Rainy Couple

Rainy Couple
Penantian Nabilah - 3


__ADS_3

"Yas, aku tanya ke kamu, Nabilah itu siapa?" desak Kezia yang kedua bola matanya hampir saja keluar. Perempuan itu tak sabar untuk mendengar jawaban langsung dari pacarnya tersebut. Bukan posesif, Kezia hanya menginginkan kejujuran dari seorang Matias Immanuel Sinaga.


Bibir Matias kelu. Aduh, jawaban apakah yang harus ia keluarkan? Dia baru kali pertama ini berada dalam posisi seperti ini. Jelas Matias mati kutu.


"Hayo, Nabilah siapa sih, Pangeran Ganteng?" Tobias muncul kembali di layar. "O---oh, kamu ketahuan,... pacaran lagi..."


***, lu kalo punya mulut dijaga kenapa sih, Bro, umpat Matias dalam hati. Matias melotot ke arah Tobias. Tobias langsung terkekeh-kekeh dan memasang tanda V di jemarinya.


"Peace, Bro," ujar Tobias nyengir. "Be-te-we, jawablah, Nabilah itu siapa? Nabilah itu gebetan lu pas SMP dulu kan--sebelum lu pindah ke Tarakanita?"


"Itu beneren, Yas?" kroscek Kezia. "Jawab aja, iya atau nggak. Aku nggak marah, kok."


"Eeeee..." Matias mulai gelagapan. Jawab atau tidak ini, batin Matias berkecamuk. "...i-i-iya, Ke, Tobias bener. Tapi, Nabilah itu cuman masa lalu aku, kok. Cintanya aku sekarang cuman buat kamu."


"Ah, masa?" goda Tobias. "Eh, Yas, udah denger belon? Nabilah udah di Indonesia, loh, gosipnya. Apa jangan-jangan lu udah ketemu lagi?"


Apa ini maksudnya? Apa Tobias memiliki bakat sebagai cenayang? Kok temannya itu bisa tahu? Matias menggeleng-geleng sendirian di depan kamera yang masih dalam keadaan on.


"Buahahaha....." Meledaklah tawa Tobias. "Biasa aja kali, Yas. Masih kaku aja. Gokil lo ah!"


💜💜💜💜💜


Sebelum tidur dan jatuh ke alam mimpi, Nabilah mendengarkan beberapa lagu dulu. Boneka bare bear itu diraihnya. Ia mencubiti hidung si bare bear seraya mengulum senyum. Di benaknya, boneka bare bear itu merupakan representasi dari wajah Matias, teman SMP sekaligus cinta lamanya yang belum ia berikan jawaban pasti.


***Taylor Swift - Love Story**


We were both young when I first saw you.


I close my eyes and the flashback starts:


I'm standing there


On a balcony in summer air.


See the lights, see the party, the ball gowns,


See you make your way through the crowd,


And say, "Hello."


Little did I know...


That you were Romeo, you were throwing pebbles


And my daddy said, "Stay away from Juliet."


And I was crying on the staircase

__ADS_1


Begging you, "Please don't go."


And I said,


"Romeo, take me somewhere we can be alone.


I'll be waiting. All that's left to do is run.


You'll be the prince and I'll be the princess.


It's a love story. Baby, just say 'Yes'."


So, I sneak out to the garden to see you.


We keep quiet 'cause we're dead if they knew.


So, close your eyes,


Escape this town for a little while.


Oh, oh.


'Cause you were Romeo. I was a scarlet letter.


And my daddy said, "Stay away from Juliet."


I was begging you, "Please don't go!"


And I said,


"Romeo, take me somewhere we can be alone.


I'll be waiting. All that's left to do is run.


You'll be the prince and I'll be the princess.


It's a love story. Baby, just say 'Yes'.


Romeo, save me. They're trying to tell me how to feel.


This love is difficult but it's real.


Don't be afraid. We'll make it out of this mess.


It's a love story. Baby, just say 'Yes'."


Oh, oh, oh.

__ADS_1


I got tired of waiting,


Wondering if you were ever coming around.


My faith in you was fading,


When I met you on the outskirts of town.


And I said,


"Romeo, save me. I've been feeling so alone.


I keep waiting for you, but you never come.


Is this in my head? I don't know what to think."


He knelt to the ground and pulled out a ring and said,


"Marry me, Juliet. You'll never have to be alone


I love you, and that's all I really know.


I talked to your dad. Go pick out a white dress.


It's a love story. Baby, just say 'Yes'."


Oh, oh, oh, oh, oh, oh.


'Cause we were both young when I first saw you*.


Dari tawa menjadi tangis. Itu tangis bahagia nan spesial. Setelah sekian lama mencari dan menunggu, rasanya berbinar-binar sekali. Itulah yang Nabilah rasakan. Apa lagi yang akan kalian rasakan saat orang yang kalian cari tersebut berada di depan kalian?


Nabilah merasa menyesal sekali kenapa dirinya main pergi begitu saja. Dia memutuskan pindah sekolah ke Hokkaido karena ayahnya dimutasikan ke sana. Dia pun tak memberitahukan Matias tentang rencana keberangkatannya. Terakhir, dia meninggalkan Matias yang tengah dalam kondisi sayang sesayang-sayangnya, yang bahkan terus berusaha untuk menyatakan cinta ke Nabilah secara baik dan benar.


Sesampainya di Hokkaido--yang tengah bersalju, hari demi hari, minggu demi minggu, Nabilah sekonyong-konyong perlahan-lahan teringat dengan sosok Matias. Dihubunginya nomor Matias walau dengan harga selangit bayarannya, astaga--nomornya sudah tak aktif. E-mail? Nabilah baru sadar kekeliruannya dulu. Dia tak pernah tebersit untuk menanyakan e-mail ke Matias. Di pikirannya saat itu, buat apa juga, toh tiap hari dirinya selalu berjumpa dengan teman laki-lakinya yang pendiam dan jago menggambar tersebut. Selanjutnya, Nabilah seperti anak hilang, yang terus mencari dan mencari. Begitulah manusia. Dulu, biasa saja dan sering kurang dipedulikan. Sekarang, malah dicari-cari.


Walau sekarang Matias sudah memiliki pacar, tak apa-apa untuk seorang Nabilah. Menjadi pacar pura-pura itu bukan persoalan besar. Rasanya itu seperti déjà vu saja. Kejadian di masa lampau terulang kembali. Nabilah bisa kembali bercengkerama dengan sahabat laki-laki terbaik yang pernah dimilikinya. Ini juga seperti mimpi menjadi kenyataan. Doa dan harapan Nabilah bak didengar oleh Yang Maha Kuasa setelah sekian lama berdoa sendirian dan terus meminta.


Saat di Hokkaido, sebenarnya Nabilah sempat menyerah. Gesekan dari beberapa temannya di sana yang membuat Nabilah akhirnya mundur dari pencarian tersebut. Pikirnya saat itu, mungkin teman-temannya benar. Buat apa terus mencari keberadaan seseorang, lalu mengabaikan beberapa aspek dalam hidupnya?


"...I got tired of waiting, wondering if you were ever coming around. And you're near me right now. I'm so happy to meet you after all the uncertainty..." Nabilah mendesahkan salah satu lagu favoritnya dulu. Lagu Taylor Swift tersebut main diplesetkan begitu saja sesuai suasana hatinya sekarang ini.


💜💜💜💜💜


Sebelum tidur, Kezia melirihkan lagu yang kurang lebih sama dengan lagu yang dinyanyikan oleh Nabilah. Di pikiran Kezia, kapan semua ini akan selesai. Kapan Kak Thalia menyudahi perang dinginnya dengan Matias?


"...don't be afraid. We'll make it out of this mess..."

__ADS_1


Ah, untung saja kedua kakak kandungnya sudah lelap tertidur. Aman bagi Kezia untuk menyenandungkan lagu tersebut--yang dulu sering dinyanyikannya saat kali pertama ditinggal Matias.


__ADS_2