Rainy Couple

Rainy Couple
Seperti Mencium Tetesan Hujan


__ADS_3

Kembali Matias menghampiri si Putih. Itu, loh, keyboard kesayangan Matias, yang merupakan pemberian dari ayahnya. Matias kini duduk menatap lamat-lamat keyboard tersebut. Lumayan lama Matias terpekur.


Di benak Matias, Matias terkenang kejadian itu lagi. Apa Kezia benar-benar minta putus? Yang seperti itu, ajakan putuskah? Membayangkannya saja, kedua mata Matias sudah berlinang air mata. Ya Tuhan, ternyata sesakit inikah saat seorang perempuan meminta kita untuk menjauh dari dia? Kalau sesakit ini, kenapa banyak laki-laki yang tega mempermainkan hati seorang perempuan?


Matias memijat-mijat kedua pelupuk matanya. Dia tak bisa menahan diri untuk menangis sesenggukan. Hidungnya sudah mulai tersumbat. Dia ambil kotak tisu dan letakkan di atas keyboard. Sebelum beraksi, ia bersihkan dulu hidungnya.


"Ke..." rintih Matias seraya membayangkan wajah Kezia yang tersenyum. "Aku masih pengin memperjuangkan cinta kita. Aku pengin ngebuktiin aku emang layak buat kamu ke Kak Thalia."


Matias kembali bergeming.


.


..


...


Matias dengan lincah memainkan nada demi nada "Kiss in the Rain" yang dipopulerkan oleh Yiruma. Selama irama lagu itu dimainkan, satu persatu kenangan tentang Kezia terus berhamburan memenuhi kepala Matias. Semakin Matias ingat, semakin deras turunnya air mata Matias.

__ADS_1


Matias ingat bagaimana dirinya akhirnya bisa mengklaim Kezia sebagai pacarnya. Di Gading Media, tentu saja. Demi bisa mengetahui apa saja yang disukai Kezia, Matias membela-belakan diri untuk mengayuh sepeda berkilo-kilo meter jauhnya. Semingguan terus menerus seperti itu. Hingga, di hari H, Matias menembak Kezia dengan sebuah lagu manis ciptaan Kahitna. Untung saja pegawai Gading Media itu bisa diajak kerjasama.


Matias bergeming lagi.


.


..


...


Tak serta merta Kezia menjadi miliknya. Matias bahkan sempat ragu untuk memproklamirkan dirinya itu pacar Kezia. Dia tahu beberapa temannya pasti tak akan mempercayainya. Kezia murid SMA, Matias murid SMP. Mana sebanding Matias dengan Kezia. Wajah Matias pun tak terlalu tampan. Dibilang cogan (baca: cowok ganteng), Matias masih memiliki minus. Salah satunya: Matias berkacamata. Dia nerd, dia juga seorang otaku. Apa mau gadis secantik Kezia menjalin hubungan dengan sosok laki-laki yang seperti itu?


Matias tak kuasa menahan air matanya lagi. Tanpa melihat waktu dan tempat, pecah sudah air matanya. Ibunya menghampirinya dengan terheran-heran.


"Kenapa ini, anak Mama?" tanya Ibu Lidia yang membelai-belai punggung Matias. "Tumbenan main pianonya sambil nangis."


"Lagi ada masalah sama dia, Ma." desah Matias yang sekilas menatap ibunya. Mungkin karena Matias cukup akrab dengan ibunya, ia spontan saja berkata seperti itu.

__ADS_1


"Yang namanya Kezia itu kan? Oh iya, kamu juga udah lama nggak ngajak Kezia ke rumah ini. Mama suka banget sama Kezia. Ngerti banget isi hati Mama." ucap Ibu Lidia.


Matias memutar bola mata. Ia berusaha menahan agar air matanya tak jatuh lagi. Ia lalu tertunduk. Tak berani Matias untuk mengutarakan jawaban yang sebenarnya.


"Kalian nggak putus, kan? Apa selama ini kalian suka berantem?"


Matias susah untuk menjawabnya. Melihat tingkah laku Matias saja, Ibu Lidia langsung bisa menerka apa jawaban Matias.


"Ya udah, mungkin Kezia bukan jodoh kamu, Yas. Oh iya, hampir aja lupa, Mama mau kasih tahu ada temanmu datang. Cewek. Katanya, namanya Shanelle. Eh, Shanelle itu yang dulu bawel dan tomboy itu bukan, Yas? Yang pernah kasih Mama kroket singkong buatannya?"


Mamaaaaaaaa!!!!!


Hati Matias menjerit. Tega sekali Mama berucap seperti itu di saat Matias perlu kata-kata motivatif. Move-on kan tak semudah itu.


Matias lalu terburu-buru ke arah teras dengan menekuk bibir. Dalam hati ia berdoa agar dirinya bisa segera melihat pelangi. Terbersit di pikirannya bahwa mungkin selama ini Matias seperti tengah mencium tetes-tetes hujan.


*****

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mengikuti RAINY COUPLE hingga sejauh ini! Jangan lupa like, vote, dan share nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


__ADS_2