Rainy Couple

Rainy Couple
Berharap CLBK - 1


__ADS_3

Di bulan Desember,


Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Setelah sekian lama Kezia susah untuk ditemui (berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan), Matias akhirnya berhasil mendapatkan kesempatan tersebut. Yaitu, kesempatan untuk bertatap muka dengan Kezia, gadis pujaan hatinya itu.


Adalah di sebuah supermarket, Matias bertemu secara tak sengaja dengan Kezia. Tak direncanakan sama sekali. Matias juga yakin Kezia pun tak memiliki pikiran akan bertemu dirinya di supermarket ini. Murni kebetulan, dan Matias sangat bersyukur atas satu kesempatan berharga yang telah diberikan Tuhan kepada dirinya.


"Ke," sapa Matias tersenyum. Tangan Matias berusaha menggapai roti gandum, meskipun roti gandum itu sudah terpegang oleh dirinya.


Kezia tak menjawab, hanya menyimpulkan senyum. Kezia pun mengambil roti gandum. Roti gandum itu Kezia letakan di dalam kereta belanjanya.


"Mari," ujar Kezia yang masih sembari tersenyum.


Kezia lalu melengos begitu saja dari hadapan Matias. Matias tak kunjung menyerah. Spontan saja Matias mengikuti Kezia bersama kereta dorongnya. Ke mana Kezia pergi, ke situlah Matias bergegas. Kezia ke rak mi instan, Matias pun sama. Kezia ke rak peralatan rumah tangga, Matias ikut pula. Lama-lama Kezia jadi jengkel. Saat berada di rak sayur mayur, Kezia memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanannya. Perempuan itu menengok ke arah Matias yang berada tepat di belakang perempuan tersebut. Mata Kezia nyalang ke arah Matias.


"Mau ngapain sih ngikutin aku terus?" tukas Kezia.


"Hehehe..." Hanya itu yang keluar dari mulut seorang Matias.

__ADS_1


Kezia buang napas. Ia memutar bola matanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ya udah, lah. Terserah kamu aja. Ikuti aja semau kamu."


"Sampai rumah kamu boleh?" spontan saja Matias bertanya dan nyengir.


"Aku nggak akan ngijinin kamu masuk." semprot Kezia lebih galak.


"Ke,--" Matias begitu takutnya untuk melanjutkan kata-katanya tersebut. "--aku beneren minta maaf. Aku minta maaf atas segala kesalahan aku. Aku yang salah. Dan, aku janji nggak ngulangin lagi. Tulus aku, Ke, minta maaf."


Kezia buang napas. "Mending kamu urus teman kamu yang gosipnya kamu tidurin itu. Apa jangan-jangan nama cewek itu Shancil? Cewek yang kamu ajak ke rumah aku waktu itu--yang kamu panggil Shancil itu, apa orangnya sama dengan orang yang kamu ajak tidur?"


Matias mati kutu. Tebakan Kezia tepat. Memang perempuan yang sama.


Matias langsung berbinar-binar. "Yang bener, Ke? Apa kita balikan lagi?"


"Aku cuma maafin kamu, bukannya ngajak balikan. Maafin dan pengen balikan itu dua hal yang berbeda." Kezia mengoreksi kata-katanya barusan.


Matias agak kesulitan mencerna kata-kata Kezia tersebut. "Maksudnya?"

__ADS_1


"Iya, aku udah maafin kamu. Tapi, kita sebaiknya temenan aja. Aku udah ilfeel sama kamu. Jauh lebih baik kita temenan aja."


Matias menelan saliva. Dari pacar menjadi teman. Hatinya sulit menerima keputusan Kezia tersebut.


Hati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan. Oh, bukan karena sekadar kata-kata itu adalah doa. Terkadang apa saja yang kita celotehkan saat kita berada di keramaian, pasti akan mendapat perhatian dari orang-orang di sekitar kita. Lalu, perlahan hal itulah yang akan mempermalukan kita. Sekonyong-konyong alunan musik di supermarket itu berubah sesuai dengan situasi yang tengah dihadapi oleh Matias saat ini. Mungkin karyawan-karyawati di sana menguping dan langsung memberitahukan kepada bagian Informasi. Sebelumnya, supermarket itu memasang lagu "All I Want for Christmas is You".


Sheryl Seinafia - Sebatas Teman


Kusayang padamu


Tapi maaf sebatas teman saja


Kubilang rindu


Tapi maaf sebatas teman saja, dulu


"Ya udah, yah, Matias. Aku balik dulu. Udah ditunggu sama orang rumah. Pengen buru-buru tidur juga. Seharian aku sibuk banget abis nemenin Beby." Begitulah kata-kata terakhir Kezia kepada Matias yang termangu-mangu mendengarkan penolakan halus Kezia tersebut.

__ADS_1


*****


Terima kasih yang sudah mengikuti RAINY COUPLE hingga sejauh ini! Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


__ADS_2