Rainy Couple

Rainy Couple
Cinta Lama Bersemi Kembali


__ADS_3


"Ciee... cie..." Suhandi menangkap basah Matias yang tak sengaja menuliskan nama salah seorang gadis cantik di kelas 1-1.


Matias menelan air liur. Tergesa-gesa dia menghapus apa yang baru saja ia goreskan di buku tulisnya. Bukannya menyelesaikan soal Matematika yang diberikan oleh Pak Nelson, Matias malah membuat corat-coret tak jelas seperti ini. Mana dia menuliskannya dengan pulpen pula.


Kebetulannya lagi, Pak Nelson lewat. Guru berkumis itu langsung melotot ke arah Matias. Pak Nelson merebut buku tulis tersebut dari Matias.


"Diam-diam suka, Pak," Suhandi cekikikan.


Tanpa menggubris kata-kata Suhandi barusan, Pak Nelson berdecak-decak gemas. Guru Matematika yang terkenal dengan hukuman penggarisnya itu sudah bersiap akan menggebuk tangan Matias.


"Astaga, Matias," seru Pak Nelson dengan suara lumayan lantang. "Bapak capek-capek nulis soal, kamu malah enak-enakan bikin surat cinta? Nabilah--"


Nabilah menoleh ke arah Pak Nelson. Gadis itu belum tahu bahwa namanya yang tertulis di buku tugas Matias tersebut.

__ADS_1


"--nih, Nabilah, Matias bikin surat cinta buat kamu!" Pak Nelson mengarahkan halaman bertuliskan pengakuan cinta Matias tersebut ke arah Nabilah. Tak hanya Nabilah yang melihat, namun beberapa murid lainnya. Nabilah langsung merah mukanya.


"Cieeee,... cie, Nabilah,... cieee,..." Murid-murid lainnya langsung menyoraki Nabilah. Satu murid menyarankan agar Nabilah menerima saja cinta Matias. Ada juga yang menyarankan agar ditahan dulu. Yang lainnya menyarankan supaya ditolak saja (masa memilih laki-laki culun macam Matias?).


"Gimana, Nabilah?" tanya Pak Nelson. "Kamu terima gak cinta Matias? Nanti Bapak langsung bawa kalian berdua ke KUA!"


Seketika itu juga seisi kelas meledak dalam tawa. Matias menundukan kepala sedalam mungkin--yang kalau bisa, dia ingin mondok saja di bawah meja. Nabilah pun sama. Gadis berperawakan Arab itu ikut menundukan kepala.


"Awww!!!" Telinga Matias dijewer Pak Nelson.


Matias pasrah. Dengan tersaruk-saruk Matias berjalan menuju pojok kelas yang sudah dihuni oleh dua gagang sapu dan satu tongkat pel. Di pojok kelas, Matias memegangi kedua telinganya dengan sebelah kaki terangkat. Selama masa hukumannya, juga di tengah Pak Nelson yang kembali menjelaskan materi, mata Matias malah tertuju ke arah Nabilah. Untung saja Pak Nelson tak tahu.


"Cantik banget Nabilah itu," Matias keceplosan dan seisi kelas tahu. Nabilah memerah lagi mukanya. Dan, Matias mendapatkan lemparan kapur tulisan. Matias meringis.


"Malah ngegombal kamu di sana!" damprat Pak Nelson. "Kencing belum lurus, udah cinta-cintaan!"

__ADS_1


"Saya udah satu es-em-pe, Pak. Bukan anak es-de lagi. Boleh dong, Pak?"


Matias bersiap menghindar, karena Pak Nelson bergegas menghampirinya. Pak Nelson langsung menarik ujung cambang Matias. Matias kesakitan untuk kali kedua.


❤❤❤❤❤


Matias dan Nabilah tertawa. Betapa asyiknya keduanya bernostalgia. Matias sampai lupa dirinya sudah memiliki pacar. Sepertinya laki-laki tersebut sedikit terjebak dalam masa lalu.


"Eh, waktu itu gue sama lu udah bisa dibilang pacaran gak sih?" kata Nabilah mancing-mancing.


Matias tertawa. "Gak tahu gue. Yang jelas, habis kejadian sama Pak Nelson itu, anak-anak sering banget kayak ngejodoh-jodohin kita. Kalo lu absen, gue suka disindir gini: 'Yas, cewek lu ke mana?'"


"Tapi kamu senang kan?" Terjadi perubahan gaya bahasa di dalam diri Nabilah. "Matias tahu nggak, aku sampe sekarang masih nyimpen boneka Hello Kitty dari kamu, loh." Sekonyong-konyong Nabilah salah tingkah.


Matias seketika itu juga terbuai. Entah itu terbuai dengan kata-kata Nabilah, entah pula terbuai oleh senyum manis Nabilah. Matias makin melupakan Kezia dan masalahnya dengan Thalia, kakak nomor dua Kezia tersebut.

__ADS_1


__ADS_2