Rainy Couple

Rainy Couple
Kezia Menolak Bertemu


__ADS_3

"Gede juga rumahnya," seru Shanelle yang begitu terkesima mendapati satu rumah yang menurutnya itu cukup mewah. "Selera lu boleh juga, Matias."


Matias nyengir. "Sialan. Lu pikir gue ini cowok matre. Kalo gue matre, mending sekalian gue jadi peliharaan tante-tante."


Shanelle tertawa terbahak-bahak. "Becanda, Matias. Just kidding. Kurang piknik lu, ah. Gampang tersinggung."


Kemudian, Shanelle iseng saja menyanyikan lagu Kangen Band.


🎶


"Kemarin kau datang menemui aku.


Saat aku ragu, saat aku layu


Canda tawamu tenangkan aku, Yolanda


'Ku bawa cinta sebesar dunia


Agar engkau tahu besarnya cintaku


Apa kau tak rasa, kau tak meraba, Yolanda"

__ADS_1


🎶


Matias hanya nyengir, lalu balik menatap ke arah pintu masuk rumah Kezia. Matias harap Kezia yang membuka pagar. Kalau sampai Thalia yang membuka, bisa berabe.


Ceklek... terdengar bunyi pintu dibuka. Matias berdebar-debar. Aduh, semoga saja Kezia yang membuka pagar. Lalu, segera Matias menjelaskan segala kesalahpahaman. Namun, apa daya, kadang hidup seperti itu. Ia bisa berjalan tak sesuai ekspektasi. Realita tak semanis yang diimpi-impikan.


Matias mengernyitkan dahi. Yang membuka itu seseorang yang lain. Perempuan berambut pendek. Lah, ini siapa Kezia? Tak mungkin juga pembantu rumah tangga yang baru saja dipekerjakan keluarga Kezia.


"Mau cari siapa, yah?" tanya perempuan berambut pendek tersebut.


"Kezia-nya ada?" Matias balik bertanya.


"Shanelle?" Perempuan itu menunjuk Shanelle dengan ekspresi lumayan terkejut. Siapa sangka ia bakal bertemu teman SMP-nya di Tangerang ini.


Sebelum tinggal di Sulawesi Utara, dulu Melisa sempat tinggal di Surabaya. Ia sempat tiga tahun bersekolah di SMP Petra 2. Shanelle ini merupakan teman sekelasnya dulu. Melisa sering satu kelompok dengan Shanelle, yang menurutnya ceriwis-namun-berfaedah.


Saat Melisa hendak membuka pagar, Kezia datang. Langkah Kezia langsung dipercepat. Melisa kaget. Menurut Melisa , tumben Kezia sedefensif ini. Apa jangan-jangan laki-laki ini yang dinamakan Matias? Lalu, Matias melakukan kesalahan yang tak termaafkan. Setahu Melisa pula, Kezia itu orangnya pemaaf. Kalau Kezia sudah seperti ini, berarti yang bersangkutan sudah sangat menyakiti Kezia. Melisa ingat dulu Kezia sempat mendiamkan teman sepermainannya karena si teman tega mencoreng-coreng boneka kesayangan Kezia.


"Ke, aku minta maaf." tutur Matias yang menatap lurus ke arah Kezia. Sayangnya yang dipandang itu malah membuang muka.


"Kamu yang namanya Kezia, yah?" tanya Shanelle yang berusaha ramah. "Aku Shanelle, teman satu SD-nya Matias. Aku ke sini mau ngejelasin kesalahpahaman kemarin aja. Yang kemarin itu, kamu salah duga."

__ADS_1


Kezia sekonyong-konyong menatap Shanelle. Mata Kezia nyalang. Baik Shanelle maupun Matias, jadi merasa ciut.


"Aduh, biasa aja kali natapnya. Galak amat, Bu." sindir Shanelle.


"Maksudnya salah paham?" tanya Kezia tegang.


"Zia, bae-bae bicaranya," Melisa mewanti-wanti.


"Yang dibilang Shancil itu benar, Ke. Dia ini teman masa kecil aku. Kemarin aku cuman iseng aja. Kebawa suasana nostalgia aja." kata Matias membela diri.


"Shancil?" Telinga Kezia berdiri. "Shancil itu nama yang kamu ciptain buat dia, yah? Oh, ya udah, kebetulan aku lagi males nemuin kamu. Kamu pulang aja."


Matias menelan air liur. Baru kali ini laki-laki ini melihat Kezia semarah itu. Apa ini artinya Kezia sudah menutup rapat pintu hatinya untuk Kezia?


"Nggak usah bukain pagarnya, Mel." Kezia langsung mencegah Melisa untuk membuka pagar. "Pulang aja kamu mendingan."


"Ke, kamu ngusir aku?" tanya Matias yang tak kuasa menahan air mata. Tapi, apa daya Kezia sudah tak peduli.


*****


Terimakasih yang sudah mengikuti RAINY COUPLE hingga sejauh ini! Jangan lupa like, vote, dan share nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.

__ADS_1


__ADS_2