Rainy Couple

Rainy Couple
Tobias Kristo


__ADS_3


Kezia kaget, juga kesal. Ternyata, memang sejak awal tujuan Kezia diajak jalan-jalan ke Singapore itu demi tujuan tersebut. Thalia memang sengaja ingin mengenalkan Kezia ke adik temannya yang bernama Tobias tersebut.


Rumah Cindy tak jauh dari patung Merlion yang terkenal itu. Itu, loh, patung ikan berkepala singa yang mengeluarkan air dari moncongnya. Lalu, seperti kebanyakan warga di sana, sudah pasti Cindy tinggal di apartemen--di lantai yang jauh dari tanah. Kita harus naik lift dulu karena Cindy tinggal di lantai 7.


"Kakak kenapa nggak bilang?" dengus Kezia kesal. "Aku kira kita bakal menginap di hotel."


"Mahal, Zia, biayanya." jawab Thalia sekenanya, terkekeh-kekeh.


Kezia menghela napas, juga memutar bola mata. Yang di pikiran Kezia, bagaimana cara mengatakan bahwa dirinya sudah punya pacar ke Tobias. Kezia takut nanti Tobias akan mengira dia mem-PHP-kan Tobias. Lebih baik Kezia segera jaga jarak dan membuat batasan daripada ribut yang tak jelas.

__ADS_1


Thalia langsung merangkul Kezia. Kakak nomor duanya itu sok memijat bahu Kezia. Katanya, "Udah, jangan tegang gitu. Nanti kalo kamu udah kenal Toby ini, Kakak yakin kamu bisa move on dari si berandalan Matias itu."


"Matias bukan berandalan, Kak," bantah Kezia


"Ah, itu mungkin karena kamu udah kehipnotis dia. Udah gak bisa lihat lagi sisi jahatnya dia." ujar Thalia yang tak kalah sengit.


Sebelum Kezia melanjutkan argumentasinya, Lucy sudah berdeham. "Hey, udah. Jangan ribut lagi. Dan, kamu, Kezia, terima dulu aja saran Thalia. Lagian, temenan dulu kan bisa. Kalau kamu gak sreg, sedikit jauhi. Kalau dia nanti nembak kamu, tinggal tolak. Gampang, kan?"


Untung di dalam lift, hanya ada mereka bertiga. Kalau tidak, Thalia tak akan mungkin bisa seganas tersebut. Thalia kan orangnya gengsi.


Ting!

__ADS_1


Lift terbuka. Mereka bertiga telah sampai di lantai tujuh. Di depan mereka, sudah menunggu ibu dan anaknya yang masing-masing mengenakan masker, yang sama seperti ketiga bersaudara itu kenakan (sama-sama hijau, maksudnya).


Mereka bertiga langsung mencari apartemen 714. Tak butuh waktu lama, apartemen 714 langsung mereka temukan. Ada hiasan pintu bergambar sepasang burung merpati di pintunya. Kezia suka melihatnya. Lucy nyengir melihatnya. Dan, Thalia geleng-geleng kepala sambil menekan bel.


Seorang laki-laki berpakaian lusuh keluar. Rambutnya masih awut-awutan. Tampak masih ada kotoran di pelupuk matanya, yang di balik kacamata bulatnya.


"Tobias, yah?" tanya Thalia. Untung Thalia sudah melihat foto Tobias lebih dahulu. Dari ketiganya, memang hanya Thalia yang mengenali Tobias. Tobias itu kan adik Cindy--dan Cindy itu teman SMA Thalia. Aneh jika Lucy atau Kezia yang mengenali Tobias lebih dahulu.


Tobias mengangguk. "Yes. And--" Laki-laki itu langsung berinisiatif untuk mengganti bahasa yang dia gunakan agar terlihat lebih bersahabat. "Temannya Kak Cindy, kan? Anyway, Kak Cindy sedang pergi ke rumah sakit bareng Bang Jordy. Aurel sakit."


"Well, masuk dulu," kata Tobias tersenyum ramah. "By the way, yang namanya Kezia yang ini yah?" Dia menunjuk ke arah Kezia yang mengikat rambutnya dan mengenakan topi kuning.

__ADS_1


Thalia tertawa. "Wah, kayaknya jodoh nih, yah. Baru pertama kali ketemu, yang laki-lakinya sudah main tunjuk calon tunangannya."


Kezia salah tingkah. Kaget iya, kesal iya, bingung iya. Dan, sejujurnya Kezia sedikit terpesona dengan wajah Tobias. Di mata Kezia, Tobias sangat memenuhi kriteria cogan (baca: cowok ganteng).


__ADS_2