Rainy Couple

Rainy Couple
Pernikahan Juan & Beby


__ADS_3

Kezia menatap foto kedua mempelai yang tengah melangsungkan pernikahan di gedung yang cukup luas ini. Pasti mahal biaya sewa gedungnya. Dan, itu bukan jadi persoalan untuk seorang Beby Vanesha yang memang sering sekali berpelesir ke beberapa negara. Jepang saja sudah ke kali kelimanya ia datangi. Itu belum Beby, belum termasuk Kristoforus Juan Kusmawanto, yang berhasil mempersunting perempuan yang terkenal sebagai playgirl saking seringnya bergonta-ganti pasangan.


Walaupun demikian, bukan karena pernikahan itu diselenggarakan di gedung mewah yang berlokasi di kawasan Jakarta Barat itulah yang membuat Kezia. Kezia iri dengan kesempatan yang didapatkan oleh teman kuliahnya tersebut. Di pikiran Kezia, foto kedua mempelai menjelma menjadi foto dirinya dan Matias. Begitu sadar, Kezia meringis. Aduh, kenapa Kezia harus melewati cinta yang seperti ini? Cinta ini terlalu berat.


Mom, mau sampai kapan Kak Thalia begitu terus ke Matias, batin Kezia. Kasihan Matias. Aku juga nggak sampai hati ninggalin cowok sebaik Matias. Walau Matias udah pernah nyakitin aku, aku sayang banget sama dia. Lagian dari awal juga aku udah dikasih tahu soal rencana pacar pura-pura itu.


Kembali terbayang kejadian itu lagi. Satu kejadian yang menjadi pemicu kemarahan Kezia ke Nabilah dan Matias. Entah itu betul-betul seperti itu, entah Kezia yang salah lihat, di mata Kezia, perempuan itu melihat pacarnya berciuman dengan CLBK-nya. Ciuman itu nyatakah? Kenapa Matias berani-beraninya mencium perempuan lain selain dirinya?


"Key," tegur Ivy, yang mengenakan gaun berwarna ungu muda. Di lehernya, temannya yang pendiam itu mengenakan kalung dengan pin berbentuk huruf I. Teman-temannya--termasuk Kezia--menyangka huruf I itu berasal dari inisial nama depan gebetan Ivy yang malu-malu kucing, yang bernama Iwan. Ivy selalu beralasan itu diambil dari nama panggilannya, Ivy.


"Eh, Ivy, udah datang lu?" tanya Kezia yang seperti orang panik akibat kepergok melakukan sesuatu yang memalukan.


"Gak masuk ke dalem?" tanya balik Ivy. "Oh iya, pacarnya ke mana, Bu?"

__ADS_1


"Najis lu, Vy!" sembur Kezia. "Mulai deh ketularan Beby nyebelinnya."


"Sori deh. Tapi, apa Matias gak bakal marah. Lu masih marahan sama Matias?".


Kezia tak menjawab. Hanya menghela napas dan tersenyum getir.


"Kalo gitu, kenapa lu ga putusin aja Matias?"


"Gak tahu juga, nih, Vy. Berat mutusinnya gue."


Kezia spontan terbahak. Kedua pipinya bersemu merah.


"Key, kalo lu mau, gue mau nemenin lu buat damai lagi sama dia. Kalo dipikir lagi sih, kejadian itu juga baru pertama kalinya Matias sebrengsek itu. Bisalah Matias dikasih kesempatan kedua. Mungkin juga emang ada alasan kenapa Matias kayak gitu." ujar Ivy yang wajahnya serius sekali. Rahangnya menegang.

__ADS_1


"Gimana, yah?" Kezia memutar bola mata. "Hmmm..."


"Gue ngerti masalah lu, Vy. Pasti berat mutusin Matias apalagi lu kan udah lumayan lama nunggu-nunggu kehadirannya."


"Tapi gue masih kesel banget sama Matias. Apalagi kalo inget kejadian ciuman dalam studio bioskop itu."


"Ya Tuhan, Kezia, jadi lu semarah itu gara-gara ciuman itu? Kenapa lu gak tanya langsung ke orangnya? Mungkin aja lu salah lihat."


Kezia tak menjawab. Matanya menerawang lurus ke depan, ke arah panggung.


"Itu kan dalam bioskop. Lu sendiri yang cerita, lampu udah dimatiin, dan film juga udah mulai. Bisa aja lu salah lihat, walau lu duduk persis di belakangnya."


"Gitu, yah?"

__ADS_1


Ivy mengangguk, juga tertawa. "Tanya langsung aja ke orangnya. Lagian lu aneh juga. Kenapa gak marah-marahnya pas di studio itu? Ngapain juga lu cuman ngambil gambarnya aja, terus lu nunjukin ke gue sama Beby?"


__ADS_2