
Sembari menyeret dua buah koper yang tak ringan tersebut, Matias memicingkan kedua matanya. Raganya memang berada di Bandara Soekarno-Hatta, namun Matias merasa jiwanya dibawa pergi ke masa lalu. Penyebabnya adalah kehadiran perempuan muda yang berada di depan matanya.
Cantiknya perempuan muda itu. Tak usah perempuan itu mengecat rambutnya--agar seperti perempuan bule. Sejatinya perempuan itu sudah cantik. Kedua kakinya yang jenjang. Badannya yang begitu ramping. Hidung mancungnya yang sangat elok. Belum lagi, inilah kelebihan si perempuan. Jika dia tersenyum, terbitlah dua buah lesung pipit yang membuatnya sangat manis sekali. Sebetulnya ke arah sanalah kedua mata Matias tertuju.
Hanya karena lesung pipit, Matias begitu tercenung. Lama sekali Matias mematung. Beberapa pengunjung merasa terganggu dengan aktivitas berdiri Matias tersebut. Seorang bapak bahkan berani membentak, dan Matias menurut saja. Matias perlahan menyingkir ke arah tepian dengan mata tertuju ke arah si perempuan berwarna rambut kecoklatan tersebut. Sebetulnya bukan kecoklatan warna rambutnya. Warna rambutnya itu kurang lebih mirip dengan warna rambut Mary-Jane Watson, pacar dari Peter Parker alias Spiderman.
Karena dilihat terus menerus seperti, belum lagi aktivitas berdiri Matias sudah sangat mengganggu beberapa pengunjung bandara, si perempuan akhirnya sadar juga. Dirinya mulai memperhatikan Matias balik. Langkahnya diarahkan ke Matias. Sepertinya perempuan itu merasa kenal dengan Matias.
Bakal dihampiri oleh perempuan cantik begitu, Matias mulai salah tingkah. Ia beberapa kali meneguk air liur. Keringat dingin mulai mengucur. ******, gue harus kabur ke mana nih, pikir Matias yang sangat gelisah. Ya Tuhan, bejek-bejeklah aku!
Jantung Matias makin berdebar kencang saat si perempuan membuka obrolan. Perempuan itu menyodorkan tangannya yang begitu mulus (yang mungkin efek dari begitu rajinnya skin care-an). Matias meraih tangan si perempuan yang mulus tersebut. Amboy, kulit tangan si perempuan itu sungguh selembut kain sutra.
[AUTHOR: "WOY, MATIAS, SADAR! LOE UDAH PUNYA CEWEK!"]
"Maaf yah, bukannya aku SKSD, tapi kamu Matias, bukan, yah?" tanya perempuan itu dengan suara yang begitu meninabobokan seorang Matias.
__ADS_1
Astaga, apakah Matias sudah setenar itu sebagai seorang author dari sebuah serial Webtoon? Animasi belum digarap, sudah muncul perempuan asing yang mengaku-ngaku kenal dirinya.
Matias lalu mengangguk pelan.
Si perempuan itu terkekeh-kekeh. Matias ikut terkekeh-kekeh pula. Andai perempuan itu bisa mendengar degupan jantung dirinya. Tapi, sebaiknya jangan. Ke mana Matias akan ngumpet jika itu terjadi?
"Gue kira gue salah. Gak nyangka aja bisa ketemu sama teman SD di sini." Si perempuan itu mendadak mengubah gaya bahasanya. Mungkin karena diselamatkan oleh intuisinya sendiri, dia merasa tak harus menggunakan gaya bahasa yang lebih sopan.
"Lu masih sama kayak dulu, yah? Masih gugupan. Masih suka salting. Apa jangan-jangan masih suka berak di celana lagi?"
"Jangan bilang lu ini Shancil, yah?" terka Matias yang pasti tak akan salah lagi. Lagipula si perempuan sudah coba menerka lebih dulu. Masa dirinya kalah dengan seorang perempuan? Dan, pasti perempuan itu Shanelle Gloria Natanoto. Pasti!
Si perempuan tertawa terbahak-bahak. "Ya ampun, lu masih inget aja julukan gue pas SD dulu."
"Gue nggak bakalan lupa, Shan. Cuman lu yang punya lesung pipit model gini,--" Spontan saja Matias mencubit lesung pipit perempuan yang ternyata bernama Shanelle.
Shanelle sekonyong-konyong meradang. Ia melotot ke arah Matias. "Sekali ketemu, main cubit pipi aja. Cowok gue dateng, gue bilangin loh. Biar tahu rasa lo!"
__ADS_1
Ada sedikit kekecewaan di diri Matias entah apa maksudnya. Yang jelas Matias spontan cemberut saat dirinya mendengar kata-kata Shanelle tersebut.
"Haha... langsung murung gitu wajah lu. Gue masih jomlo, kok. Belum punya gandengan."
Matias mengernyitkan dahi. Ia tertawa kaku. Makin lama Matias makin awkward. Ah, Shanelle, Shanelle, kenapa dirimu selalu saja berbeda dari perempuan kebanyakan? Bahkan Shanelle berbeda dengan Kezia, yang jelas-jelas pacar resmi Matias.
Matias nyengir. "Aneh banget sih lo, Shan?! Maksudnya apa lagi? Dari dulu lu suka aneh sendiri."
"Apaan sih lo? Masih mending juga gue, daripada lu, masih suka keringat dingin. Gue gak yakin lu udah punya pacar. Cowok sepenakut lu gak mungkin juga punya pacar."
Giliran Matias yang tertawa terbahak-bahak. "Punya dong gue. Hati gue udah ada yang punya."
Kelihatannya Shanelle begitu syok. Terlihat kecewa juga, perempuan tersebut. Apakah benar yang dibilang kakak sulungnya bahwa Shanelle memiliki perasaan khusus ke Matias?
*****
Terimakasih yang sudah mengikuti RAINY COUPLE hingga sejauh ini! Jangan lupa like, vote, dan share nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.
__ADS_1