Rainy Couple

Rainy Couple
Matias Bimbang


__ADS_3


Matias membawa sekotak martabak keju. Kali ini ia sengaja mengendap-ngendap maauk ke dalam kamar. Ia takut ketahuan ibunya. Pasti ibunya akan minta bagian.


Bukannya pelit, namun kali ini saja Matias ingin makan seloyang martabak keju tanpa harus berbagi dengan orang rumah. Juga, dia ingin makan seluruhnya dengan penuh penghayatan. Maksudnya.....


.....


Matias menyalakan laptop. Sembari menunggu, dia ambil sepotong. Dia makan itu sambil melihat foto Kezia. Foto ini Matias ambil saat itu. Itu sebelum ayah Kezia meninggal. Saat itu, mereka merayakan momen tahun baru dengan berada di Summarecon Mal Serpong. Matias iseng mengambil gambar Kezia yang tengah menikmati gelato secara candid. Lucu juga, cara makan Kezia itu. Perempuan lain belum tentu seperti Kezia ini.


Aplikasi Webcam segera dinyalakan. Semoga saja Kezia tengah online. Sekonyong-konyong Matias teringat dengan Nabilah, cinta lamanya. Dia tertawa sendiri saat mengingat kembali peristiwa itu. Ada angin apa, Nabilah menyarankan itu. Bagi Matias, hati itu bukan mainan belaka. Dia tak sejahat itu untuk menjalankan ide pacar pura-pura tersebut.

__ADS_1


Matias menghela napas. Kezia belum menunjukan tanda-tanda tengah online. Laki-laki itu memutar bola matanya. Jantungnya berdegup kencang sekali. Perlahan dia ganti melihat foto Nabilah saat dirinya berada di Rainbow Caffee. Iseng saja dia mengedit foto, sehingga foto Nabilah dan Kezia menjadi satu. Di antara kedua perempuan itu, Matias membubuhkan sebuah tulisan yang berbunyi, "Which should I choose?"


Keduanya sama-sama berharga, sebetulnya. Matias tak menyangkal bahwa Nabilah memang pernah masuk ke dalam hidupnya. Idola sekolah yang sukses menghiasi hari-hari ABG-nya yang kesepian karena kedua orangtuanya bekerja di Jepang. Matias yang sehari-harinya hanya ditemani pembantu dan supir pribadi itu jadi sangat bergairah dalam menjalani hidup semenjak dirinya makin dekat dengan Nabilah. Kalau kata anak Milenial, itu nge-bucin. Tapi, bagi Matias, itu bukan nge-bucin. Baginya, itu sebuah perjuangan dan pengorbanan cinta yang dirinya tak akan pernah sesali.


Pun, begitu dengan Kezia. Sejak Nabilah main pergi begitu saja ke Jepang, Matias kembali tak bersemangat. Morfinnya sudah pergi, yang pada saat itu, Matias dengan gegabah sempat memiliki hasrat untuk menyusul Nabilah, dan mengobrak-abrik seluruh Jepang sampai Nabilah diketemukan. Untungnya Matias urung. Niat itu diurungkan sejak berjumpa dengan Kezia secara selintas.


Haha.....


Hampir saja Matias tersedak. Matias sontak teringat saat dirinya menembak Kezia di depan Gading Media. Dia bermain gitar, yang sebelumnya tak mahir dikuasainya. Semata-mata demi Kezia, seorang gadis SMA yang membuatnya tergila-gila, dirinya memainkan lagu Kahitna tersebut.


Setelah segala sesuatunya sudah diurus, Matias makin memantapkan hatinya untuk melanjutkan studi ke Jepang. Sebentar lagi rumah mewah ini akan kosong. Tak sepenuhnya kosong. Karena, salah satu saudara Matias akan menempati rumahnya Yah, daripada rumah itu dijual--atau jadi rumah hantu (Hiiy!).

__ADS_1


"Yas," ujar Tagor, sepupu Matias yang baru datang dari Pematang Siantar. Kabarnya, Tagor akan berkuliah di salah satu kampus swasta di Jakarta. Daripada indekos, dan Matias juga akan menyusul kedua orangtuanya ke Jepang, lebih baik rumah itu diserahkan untuk sementara waktu ke Tagor.


"Hmm....." Matias hanya berdeham, karena sibuk packing.


"Nanti sampaikan salam aku ke Tulang, yah." kata Tagor yang beringsut lebih dekat. "Mau kubantu, tidak?"


"Beres, Bang Tagor. Udah, aku bisa sendiri. Nanti rumahku dijagain baik-baik, yah. Jangan dibikin yang aneh-aneh." canda Matias nyengir lebar.


Meledaklah tawa Tagor. Dia mengacak-acak rambut adik sepupunya tersebut. "Bah! Aku tak senakal itu, Matias. Bisa-lah aku menjaga amanah."


"Kirain."

__ADS_1


Matias lalu sedikit termenung. Rasanya dirinya tak sabar untuk segera menyusul kedua orangtuanya. Juga, di benaknya muncul bayangan wajah Nabilah. Nanti, begitu sampai di Tokyo, dia akan aktif mencari keberadaan Nabilah. Tak mudah, walau tak sulit juga. Dengan nama 'Nabilah Angela Siregar' dan wajah yang kearaban, pasti itu sedikit membantu pencarian Matias.


Ponsel Matias berdering. Bagai mendapatkan teguran dari Tuhan, ternyata itu pesan dari Kezia.


__ADS_2