
Gisela Anastasia - Cinta Rahasia
Maaf ku tlah mencintaimu
Disaat ku tlah bersamanya
Sungguh tak bisa ku menghindari
Rasaku padamu
Ku mohon jangan tinggalkanku
Tetaplah bertahan untukku
Meski diriku harus menjadi
Cinta rahasia
Berat bila harus melepaskan mu
Hatiku tak sanggup tanpamu
Aku terbiasa dengan mu
Kau cinta rahasiaku
Ku mohon jangan tinggalkanku
__ADS_1
Tetaplah bertahan untukku
Meski diriku harus menjadi
Cinta rahasia
Berat bila harus melepaskan mu
Hatiku tak sanggup tanpamu
Aku terbiasa dengan mu
Kau cinta rahasiaku
Ku tak ingin kehilangan mu
Aku terbiasa dengan mu
Kau cinta rahasia ku
Maaf ku tlah mencintai mu
💜💜💜💜💜
Martin duduk termenung. Di dekatnya sudah ada segelas kopi hitam. Lalu, headset itu dikenakan kembali. Martin bersiul-siul. Sembari mengenang masa lalu, laki-laki berkepala botak itu memasang satu lagu. Sebuah lagu yang pernah dinyanyikan oleh salah seorang jebolan Indonesian Idol.
Dugaan Matias benar. Antara Martin dan Kezia, memang pernah kisah menarik. Walau Martin itu saudara jauh Kezia, Martin pernah terjerat cinta rahasia persis seperti judul dari lagu yang tengah didengarnya saat ini.
__ADS_1
Bukan, Martin masuk tidak sebagai orang ketiga. Pun, begitu dengan Kezia. Ini murni hanya sebuah cinta rahasia yang lebih rahasia dari sebuah backstreet. Bahkan teman-teman dan saudara-saudara mereka saja tak tahu. Kisah ini hanya Martin, Kezia, dan Tuhan yang tahu.
"Ngana sudah punya pacar sekarang. Kita kira ngana masih jomblo." desah Martin. "Ngana pasti sudah lupa kisah itu."
Dihirupnya kopi hitam yang sudah dicampur gula tersebut. Air mata keluar. Setetes demi setetes turun hingga masuk ke dalam mulut Martin. Pahit, yang sepahit realita.
Martin pikir, dengan coba menelepon Kezia (yang mana nomor Kezia dia dapatkan dari sebuah acara keluarga besar), dengan coba main ke rumah Kezia (yang ternyata rumah Kezia masih di tempat yang sama, seperti saat Martin kunjungi di usia kanak-kanak), dia bisa mendapatkan cinta Kezia kembali. Nyatanya, Kezia sudah menggandeng laki-laki lain. Pedih sekali rasanya.
"Kenapa lau, Tin?" sapa Roy yang langsung menghampirinya dari belakang.
"Jo kamana ngana? Kita tunggu-tunggu sedari tadi." ujar Martin terkekeh. "Ngana pesan dulu. Kita yang bayar."
Roy sekonyong-konyong menuju pelayan kafe tersebut. Dia memesan segelas macchiato. Tanpa pikir panjang lagi, Roy kembali duduk di hadapan Martin.
"Sebelumnya cerita dulu ke gue kenapa. Lau ada masalah apa?" tanya Roy yang sepertinya terusik dengan temannya yang terlihat gundah gulana.
Martin tersenyum, dan kisah lama itu keluar juga dari bibirnya yang sedikit maju. Sebuah cinta monyet yang sangat menggemaskan. Roy sampai tertawa lebar.
"Lucukah cerita kita ini?" tanya Martin yang mengerutkan dahi
"Nggak sih. Tapi, ya udahlah, lupain aja. Mungkin cewek itu juga gak terlalu nganggep hubungan lu sama dia. Lagian, tadi lu sendiri yang cerita, awal mereka kalian jadian itu cuma buat iseng-iseng aja kan. Cuma pengen bisa ngerasain pacaran kayak orang dewasa di sinetron-sinetron. Yang sampe harus ngumpet-ngumpet dulu, karena takut dimarahin. Haha. Gitu kan maksud lau?"
"Ya begitulah."
Roy berdecak. "Gue sih pernah, Tin, pacaran pas masih SD. Cuma setengah tahun bertahan. Dia juga udah nikah. Dan, gue gak ada penyesalan juga. Paling, kalo ingat lagi, kok bisa nekat gitu? Suka ketawa sendiri gue makanya."
Martin mengangguk-angguk.
__ADS_1
"Saran gue sih, lupain aja. Mau lau cerita ke banyak orang juga, hasilnya sama aja. Pasti dibilangnya itu cinta monyet. Cewek yang namanya Kezia itu juga pasti bakal mikirnya itu cinta monyet yang gak serius. Atau, kalo lu berani, yah tanya aja. Bagi dia yang sekarang, waktu lu macarin dia itu berkesan banget gak."