
Sedan Nissan Shanelle berhenti di sebuah rumah yang tak besar, juga tak kecil. Rumah ini cukup dimuat oleh ayah, ibu, dan seorang anak tunggal. Tunggal? Ya iyalah, tunggal. Coba kalian baca lagi episode-episode sebelumnya. Karena kalian akan mengetahui Matias itu anak tunggal.
Shanelle bergegas melepaskan sabuk pengamannya. Ia menyusul Matias keluar dari mobilnya. Shanelle berpikir dia yang punya ide untuk mengantar Matias pulang, maka dirinya harus bertanggungjawab sampai tugas selesai.
"Mau gue bantuin buat masukin ini ke dalam rumah?" tawar Shanelle.
"Nggak usah, gue bisa sendiri." jawab Matias nyengir. "Thank yah, tadi udah coba menghibur gue."
"Sama-sama, Matias. Lagian lu kan teman masa kecil gue. Bagi gue, pantang gue lihat teman dalam kesulitan."
Matias terkekeh-kekeh. Ia langsung menekan bel rumahnya. Mungkin Papa dan Mama lagi keluar rumah. Jam segini, di akhir pekan, Papa dan Mama sering pergi makan di luar. Apalagi dirinya memang lupa untuk mengabari kedua orangtuanya kapan pastinya dia akan pulang. Untungnya dia membawa kunci duplikat rumah.
Shanelle tertawa terbahak-bahak. "Ya ampun, Matias. Lu itu yah, masih kayak dulu yah, manja lu dasar."
Matias nyengir. "Suka-suka gue, dong. Orangtua gue juga nggak keberatan."
"Dasar. Gimana nanti kalo salah satu atau keduanya meninggal?"
Matias terenyak. Ia spontan menjatuhkan kunci-kunci tersebut. Untungnya Shanelle sigap mengambilnya.
"Lu nggak kenapa-napa?" tanya Shanelle yang coba menopang badan Matias.
"Gue nggak apa-apa."
__ADS_1
"Kalo lu masih khawatirin cewek yang namanya Kezia itu, besok gue janji gue bakal bantu jelasin ke dia kalo gue sama lu itu nggak punya perasaan apa-apa. Kita cuman teman."
"Thank's."
Sekonyong-konyong tukang nasi goreng lewat di depan rumah Matias. Shanelle spontan memanggilnya. Tukang nasi goreng itu berhenti di belakang Nissan Shanelle.
"Lu mau gue beliin nasi goreng? Lu pasti laper yang gue lihat."
"Ah, nggak usah repot-repot. Gue jadi gak enak sama lu, Shan. Tadi lu udah traktir donat di DD. Terus gue ditraktir kopi juga di Starbucks. Eh, lu mau traktir gue nasi goreng malam ini."
Shanelle hanya tersenyum, lalu menghampiri tukang nasi goreng tersebut. Ia menyebutkan pesanannya. "Bang, pesan dua nasi goreng, yah. Pake telor, tapi telornya dimasak pisah, yah. Telornya didadar.".
"Beres, Neng." jawab si tukang nasi goreng yang memiliki kumis seperti Pak Raden.
Astaga, ini maksudnya apa? Setelah sekian lama terpisahkan, Shanelle masih ingat Matias sangat suka makan nasi goreng dari tukang mi tek-tek dengan telurnya dipisah. Matias sangat terkesan. Apa benar yang dibilang Julia bahwa Shanelle memiliki perasaan istimewa ke dirinya?
Mendadak saja tukang nasi goreng memasang sebuah lagu dari ponselnya yang sudah smartphone. Sebuah lagu sendu nan manis yang pernah dipopulerkan oleh Kangen Band.
🎶
Kangen Band - Pujaan Hati
Hei pujaan hati apa kabarmu
__ADS_1
'Ku harap kau baik-baik saja
Pujaan hati andai kau tahu
'Ku sangat mencintai dirimu
Hei pujaan hati setiap malam
Aku berdoa kepada sang Tuhan
Berharap cintaku jadi kenyataan
Agar 'ku tenang meniti kehidupan
🎶
"Kenapa sih ketawa-ketawa?" tanya Matias yang begitu risih dengan tawa Shanelle.
"Lagunya cocok buat lu, Matias. Cocok buat lu yang baru aja diputusin sama pujaan hatinya." ujar Shanelle tertawa ngakak.
Si tukang nasi goreng ikut tertawa pula dan berseloroh. "Ya ampun, Bang. Udah kayak mau kiamat aja dunia, diputusin cewek, jadi melempem kayak kerupuk."
Pikir Matias dalam hati, Ya Tuhan, bejek-bejeklah aku. Segera lenyapkan aku. Kenapa hari ini jadi terasa kejam sekali padaku, Tuhan?
__ADS_1
*****
Terimakasih yang sudah mengikuti RAINY COUPLE hingga sejauh ini! Jangan lupa like, vote, dan share nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.