
Kezia tengah asyik bermain bersama anjing barunya, Tiyas. Kadang Tiyas diangkat setinggi-tingginya layaknya Chihuahua itu seorang bayi. Kadang Tiyas dipeluk erat. Ah, enak sekali jadi Tiyas. Dipeluk, dirangkul, dibelai-belai, bahkan dicium oleh perempuan secantik Kezia yang putih kulitnya.
Sedetik kemudian, Kezia merenung. Ia sontak merindukan Matias. Sudah beberapa hari ini ia menghindar dari pacarnya tersebut. Walau menghindar--karena insiden tinjuan di kafe tersebut, Kezia sebetulnya masih menaruh hati. Ia meletakan Tiyas ke atas tempat tidur. Tergopoh-gopoh ia bergegas menuju meja belajarnya. Ada foto Matias yang ia tempelkan di meja belajar. Itu saat dia dan Matias masuk ke photo box berdua saja untuk kali pertama.
"Matias," desah Kezia. "Aku... aaaarghhh, kamu kenapa kayak gitu sih kelakuannya? Maksudnya apa? Aku kurang apa dari Nabilah itu?"
💜💜💜💜💜
"Cie, cie," Beberapa anak kelas 6 A SD Tarakanita meledeki Kezia yang tengah sibuk mengajari Noel.
"Kalian berdua kayak pasutri aja," ujar Adel terkekeh-kekeh.
__ADS_1
"Pasutri itu apa, sih?" kata Noel dengan polosnya. Memang begitulah anak berkacamata. Walau berkacamata, dirinya sulit mencapai tiga besar. Paling banter Noel menempati peringkat lima.
"Pasutri itu pasangan suami-istri. Kezia istrinya, kamu suaminya." jawab Adel yang lalu terbahak-bahak.
"Ih, Adel, apaan sih? Aku cuman ngajarin Noel Matematika aja. Soal KPK dan FPB. Apa itu salah?" Kezia mengutarakan pembelaannya.
"Gak salah, kok, Kezia. Gak salah ngajarin calon suami sendiri." timpal Rosi yang hobi memainkan jemarinya ke ujung rambut keritingnya.
Sudah dua-tiga tahun keduanya seperti itu. Kedekatan mereka berdua sudah menarik perhatian teman-teman sekelas. Tak usah heran, mereka selalu berdua. Ke mana-mana berdua. Di mana Kezia ada, di situ Noel juga ada. Walau masih anak SD, namanya juga cinta, pasti teman-temannya bakal asyik mencurigai mereka pacaran.
Sampai akhirnya, saat kelulusan SD, keduanya lulus, begitu juga murid-murid SD Tarakanita yang lainnya. Dan, teman-temannya menganugerahi mereka berdua gelar "King and Queen Class 6A". Satu-dua orang teman malah menyarankan mereka berdua untuk berpacaran saja. Sayangnya, Noel menolak dengan alasan dia dan keluarganya harus pindah ke Seoul. Noel beralasan dirinya tak ingin membuat Kezia merasakan suatu hubungan yang tak wajar. Bagi seorang Noel Kosasih, long distance relationship adalah sebuah ketidakwajaran. Noel terlalu terpengaruh sinetron dan FTV, yang mana sepasang kekasih itu haruslah selalu ada untuk satu sama lain. Bisa jalan bareng, makan bareng, atau nonton bareng ke bioskop. Di luar itu, Noel tak tega Kezia harus kesepian, walau sudah menyandang status sebagai pacar Noel.
__ADS_1
Semenjak saat itu, hampir lima tahun Kezia menutup rapat pintu hatinya. Belum pernah ada laki-laki lain yang bisa menggeser posisi Noel Kosasih dari hati Kezia. Setahun setelah lulus SD, Kezia baru bisa bilang sahabat karibnya, Adel bahwa dirinya memang menyukai Noel.
"Ya ampun, Kezia, dari dulu-dulu kenapa nggak bilang?" damprat Adel sambil makan bakmi.
"Kan, gengsi, Del, bilang duluan." dalih Kezia.
"Seenggaknya lu nggak nyangkal. Bilang aja ke gue atau Rosi. Kan sekarang jadi kayak rasa yang tertinggal. Sekarang juga percuma lu ngomong. Lu jadi hantu dulu, baru lu samperin dan gentayangin si Noel kalo lu suka sama dia." dengus Adel dengan mata melotot.
💜💜💜💜💜
Kezia lalu terbahak-bahak sendirian di kamar. Iya yah, dirinya baru sadar. Matias kan bernama lengkap 'Matias Immanuel Sinaga'. Ada unsur 'Noel' di dalam nama lengkapnya. Sementara nama cinta monyet pertama Kezia adalah Noel. Ini maksudnya apa? Apa Matias merupakan pengganti yang dikirimkan Tuhan untuk Kezia sebagai balasan atas kesabarannya menunggu?
__ADS_1