Rainy Couple

Rainy Couple
Haruskah?


__ADS_3

Mahen - Pura-Pura Lupa


Pernah aku jatuh hati


Padamu sepenuh hati


Hidup pun akan ku beri


Apapun kan ku lakui


Tapi tak pernah ku bermimpi


Kau tinggalkan aku pergi


Tanpa tahu rasa ini


Ingin rasa 'ku membenci


Tiba-tiba kamu datang


Saat kau telah dengan dia


Semakin hancur


Hatiku


Jangan datang lagi cinta


Bagaimana aku bisa lupa


Padahal kau tahu keadaannya


Kau bukanlah untukku


Jangan lagi rindu cinta


Ku tak mau ada yang terluka


Bahagiakan dia aku tak apa


Biar aku yang pura pura


Lupa


Oooh oooh oooh oooh...


Tiba-tiba kamu datang


Saat kau telah dengan dia


Semakin hancur


Hatiku


Jangan datang lagi cinta


Bagaimana aku bisa lupa


Padahal kau tahu keadaannya


Kau bukanlah untukku


Jangan lagi rindu cinta


Ku tak mau ada yang terluka

__ADS_1


Bahagiakan dia aku tak apa


Biar aku yang pura pura


Lupa


Jangan datang lagi cinta


Bagaimana aku bisa lupa


Padahal kau tahu keadaannya


Kau bukanlah untukku


Jangan lagi rindu cinta


Ku tak mau ada yang terluka


Bahagiakan dia aku tak apa


Biar aku yang pura pura


Lupa


Bahagiakan dia aku tak apa


Biar aku yang pura pura


Lupa



(Headset ala DJ seperti yang tengah dikenakan oleh Youtuber sekaligus gamer, MiawAug)


Begitu dimarahi ibunya habis-habisan, Matias kembali masuk ke dalam kamarnya dengan cengengesan. Namanya juga anak muda (apalagi usia Matias masih di bawah tiga puluh). Yah, itu, masih suka masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.


Yang tadi itu, apa Nabilah itu serius? Baru kali ini Matias ditembak perempuan. Biasanya kan inisiatif menembak itu datangnya dari pihak laki-laki. Tapi ini perempuan, dan perempuan itu perempuan yang dulu meninggalkannya begitu saja.


Matias belum memberikan jawaban. Ibunya sudah bangun dan memanggil-manggil namanya dengan suara keras. Ibarat karma, Matias membalaskan apa yang telah dilakukan oleh Nabilah dulu. Dulu Nabilah meninggalkan Matias tanpa kepastian. Ditinggal saat lagi sayang-sayangnya. Kini Matias membalas perlakuan Nabilah tersebut. Dirinya meninggalkan panggilan telepon Nabilah yang butuh jawaban segera: bisa atau tidak Matias menjadi pacar pura-pura?


"Shit!" rutuk Matias. Dia coba berpikir positif. Mungkin ponsel Nabilah tengah mati. Pesan itu belum terkirimkan juga. Beberapa kali ditelepon, Nabilah tak kunjung mengangkat.


"Eh, tapi kenapa gue malah heboh sendiri gini?" desis Matias. "Nabilah itu siapa gue sih? Dia dulu juga udah ninggalin gue tanpa kepastian. Sekarang kalau gue cuekin aja, itu hak gue. Masalah gue juga sama Kezia."


Ponsel Matias berdering. Ada e-mail masuk. Dari seseorang yang dicintai Matias yang sekarang tengah berada di Singapore. Dari Kezia.


👧 Matias, yang tadi itu aku minta maaf, yah. Aku gak tahu dia itu teman kamu. Dan bukannya sebelum berangkat ke Singapore, ini udah jadi bahan pembicaraan kita, yah? Sori banget, yah. Gak ada maksud nyalahgunain kepercayaan kamu.


Matias lumayan terenyak. Dia bingung apakah harus dijawab atau tidak. Aduh, dari bahasa Kezia, mendadak Matias merasa bersalah. Justru Matias yang coba menduakan Kezia. Tiba-tiba saja dirinya terbuai dengan masa lalu. Ditembak oleh Nabilah, Matias merasa separuh dunia sudah digenggamnya. Isi doanya sudah dijawab Tuhan.


Tangerang, 10 Agustus 2009


Mengapa seperti ini?


Bibirku selalu saja kelu


Bagaikan bibir ini sudah dilem saja


Berkali-kali seperti itu


Padahal aku sering bertemu kamu


Nabilah...


Kamu itu...

__ADS_1


Apa yang aku harus bilang?


Sulit kuutarakan dengan kata dalam bahasa manapun


Kamu cantik, iya


Senyuman manis, iya


Kusuka lihat rambut panjangmu berderai-derai


Dada ini bergetar-getar dahsyat


Tuhan,


mengapa sulit menyatakan cinta?


Dia berada di dekatku melulu


Ingin rasanya kunyatakan


Namun sedikit pun tak bisa keluar


Mengapa seperti ini?


Satu kalimat


Tiga kata


Sulitnya minta ampun


Nabilah,


aku sungguh mencintaimu!


Sekonyong-konyong puisi tadi melintas di benak Matias. Puisi yang seharusnya diberikan Matias ke Nabilah. Saat itu Matias pikir, jika sulit menyatakan langsung, katakanlah itu melalui puisi (begitulah kelakar Bu Retno, guru Bahasa Indonesia saat Matias SMP). Puisi sudah dibuat. Menyampaikannya yang sulit. Bukan tak mau usaha, tapi itu dia, sekujur tubuh Matias sekonyong-konyong menjadi kaku tiap hendak menjalankan niatnya.


Padahal, saat itu, Nabilah sering berada di dekat Matias. Sering main playstation bareng. Sering belajar bareng. Sering nge-bakso bareng. Sering bareng-bareng lainnya. Tapi, tetap saja hanya menjadi wacana di dalam kepala Matias.


🔁🔁🔁🔁🔁


Jantung Matias berdebar-debar. Semangkok bakso itu dibiarkan begitu saja. Dirinya terus menatap Nabilah secara tak wajar. Cantiknya teman sekelasnya ini. Pokoknya ia harus bilang, walau bibir ini seperti sulit terbuka.


Nabilah, lihat ke sini, bentar aja lihat ke arah gue. Ada yang gue mau bilang sama lu. Tengok dulu ke arah gue barang lima detik, Nabilah, batin Matias meraung-raung kencang.


Apa ini namanya? Matias jadi kaget sendiri. Doanya terkabulkankah? Sontak Nabilah menengok ke arahnya. Gadis itu tersenyum manis ke arahnya. Amboi, cantiknya Nabilah itu. Pantas Nabilah menjadi idola di kelas tujuh.


"Abisin, Yas," ujar Nabilah yang tampak kepedasan. "Apa mau gue suapin?"


"Ng-ng-nggak usah, gu-gu-gue bisa sendiri," Matias segera menusuk salah satu baksonya dan mengunyahnya.


"Hahaha,..... biasa aja-lah. Lucu lu, yah?!" sahut Nabilah. "Eh, Yas, main ke rumah lu abis ini. Lanjutin lagi Harvest Moon-nya."


"Boleh. Eh, lu yang bayarin yah? Ntar gue ganti. Terus nanti ajarin gue dong. PR Matematika tadi susah banget. Gue gak nangkep-nangkep."


"Beres dah. Tapi nanti ajarin gue bahasa Jepang lagi, yah, Yas."


🔁🔁🔁🔁🔁


Kepala Matias memutar kejadian saat dirinya dan Nabilah tengah berada di kantin sekolah. Selalu seperti itu. Peluru cinta sudah siap ia gelontorkan, begitu Nabilah menengok, buyar sudah.


Sekarang pun sama. Bedanya dengan yang dulu, tak mungkin Matias utarakan. Matias sudah memiliki pacar. Sudah ada Kezia. Nabilah hanyalah masa lalu, walau bayangan demi bayangan masa lalu terus menyeruak di pikiran Matias.


Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Baru Matias pikirkan, orangnya sudah mengirimkan pesan.


👱 Sori, Yas. Mendadak low-bat. Gimana? Mau gak? Yang soal pacar pura-pura itu?

__ADS_1


Aduh, Matias harus balas apa? Kasihan Kezia. Atau begini saja, Matias terima saja dulu, nanti Kezia diberitahukan mengenai rencana pacaran pura-pura dengan Nabilah tersebut. Maukah Kezia menyetujuinya? Aduh, pusing sekali kepala Matias.


__ADS_2