
Walau masih sekolah dasar, kelulusan tetaplah kelulusan. Murid-murid SD Fransiskus tetap sama seperti kakak kelasnya. Saat dinyatakan lulus, mereka girang segirang-girangnya.
Matias menghampiri Riefky yang baru saja menerima amplop dari Ibu Sofia, wali kelas 6B. Dari ekspresi Riefky, Matias sudah mengetahui apakah Riefky lulus atau tidak.
Riefky nyengir. "Lulus, Yas,"
"Gue bilang juga apa, pasti lu lulus. Selamat yah, Ky. Betewe, lu jadinya ngelanjutin ke SMP Fransiskus?" Matias menepuk pundak Riefky, ikut nyengir pula.
Riefky mengangguk. "Iya, Yas, gue masih ke Fransiskus juga. Kalo lu sendiri gimana? Apa ada rencana pindah sekolah?"
"Gue udah bilang ke ortu gue, gue mau pindah ke SMP Mandala abis lulus SD. Selain lebih dekat sama rumah, gue pengen bisa sering-sering ngejajal lapangan futsal di sana."
"Eh, gue denger ada artis di SD Mandala. Gosipnya dia bakal ngelanjutin ke SMP Mandala."
"Cowok atau cewek?"
"Katanya sih cewek. Dia dulu suka tampil di beberapa FTV. Pernah nonton "Mahkota Hati" nggak? Kalo gak salah, dia tampil sebentar di sana."
"Gue nggak hobi nonton sinetron, Ky." Matias terkekeh-kekeh. "Eh, tapi, cakep nggak sih dia?"
__ADS_1
"Kalo buat gue yah, wajahnya manis banget. Gak bosen, deh, mandangin wajahnya." jawab Riefky terkekeh-kekeh. "Kalo cewek aja, langsung cepet lu, yah."
Matias hanya ikut terkekeh-kekeh juga. Dia memilih untuk tak menjawab kata-kata Riefky yang barusan.
"Matias, gue bakal kangen sama lu. Enam tahun kita sahabatan, eh akhirnya kita berpisah." Riefky berusaha untuk tidak menangis.
Matias pun sama, meskipun bola matanya sedikit berkaca-kaca. "Yah, namanya juga ada perjumpaan, ada perpisahan."
Riefky menepuk bahu Matias. "Sok bijak lu, ah. Udah kayak Lao Tze Surya aja." Lao Tze Surya adalah nama guru bahasa Mandarin.
Matias tertawa terbahak-bahak. Di saat seperti itulah, laki-laki itu merasa ada yang menghampirinya. Refleks saja dia menoleh ke belakang punggungnya. Ternyata itu Shanelle.
Shanelle menyodorkan tangan untuk berjabat tangan. "Selamat, Matias. Dan, nggak nyangka aja gue bakal kangenin lu ke depannya."
"Emang lu mau ke mana? Ada rencana pindah sekolah juga?" tanya Matias nyengir, juga mengernyitkan dahi.
"Lu nggak tahu, Yas, katanya Shanelle bakal nyusul kakaknya ke Surabaya." Malah Riefky yang menjawab.
__ADS_1
"Seriusan? Lu bakal pindah ke Surabaya?" Matias berusaha mengkroscek. "Kakak lu--kalo nggak salah--sekolah di SMP Petra 2, kan?"
"Iya, di sana gue bakal ngelanjutin ke sekolah." jawab Shanelle nyengir. "Ada yang mau disampein, nggak, ke kakak gue? Lu masih ada rasa kan sama dia?"
Matias tertawa. Riefky juga ikut tertawa, yang diikuti oleh Shanelle. Lalu, sekonyong-konyong Jeje menghampiri.
"Nggak nyangka, yah, kita bakal pisah. Gue kira kita bakal tetap sahabat juga di SMP Fransiskus." ujar Jeje yang begitu tersedu-sedan. Jeje langsung memeluk Shanelle.
"Apaan sih, lu, Je? Lebay, ah. Nanti kan bisa kontak-kontakan di Facebook." tegur Shanelle nyengir.
"Nggak ada lagi teman ngegosip terbaik gue. Yang bisa gue becandain sampe marah-marah nggak jelas, nggak bakal ada lagi." Jeje masih tetap memeluk Shanelle.
Riefky dan Matias tertawa terbahak-bahak. Shanelle ikut meledak dalam tawa juga. Sementara Jeje, perempuan itu menangis sekaligus tertawa.
🔂🔂🔂🔂🔂
Matias melihat lagi foto Line Julia tersebut. Hanya karena melihat foto tersebut, Dia teringat dengan masa lalunya, tepatnya saat kelulusan SD.
Seingat Matias, mereka memang masih tetap menjalin komunikasi melalui Facebook. Namun, hingga suatu hari, Shanelle menutup akun Facebook-nya. Jeje mendadak jadi dingin, hingga akhirnya memblokir Matias (yang hingga detik ini Matias masih penasaran alasannya kenapa). Sementara Riefky, teman bermain PS Matias itu pun harus berpulang di usia ABG. Kabarnya, Riefky terjatuh dari mobil bak terbuka saat tengah asyik nge-beman.
__ADS_1
"Shancil, Shancil, wajah lu kayaknya nggak mengalami perubahan, yah? Gue gak nyangka, gue bisa sekangen ini sama lu, Shan." Matias memandangi foto Julia dan perempuan-terduga-Shanelle itu dengan cengiran lebar dan mata berkaca-kaca.