Rainy Couple

Rainy Couple
Rivalitas Cinta


__ADS_3


Di Martabak Bang Jali,


Matias kaget. Kebetulan sekali dia bertemu dengan Martin, saudara jauh Kezia. Tampaknya Martin sudah lama sekali di Martabak Bang Jali yang terkenal enak di komplek--dan salah satu yang terenak di Tangerang.


"Tin, beli martabak juga?" sapa Matias.


"Ngana juga kah?" tanya balik Martin nyengir. Sebetulnya hatinya masih dongkol. Jika dilihat baik-baik, Martin agak kusut dan tegang saat bertemu Matias. Martin cemburu kenapa Kezia harus jatuh ke pelukan Matias.


"Iya, udah biasa tiap malam minggu, gue beli martabak telur isi delapan telur di sini. Lu sendiri baru pertama kali?"


"Kata kita pe teman, martabak keju di Bang Jali enak. Kita harus coba."


Matias mengacungkan jempol. "Dua jempol! Lu harus coba! Minta lebihin kejunya, terus lu colek kejunya pake jari, jilat-jilat deh, mmm... kenikmatan tiada tara. Kelebihan Martabak Bang Jali itu di martabak kejunya. Cobain, Tin."


Mata Martin sekonyong-konyong menerawang. Dia melihat ke arah langit malam dan penampakan setengah bulan. Martabak keju itu kesukaan Kezia. Dulu Kezia itu sangat suka makan martabak keju dengan cara makan seperti itu. Kejunya dimakan dulu, lalu menjilat-jilati sisa keju di jemari, baru bagian kue martabaknya dimakan. Ah, Matias pasti sudah tahu dan mengetahuinya karena laki-laki ini pacar Kezia.


"Matias,"


"Mmm..."

__ADS_1


"Ngana benar suka sama Celine--"


Saat Martin mau meralat, Matias langsung menyergah, "Iya, gue tahu, Kezia pernah cerita dulu lu suka manggil dia Celine kan?"


Martin kaget. Hidungnya pun kembang kempis. Ada rasa senang sekaligus benci. Sepertinya Martin tak perlu menanyakannya lagi. Sudah pasti Matias tahu dari Kezia langsung. Martin juga bisa mengetahui seberapa mesra hubungan Kezia dan Matias


"Dan, kalau soal itu, apa perlu gue jawab? Lu disuruh Kezia yah? Jadi mata-mata Kezia nih?"


"I-iya." Martin cengar-cengir. Sialan, tadi itu kita pe pertanyaan.


"Tin," Giliran Matias hendak bertanya.


"Ya."


"Kenapa ngana bertanya seperti itu?"


Matias menggeleng. Dia malu mengakui bahwa dirinya cemburu. "Haha. Lu deket gak sama Kezia?"


"Kiapa ona ngana bilang begitu?" tanya Martin yang sedikit curiga. "Mau tanya kita, sebab ngana mau beri Celine kado?"


Matias pura-pura salah tingkah. "Hehehe... i-iya, gue mau beliin dia kado. Bagusnya apa?"

__ADS_1


"Berikan Celine boneka Spongebob. Celine pasti suka." jawab Martin asal saja. "Kita ingat, Celine sangat menggemari Spongebob."


"Serius?" Matias serasa tak percaya. Juga, ada nada kecemburuan di nada bicara Matias. "Lu akrab banget sama Kezia yah? Sering banget ngapelin Kezia?"


Astaga, Matias keceplosan. Tanpa sadar dan sengaja Matias meluapkan perasaan cemburu ke Martin. Martin jadi terenyak.


"Ngana cemburu sama kita? Kita cuma Celine pe sepupu jauh. Tabu menikah sama sepupu." Martin berkelit untuk menutupi rasa cemburunya.


"Sori, Tin. Gue jadi kurang ajar. Lu boleh mukul gue. Tampar nih." Matias menyodorkan pipinya ke Martin.


"Kita tak bisa marah. Kita takut Celine jadi benci ke kita."


Matias tertawa, Martin menyusul. Mereka berdua sama-sama tertawa saat pesanan Martin jadi. Lalu, Matias bilang ke abangnya sebelum lupa, dia memesan martabak telur dan martabak keju.


"Ngana beli martabak keju juga karena merindukan Celine kah?" sindir Martin terkekeh. "Beruntung sekali ngana mendapatkan Kezia."


Matias mulai merasakan ada yang aneh dengan kata-kata Martin tersebut. Kenapa itu terdengar seperti orang lagi cemburu?


👉👉👉👉👉


Jangan lupa di like yah ! Makasih buat yang udah rutin baca RAINY COUPLE !

__ADS_1


Dan, maaf, aku lagi bantu penggalangan dana, yuk ikut sumbang bantu dalam pandemik Corona ini !



__ADS_2