Rainy Couple

Rainy Couple
Kezia Tahu Juga


__ADS_3

Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya ketahuan juga. Kejadian Matias yang tidak sengaja meniduri Shanelle akhirnya menyebar ke mana-mana. Pelaku penyebarannya, yah Matias sendiri. Bagaimana bisa?


Yah, bisa, lah. Matias yang sulit menerima kejadian malam itu sungguh nyata dan pernah terjadi dalam hidupnya, beberapa kali mencurahkan isi hatinya ke beberapa temannya. Tidak hanya satu-dua orang, ada sekitar sepuluh orang yang menerima cerita itu dari Matias langsung. Dari kesepuluh orang itu, pasti ada satu-dua orang yang membocorkannya. Bagaimanapun cerita itu bukanlah suatu cerita yang biasa-biasa saja. Matias meniduri seorang perempuan, coba bayangkan itu!


Seorang Matias Immanuel Sinaga, laki-laki itu memang terkenal sebagai seorang laki-laki yang baik-baik. Sepengetahuan Kezia, sampai gosip itu terdengar ke telinganya, Kezia belum pernah mendapati Matias mengisap rokok. Entah itu rokok konvensional, entah itu rokok elektrik (baca: vapor). Di mata Kezia, Matias itu tipe laki-laki yang anak mami, yang hobi sekali dengan yang berbau jepang-jepangan dan menonton film kartun. Karena itulah, Kezia tak langsung percaya gosip tersebut, walau Kezia mendengarnya dari Beby. Beby tahu dari mana? Beby tahu dari Hendy, yang kebetulan yang sangat apes, tahu dari Darius (yang teman sepermainan Hendy di game moba).


Kezia sebetulnya ogah menelepon Matias, namun itu harus ia lakukan. Perempuan itu bukan tipe orang yang langsung begitu saja percaya dengan kabar burung. Tak hanya sekadar tidak percaya, Kezia lebih sering mengabaikan segala isu yang beredar apalagi jika itu tak penting. Untuk isu yang satu ini, sulit sekali untuk Kezia mengabaikannya. Semakin ingin dilupakan, semakin nama orang itu berkali-kali bergaung-gaung di dalam kepalanya. Belum lagi, Kezia serasa tak percaya. Masa iya?


Tadinya Kezia ingin mengorek-ngoreknya sendiri. Tapi Kezia takut ketahuan ibunya Matias. Matias itu juga anak tunggal. Kasihan ibunya jika tahu anaknya melakukan perbuatan sekurang-ajar itu. Daripada terus menerus dibayang-bayangi suatu perasaan yang teramat aneh, Kezia akhirnya memutuskan untuk menelepon Matias.


"Ke," Sepertinya Matias senang sekali dihubungi lagi oleh Matias. "Aku seneng kamu mau nelepon aku lagi,--"

__ADS_1


"--jangan salah paham dulu. Aku bukan ngajak kamu balikan lagi." potong Kezia. "Aku cuma pengen nanya aja. Ada yang pengen aku pastiin. Abis itu, aku sama kamu, yah nggak ada hubungan apa-apa."


Kemudian hening. Di ujung sana, mungkin Matias tahu untuk apa Kezia menghubunginya. Bodohnya laki-laki itu. Kenapa punya mulut, tak bisa dikendalikan?


"Aku denger dari Beby gosip itu. Apa gosip soal itu bener? Beneren kamu ngelakuin hal kayak gitu ke cewek?" ujar Kezia, yang mana nada bicaranya sebisa mungkin dibuat agar tidak terkesan menghakimi. Bagaimanapun Kezia memang hanya ingin memastikan, bukan seperti seseorang yang hobi ingin tahu dan mengusik hidup orang lain.


"Oh, yang itu," Hanya itu yang Matias katakan. Kedengarannya Matias tak begitu menyukai Kezia menanyakan tentang cerita tersebut.


Sebetulnya Matias cukup senang mendengar celotehan Kezia tersebut. Sisi lain dari Matias merasa tengah diperhatikan oleh Kezia. Belum lagi Kezia masih menggunakan kata sapa 'aku-kamu'. Matias tak menjawab celotehan Kezia tersebut.


"Kok diem? Bener, yah? Ya udah-lah. Itu urusan kamu, bukan urusan aku. Kamu bukan siapa-siapa aku, selain cuman sebates temen aja. Jaga baik-baik cewek itu juga. Mungkin sama dia, kamu bakal lebih setia dan nggak sering nyakitin hati dia. Dan, kamu kan udah ngelakuin juga, siap-siap aja kalo cewek itu hamil."

__ADS_1


Sepertinya telinga Kezia mendengar suara petir. Petir seperti tengah menyambar Matias yang kaget mendengar kata-kata 'cuman sebates temen' tersebut. Ingin rasanya Matias berkata jujur. Walau tertahan, pada akhirnya keluar juga yang ingin dikatakan.


"Ke, aku seneng kamu udah nelepon aku. Aku cuman mau bilang, I love you so much. Still and still, and forever." ujar Matias saat Kezia sebetulnya sudah memutuskan hubungan telepon tersebut. Sepertinya Matias kebanyakan melamun sampai dirinya tak sadar tengah berbicara dengan nada dering.


Bip... Bip... Bip...


Seusai mengucapkan kata-kata tersebut, Matias menenggak habis botol minuman bersoda tersebut. Botolnya ia remas-remas saking kesalnya. Ia merutuki kejadian saat bermain moba bersama Darius dan Hendy tersebut. Kenapa ia keceplosan bicara ke Darius? Darius juga keterlaluan. Seperti tak ada bahan saja untuk membalas kata-kata umpatan nan penuh candaan Matias tersebut.


Eh, tapi tunggu sebentar. Mungkin Matias masih memiliki kesempatan untuk berpacaran kembali dengan Kezia. Kezia mendadak meneleponnya. Kezia masih ber-aku-kamu. Lalu, Kezia seperhatian itu ke Matias. Sudah beberapa hari ini, mungkin sudah semingguan juga, Matias tak mendengar mulut bawel Kezia. Ah, rindunya!


*****

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mengikuti RAINY COUPLE hingga sejauh ini! Jangan lupa like, vote, dan share nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


__ADS_2