Rainy Couple

Rainy Couple
[SEASON 2, EPS 12] Martin Jumpa Matias di Restoran Manado


__ADS_3

...Sanza Soleman - Nyong Manis...


...Sio Tuhan kalo trada yang punya...


...Tolong kasih jodoh kita deng dia...


...Sio Tuhan kalo trada yang punya...


...Kita siap susah sanang deng dia...


Martin kembali ke restoran Manado itu lagi. Tak banyak yang tahu restoran Manado ini. Tidak terlalu besar, namun tak terlalu kecil pula. Dulu restoran Manado ini langganan almarhum ayahnya Kezia. si empunya restoran sahabat ayahnya Kezia sedari zaman keduanya masih SMA.

__ADS_1


Tampaknya, siang ini, restoran Manado ini agak ramai. Buktinya, di depan Martin, sudah ada seorang ibu bertubuh agak gendut dan berambut keriting sedang memilih-milih makanan yang hendak dipesannya.


"Sabar, Martin, sabar," ujar Rio, salah seorang pelayan di sana, yang kelihatannya begitu akrab. "Torang pe tangan jo bua."


"Jo jodoh torang tunggu." ucap Martin nyengir, yang mulutnya mengeluarkan air liur saat menatap makanan-makanan yang tersaji di dalam rak. Restoran Manado itu memang menyajikan hidangan demi hidangannya secara prasmanan. "Ini torang jo tunggu ngana layani saya, masa torang tra sabar?"


"Masih baharap deng Kezia itu, ngana?Sebrenti ngana kejar-kejar orang pe maitua. Depe paitua, dia." kata Rio geleng-geleng kepala, gemas.


"Dang sudah. Jo selesaikan ibu ini pe pesanan, kong ladeni ngana." protes Martin yang mulai kesal. Martin begitu kesal dengan ulah temannya itu yang usil sekali mengusik kehidupan dia.


"Ngana mau pesan apa?" tanya Rio yang memaksakan diri untuk tersenyum. Kelihatan sekali begitu lelahnya siang ini. Hanya ada lima orang pelayan di restoran Manado ini. "Kalo torang boleh kasih saran, jo lupakan Kezia itu. Depe paitua, dia itu. Jang main api, Martin."

__ADS_1


Martin sok sekali, tidak mendengarkan kata-kata Rio tadi. Ia malah lebih memperhatikan setiap hidangan di rak. Martin coba mengingat-ingat apa saja yang diminta Thalia untuk beli. Oh, Martin ingat, tadi Thalia minta dibelikan ayam woku, ikan cakalang suwir, dan sayur singkong pepaya. Eh, babi rica ini sepertinya enak sekali. Akan tetapi, yang satu itu tidak ada di dalam daftar pesanan yang diminta Thalia beli. Apa Martin beli saja dari uang di dompetnya yang sudah menipis sekali? Sudah lama sekali Martin tidak mencicipi menu babi rica.


"Hey," Rio menyambit Martin dengan kertas pembungkus berwarna coklat. "Su tuli ngana ini, kah?"


Martin pura-pura tidak menghiraukan kata-kata Rio tadi, khususnya yang tentang Kezia. Ia mengalihkan perhatian Rio dengan menyebutkan, "Jo pesan ini, ayam woku, ikan cakalang suwir, sama sayur singkong pepaya. "


"Oh, kwa bagitu ngana pe permainan," ucap Rio berdecak.


Sekonyong-konyong pintu restoran Manado itu terbuka. Ada pelanggan yang mendatangi Restoran Kita Pe Minahasa. O, oh,... ternyata yang datang adalah Matias, pacar dari perempuan yang tadi disebut-sebut Rio. Mendadak saja hawa di dalam restoran itu mulai memanas.


"Matias, k-kwa tumben ka sini," ujar Martin gugup.

__ADS_1


"Eh, elo ini sepupu jauhnya Kezia, kan?" tanya Matias mengernyitkan dahi.


"Ke-kezia? Oh, maksudnya Celine, kah?" Martin pura-pura bodoh, rupanya.


__ADS_2