
Di apartemen Cindy,
Kezia kaget saat dirinya mengetahui siapa yang diajak webcam oleh Tobias. Itu pacarnya sendiri, Matias. Dan, dia baru saja bilang dia itu single ke Tobias. Kezia menelan ludah saking paniknya. Dahinya jadi berkeringat parah. Semoga saja Matias tak sadar.
Tergesa-gesa Kezia mengambil sesuatu untuk menutupi sebagian identitasnya. Apa kek yang bisa diambil. Dia mengedarkan pandang ke beberapa tempat. Ada bantal berbentuk sapi. Lalu, ada banyak majalah dan buku di atas meja kaca. Mana yang dia harus pilih? Ayo, segera, Kezia. Selamatkan dirimu sendiri!
"Kris, kapan ni lu main ke Jakarta lagi? Gak kangen lu sama Indonesia?"
Tobias tertawa dan berdalih. "Sibuk banget gue, Bro. Susah ambil cuti."
"Gitu yah," Matias tertawa. "Eh, lu lagi ada tamu ya kelihatannya?"
Kezia panik. Dengan sedikit merendahkan kepalanya, dia tergesa-gesa mengambil satu majalah wanita. Mungkin itu kepunyaan kakak Tobias. Majalah itu pura-pura dia baca. Padahal, maksud aslinya, majalah itu digunakannya untuk menutupi wajah.
"Oh, iya," Tobias menoleh ke arah belakang dirinya. "Kezia, ini ada teman gue dari Jakarta,"
"Kamu ngapain, Kezia?" ujar Tobias tertawa. "Majalah yang kamu baca, kebalik tuh."
Kezia salah tingkah. Dia cengar-cengir sambil berusaha mengubah posisi majalah ke posisi yang seharusnya.
"Ke?" Matias terenyak. Dia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Hehe," Kezia nyengir. Hanya itu, yang bisa diutarakan perempuan tersebut.
"Kamu kok gak bilang adiknya teman Kak Thalia itu temanku juga?" Dari nada suaranya, sepertinya Matias rada kecewa. Dia merasa dikhianati.
"Kalian saling kenal?" Tobias silih berganti menunjuk Kezia dan Matias. "Kezia, jangan bilang ke aku, kamu pacarnya Matias?!"
Kezia cengar-cengir, mengangguk pelan-pelan.
Matias rada dongkol. Dia memang berhak marah. Tapi, sisi lain hatinya berkata ada maksud tersendiri kenapa Kezia mengaku single. Pasti karena Kak Thalia. Walaupun, tetap saja, ini baru kali pertama Matias merasa campur aduk seperti ini. Mau marah dan memutuskan Kezia, entah kenapa itu akan membuat Matias jadi orang jahatnya. Namun, Matias merasa dibohongi juga.
Sekonyong-konyong koneksi itu terputus. Ternyata, di Tangerang, di komplek Matias tinggal, telah terjadi pemadaman listrik.
💖💖💖💖💖
Di kamar tamu rumah keluarga Kaunang,
Derby Romero - Gelora Asmara
Datanglah, nyatakanlah cintamu
__ADS_1
Katakan bahwa kau menginginkan diriku
Datanglah bawalah bunga-bunga
Agar kau dapat membuatku terbang
Aku di sini duduk manis menantimu
Aku pun ingin membuat kau tak menyesal
Bahwa kau telah memilih diriku ini
Yang akan terus membuat hidupmu indah
Datanglah, nyatakan janji cinta
Yang akan kau ucapkan itu yang terakhir
Datanglah bawalah aku pergi
Bersama dengan semua gelora asmara
repeat – [3x]
Hidupmu indah
Hidupmu indah
Di sinilah letak anehnya manusia, terkadang. Saat menyanyikan Gelora Asmara barusan, logat Menado Martin hilang seketika. Suara Martin juga lumayan merdu. Tampak Martin amat menyukai lagu tersebut. Dia hapal mati liriknya, yang beserta koreografi Derby Romero sendiri. Yang membedakan, Martin sangat menghayati sekali seperti dirinya pernah mengalami pengalaman dan perasaan yang terkandung di dalam lagu tersebut.
Lalu, Martin memilih untuk berganti lagu. Lagu dari penyanyi yang sama. Kelihatan sekali Martin tengah patah hati. Sebab, lagu yang dinyanyikannya adalah Tuhan Tolonglah.
Sekonyong-konyong Martin gelagapan. Sebab, pintu kamarnya terbuka. Jason masuk. Suami dari Lucy itu terbahak menyaksikan private show Martin tersebut.
"Wah, Abang baru tahu kamu ada bakat menyanyi," ucap Jason masih tergelak. "Merdu banget suara kamu, beneren, sumpah!"
"Ah, Abang Jason ini," Pipi Martin memerah. Logat Menado-nya kembali muncul. "So kita jadi malu, Abang."
"Kamu lagi patah hati, Martin?" tanya Jason yang makin mendekat ke arah Martin.
Bibir Martin kelu. Tak berani dia bilang dirinya memiliki perasaan istimewa ke Kezia, saudara jauhnya sendiri. Itu incest, kan. Martin ingat artikel yang pernah dia baca, hubungan incest bisa berdampak pada bawaan cacat anak yang dilahirkan. Selain itu, Martin ingat, ada begitu banyak pantangan dan/atau hal tabu di dalam keluarga besarnya. Martin takut dia akan diadili Jason jika mengatakan yang sejujurnya.
__ADS_1
💖💖💖💖💖
Di kamar Matias,
Matias mondar-mandir yang tak jelas. Dia hilir mudik sampai Orenji mengeong-ngeong terus menerus. Dia jadi panik sejadi-jadinya.
Ayo, Matias, tenangkan diri kamu. Ingat, masalah yang tengah kamu hadapi. Kezia punya alasan kuat kenapa tak memberitahukannya. Lagipula, Matias juga tak seratus persen terbuka ke Kezia mengenai pergaulan. Dia pernah merahasiakan tentang Zack Time, serial webtoon buatannya. Sekarang, Matias tak memberitahukan Kezia bahwa dirinya aktif di sebuah tim e-sport bernama Barong yang lumayan sering menjuarai MPL.
"Iya, Nji," Matias sekonyong-konyong duduk di tempat tidurnya. Dia mengelus-elus bulu Orenji. "Papa terlalu negative thinking. Mungkin Mama punya alasan kuat. Tapi, tetap aja, Papa kayak ngerasa dikhianati. Papa sempat mikir apa Papa pisah aja."
Hey, Matias, jangan kamu lakukan hal tersebut. Kezia tengah berjuang untuk kamu juga. Masa kamu mau menyerah dan seenaknya memutuskan hubungan?
💖💖💖💖💖
Di apartemen Cindy,
Tobias bangkit berdiri dari bangkunya. Dia beringsut ke arah Kezia. Sepertinya Tobias meradang. Kezia jadi bergidik.
"Kamu kok tega bohong begitu? Sama saja kamu kayak perempuan-perempuan yang Kak Cindy kenalin ke aku." sungut Tobias.
"Ya, maaf. Aku cuman ngikutin mau Kak Thalia aja. Aku sekali lagi minta maaf, Tobi." kata Kezia tertunduk.
Tobias pasrah. Dia tak bisa marah yang berlebihan. Dia pun tak bisa mengelak dari Cindy yang tak pernah bosan menjodohkannya dengan beberapa perempuan.
Pintu kamar terbuka. Thalia keluar. Thalia langsung menyerocos, "Matias itu cuman mantan Kezia aja, kok, Tobias. Bagian dari masa lalu Kezia. Ya, kan, Zia?"
Astaga, jadi Kak Thalia nggak tidur, sungut Kezia dalam hati. Dari tadi kakak nomor duanya itu menguping dari balik pintu.
"Zia, kakak benar, kan?" desak Thalia dengan mata tajam hanya ke arah Kezia.
Kezia terpojok. Dia harus bilang apa? Harus berkata jujur demi Matias? Atau berkata bohong demi kakak kandung sendiri?
Ting!
Bel pintu berbunyi. Dengan gusar, Tobias bergegas menuju pintu masuk. Ternyata kakaknya dan suaminya baru saja pulang. Cindy terlihat kepayahan menenteng dua kantong kresek yang berisi barang belanjaan.
"Temannya kakak udah datang?" tanya Cindy yang terengah-engah.
Masih dengan gusar, Tobias menunjuk ke arah living room apartemen Cindy.
"Kamu kenapa?"
__ADS_1
"Same case, Sista," Tobias memutar bola mata. "Kayaknya cewek kali ini ngaku-ngaku single juga."