Rainy Couple

Rainy Couple
Masa Lalu Matias - 3


__ADS_3

"Shan," Matias sedikit terengah-engah mendekati Shanelle yang duduk di bawah pohon nangka. "Nih, es kelapa lu."


Shanelle tertawa terpingkal-pingkal. Jeje yang duduk di samping Shanelle ikut tertawa. Hanya ada dua orang perempuan duduk di bawah pohon nangka tersebut. Murid-murid lainnya tengah sibuk dengan aktivitas-aktivitas lainnya. Ada yang sibuk bermain bekel. Ada pula yang sibuk menggosipkan artis. Ada juga yang sibuk bermain basket atau olahraga lainnya.


Hari ini guru olahraga, Pak Anang, tengah absen. Kabarnya Pak Anang sibuk mempersiapkan persiapan sidang tugas akhirnya (juga persiapan untuk mengikuti sertifikasi guru). Murid-murid kelas 5B dibebaskan untuk berada di ruang kelas selama tidak gaduh dan masih berada di area sekolah. Namanya juga anak-anak. Pastinya mereka lebih senang untuk berada di luar ruangan daripada di dalam ruangan.


Shanelle menerima es kelapa itu dari tangan Matias. "Lembek lu, ah. Masa gitu doang udah ngos-ngosan?"


"Gimana gue nggak ngos-ngosan, gue harus lari keliling lapangan dulu sebelum beliin lu es kelapa muda?" gerutu Matias.


"Parah lu, Shan. Kasihan anak orang dikerjain gitu. Kena karma, baru tau rasa lu ah." timpal Jeje.

__ADS_1


"Jadi, gimana? Kenalin gue, dong, sama kakak lu." kata Matias yang lalu mengambil posisi duduk dengan kedua kaki dibiarkan lurus. "Kak Julia suka apa aja?"


"Hmmm... apa yah? Beneran mau tau?" ujar Shanelle yang masih jail.


"Shaaaaaan... buruaaaaan!!!!" Sepertinya Matias sudah tak sabar.


"Haha... sabarlah. Eh, tapi nggak jadi, ah. Nanti gue diomelin sama yang bersangkutan." kata Shanelle yang memasang simbol perdamaian di jemarinya.


"Astaga, tega banget lu sama gue. Gue udah ikutin mau lu, yah. Balesannya gini?" Dari tadi napas Matias masih terdengar berantakan. Matias masih terengah-engah yang hampir kehabisan napas.


"Oh, jadi kakak lu suka baca?" tanya Matias yang coba mengonfirmasi kembali

__ADS_1


pernyataan tersebut. Siapa tahu itu bohong. Shanelle kan orangnya hobi nge-prank.


Shanelle mengangguk dan simbol V itu muncul lagi. "Dua rius gue. Eh, tapi kenapa sih lu suka banget sama kakak gue? Dari cewek-cewek anak kelas 4, masa gak ada yang lebih baik dari kakak gue? Bagusnya apa sih kakak gue itu? Penampilannya nggak banget. Nerd."


Matias tak menjawab. Dia terlalu sibuk untuk mengatur napasnya yang masih berantakan karena aktivitas lari keliling lapangan tersebut.


"Matias, sebetulnya Shanelle ngomong gitu karena dia naksir sama lu." timpal Jeje tanpa tedeng aling-aling.


"Apaan sih lu, Je? Siapa juga yang mau sama cowok culun kayak Matias gini? Disuruh lari aja, dia udah kayak gue suruh angkat beras aja." Kelihatannya Shanelle coba membantah. Sebab, jika diperhatikan secara baik-baik, terjadi perubahan rona wajah saat Jeje bilang Shanelle naksir Matias.


"Ada sesuatu dalam diri Kak Julia yang membuat gue sangat terkesan. Gue juga suka senyumannya. Terus gue nggak pernah bisa lupain kejadian pas ban sepeda gue dikerjain orang."

__ADS_1


"Oh, yang pas ****** ban lu itu diambil, terus ban lu digembosin itu?" balas Shanelle dengan senyuman yang terlihat agak mengejek.


Matias mengangguk. "Dia nemenin gue sampe ke tukang tambal, bayarin biayanya, dan bikin gue lupa sama kekesalan gue ke pelakunya."


__ADS_2