
Di Yoyogi Park,
"Eh, Raysa, ke sana yuk," seru Nabilah yang menunjuk ke arah seorang pengamen yang mengenakan topi koboi.
Selain karena dandanan si pengamen yang nyentrik, Nabilah terkesima dengan lagu yang dibawakan si pengamen. Pengamen yang mengenakan kemeja garis merah-putih dan rompi itu menyanyikan sebuah lagu berbahasa Indonesia yang membuat hatinya ngilu sekali. Pengamen yang sepertinya warga lokal itu menyanyikan "Akulah Dia" yang pernah dibawakan oleh band bernama Drive.
Drive - Akulah Dia
sesungguhnya dia ada di dekatmu
tapi kau tak pernah menyadari itu
dia s'lalu menunggumu
untuk nyatakan cinta
sesungguhnya dia adalah diriku
lebih dari sekedar teman dekatmu
__ADS_1
berhentilah mencari
karna kau t'lah menemukannya
Lirik lagu tersebut ingin rasanya diutarakan Nabilah ke Matias. Tapi, Nabilah sadar hati Matias sudah dimiliki oleh perempuan lain. Salah Nabilah sendiri kenapa dulu main pergi begitu saja. Tidakkah Nabilah menyadari betapa Matias sangat kehilangan? Sakit rasanya saat kita harus ditinggalkan seseorang, padahal kita tengah sayang-sayangnya.
"Eh, iya, pengamennya boleh juga," balas Raysa yang nyengir lebar. Dia lalu tergesa-gesa mendorong stroller-nya.
Sementara Matias hanya terkekeh-kekeh. Dasar perempuan. Kadang kaum perempuan suka bertingkah norak. Karena dirinya merupakan satu-satunya laki-laki, Matias mau tak mau ikut suara terbanyak. Satu lawan empat (dua lagi kedua anak Raysa yang berjenis kelamin perempuan). Toh, Nabilah dan Raysa benar. Yang seperti itu kan amat jarang Matias temukan. Tak setiap hari Matias lihat.
"...dia mungkin bukan manusia sempurna, tapi dia selalu ada untukmu..." desis Nabilah yang menyanyikan lagu tersebut. Mungkin Nabilah spontan saja menyanyikannya. Dia kelewat terkesima dengan penampilan si penyanyi, lalu lagu itu membuat dirinya galau, dan akhirnya Nabilah jadi menyanyikannya juga.
Matias melirik ke arah belakang Nabilah yang berjalan sambil menggendong Naomi. Matias hanya tersenyum, yang seolah-olah laki-laki itu tahu alasan sebenarnya Nabilah bernyanyi. Sejak Matias dan Nabilah masih menjalankan rencana pacar pura-pura tersebut, Matias menduga apakah Nabilah memiliki perasaan suka ke dirinya. Mungkin jawaban atas pertanyaan Matias baru terjawab sekarang ini.
"Dari dulu, lu nggak pernah berubah. Suara lu tetap aja bagus, Nab." puji Matias. Sesekali Matias melihat Nabilah, sesekali pandangan Matias ke arah Naomi.
Nabilah tertawa, Naomi ikut tertawa pula. "Apaan sih lu, Yas? Lagi ngegombalin gue?"
"Matias, Nabilah!" panggil Raysa dengan suara yang tak begitu kencang, namun tak pelan juga. "Kalian ngapain sih? Mepet bener!"
Baik Matias maupun Nabilah, keduanya sama-sama bersemu merah. Matias sekonyong-konyong bergerak sedikit menjauh dari Nabilah. Naomi jadi tertawa kencang melihat mereka berdua.
__ADS_1
Matias menundukan kepala, lalu berjalan lagi untuk menyusuli Raysa. Nabilah pun sama. Kali ini Nabilah memilih untuk menyanyikan lagu yang lain. Nabilah menyanyikan "Balonku" untuk Naomi. Naomi senang sekali dengan lagu tersebut, terlebih saat bagian "...hatiku sangat kacau..." Naomi tertawa dengan ekspresi Nabilah.
Saat ketiganya sudah berada di sekitar si pengamen, pengamen itu mengganti lagu. Tak ada yang meminta, pengamen itu kini menyanyikan lagu yang dulu pernah dinyanyikan oleh Astrid.
Astrid - Jadikan Aku yang Kedua
Jika dia cintaimu
Melebihi cintaku padamu
Aku pasti rela untuk melepasmu
Walau ku tau ku kan terluka
Jikalau semua berbeda
Kau bukanlah orang yang kupuja
Tetapi hatiku telah memilihmu
Walau kau tak mungkin tinggalkannya
__ADS_1
Nabilah dan Matias terkaget-kaget. Mereka berdua makin tersipu malu. Matias bahkan tak bisa mengangkat wajah dan menyiulkan "Kokoro no Tomo". Sementara Nabilah hanya bengong dengan bibir menyerupai huruf O.
Raysa mendekati mereka berdua. "Jujur aja yah, kalian sebetulnya saling suka, yah?! Kok kagetnya barengan gitu?"