajian ilmu hitam. Kedua orang tua sang putri sampai sekarang pusing tujuh keliling karena itu. Itulah sebabnya ayahanda sang putri lantas mengadakan sayembara. Barang siapa yang berhasil membawa hidup-hidup sang putri, yang bersangkutan akan dilimpahkan harta yang sebanyak-banyaknya.


Atas dasar itulah, sang ksatria harus memerangi banyak prajurit. Walau sebetulnya, tidak begitu juga. Jadi, sebetulnya cerita begini.


Seperti kebiasaannya selama ini, sang ksatria berkuda putih ini selalu berkelana dari satu ke tempat lainnya. Dia mirip seorang musafir. Sebab, tempat tinggal pasti sang ksatria itu tak ada yang pernah mengetahui. Sang ksatria merasa nyaman juga dengan hidup nomaden seperti itu. Lalu, di kala ia akan berpindah ke daerah lainnya--setelah menginap semalam di sebuah losmen kecil, sang ksatria melewati sebuah kastil yang sangat megah.

__ADS_1


Kastil itu memiliki banyak menara. Selain banyak menara, kastil itu tak dikelilingi oleh tembok selayaknya kastil-kastil umumnya. Hanya hutan belantara, lereng-lereng, serta langit lepas yang menjadi tembok pertahanan kastil tersebut. Dan, di salah satu menaranya, samar-samar sang ksatria melihat sosok seorang perempuan berambut panjang. Aduhai, cantik sekali perempuan tersebut, pikir sang ksatria yang sangat terpesona.


Sang ksatria berkuda putih langsung mencari tahu siapa gerangan perempuan cantik tersebut. Usut punya usut, ternyata perempuan itu seorang tuan putri. Ayahnya seorang raja. Sang putri diculik saat tengah tidur di kala malam hari. Seisi kerajaan panik sepanik-paniknya. Pada akhirnya, sayembara itu keluar, dan walau sudah diperingatkan berkali-kali, sang ksatria tetap nekat untuk membebaskan sang putri.


Kini, di sinilah dirinya harus berjibaku dengan berpuluh-puluh prajurit. Kadang tangannya terkena sabetan pedang. Sesekali punggungnya yang sudah dipasangi baju zirah harus terkena pukulan godam. Kedua matanya juga harus menjadi korban. Semuanya ia hadapi demi sang putri.


...ah, ternyata dirinya menang. Tanpa pikir panjang, tanpa mengambil waktu untuk beristirahat, sang ksatria langsung turun dari kuda dan berlari ke sana ke mari untuk mencari lokasi menara di mana sang putri dikurung. Entah sudah berapa lantai yang ia lewati, sang ksatria terus berlari dan mencari.


Sekonyong-konyong sang ksatria berhenti bergerak dan terkesiap. Ada seorang perempuan yang menatapnya. Perempuan itu bukan sang putri, namun sama cantiknya. Lalu, perempuan itu berkedip. Sang ksatria terpesona. Dalam hati dirinya berkata, "Cantik sekali dia,"

__ADS_1


Perlahan demi perlahan perempuan bergaun oranye tersebut mendekati sang ksatria. Sang ksatria meleleh hatinya. Mata sang ksatria tak berkedip sama sekali. Sekujur tubuh sang ksatria mendadak kaku serasa disihir saja. Hingga akhirnya perempuan itu sudah berada di dekatnya dan berkata, "Bawa aku pergi. Selamatkan aku."


Bagaikan tersihir, sang ksatria mengangguk. Lupa sudah ia dengan misi awalnya. Perempuan lainnya yang ia malah bebaskan.


💜💜💜💜💜


Kezia bangun dengan terengah-engah. Ternyata itu hanya mimpi dari alam bawah sadar Kezia. Kezia sedikit menegakan badan. Matanya sayu untuk menatap jam yang ada di ponselnya. Masih jam tiga empat puluh pagi. Di bawahnya Tiyas masih tidur dengan antengnya.


"Mimpinya aneh banget. Maksudnya apa yah?" desah Kezia.

__ADS_1


__ADS_2