
Kedua orang di dalam mobil itu kini saling terdiam. Hanya suara tangis Rayya yang masih tersedu. Sementara dering telepon dari ponsel Rayya dan Ramadhan saling bersahutan sejak tadi tak juga berhenti.
Ddrrtt ddrrtt
Rayya segera melihat ponselnya, dan dia melihat Daddy nya yang saat ini sedang menghubunginya. Rayya kembali menyeka air matanya lalu mengangkat panggilan telepon Daddy nya.
" Assalamualaikum, Dad ..." Tangis Rayya kembali pecah saat mengangkat panggilan telepon dari Gavin.
" Waalaikumsalam, Baby. Baby ada di mana sekarang? Apa yang pria breng sek itu lakukan kepada Baby? Kasih tahu Daddy apa yang sudah dilakukan orang itu pada Baby hingga membuat Baby menangis?" Gavin seketika panik saat mendengar tangis Rayya, karena dia sudah membayangkan perihal buruk menimpa putri kesayangannya itu.
" Dad, tolong jemput Rayya. Rayya mau pulang." Rayya yang mengira Daddy nya itu sudah tahu jika Ramadhan membawanya pergi dari Azzahra, meminta agar Gavin menyusulnya, karena dia tidak mungkin kembali ke gedung tempat acara pertunangan Ramadhan dan Farah, walaupun Mommy nya masih ada di sana.
" Oke, Baby. Baby ada di mana sekarang? Daddy akan menyusul ke sana. Apa pria breng sek mencelakai Baby? Apa pria breng sek itu berbuat macam-macam kepada Baby?" Gavin masih saja mencemaskan Rayya.
" No, Dad." Rayya menyangkal kalau Ramadhan telah berbuat sesuatu yang menyakitinya. " Daddy tolong jemput Rayya di hotel Daddy dekat gedung acara pesta itu." Rayya meminta Gavin untuk menjemputnya di hotel milik Gavin yang kebetulan berjarak sekitar satu kilometer dari gedung diadakan pesta petunangan.
" Daddy berangkat sekarang, Baby. Ini Daddy sudah dimobil. Baby jangan putuskan sambungan teleponnya, tetap terhubung dengan Daddy, ya!" Gavin yang begitu mencemaskan Rayya tak ingin memutuskan penggilan teleponnya.
" No, Dad. Daddy harus konsentrasi menyetir." Rayya merasa keberatan jika Daddy nya harus mengendarai mobil dengan menelepon apalagi malam hari.
" Ya sudah, kalau ada apa-apa cepat hubungi Daddy. Dad akan segera ke sana."
" Iya, Dad. Assalamualaikum ...."
" Waalaikumsalam ...."
Setelah panggilan telepon dengan Daddy nya terputus, Rayya segera meminta Ramadhan untuk mengantar dia ke hotel Gavin.
" Tolong Kak Rama antar aku ke hotel Daddy ku. Setelah itu Rayya mohon Kak Rama kembali ke acara pertunangan. Jangan bikin malu keluarga besar Kak Rama. Dan tolong jangan libatkan Rayya dalam hal ini. Rayya mohon, Kak." lirih Rayya memohon kepada Ramadhan agar bertindak dengan berpikir yang jernih dan tidak bertindak gegabah.
Ramadhan menarik nafas berat, dia benar-benar sangat kacau saat ini.
Ddrrtt ddrrtt
Telepon Ramadhan kembali berbunyi, namun pria itu tak juga mengangkat panggilan yang saat ini berasal dari Ricky.
" Kak, tolong angkat teleponnya, bilang kalau Kakak akan kembali ke sana. Mereka pasti akan cemas dengan tindakan Kak Rama saat ini." Rayya mencoba menasehati Ramadhan. Dia juga bisa melihat pria di samping nya saat ini sedang dalam keadaan kacau. Ada rasa kasihan di hatinya melihat Ramadhan seperti ini.
Akhirnya Ramadhan menuruti apa yang diminta oleh Rayya untuk mengangkat telepon dari Ricky.
" Assalamualaikum, Pa."
" Kamu di mana, Rama? Jangan bikin malu keluarga! Cepat kembali ke sini!" Ricky nampak murka hingga dia tidak menjawab ucapan salam yang diucapkan Ramadhan.
" I-iya, Pa. Tut ... tut ... tut ..." Suara telepon terputus langsung terdengar saat Ricky langsung menutup panggilan telepon sepihak.
Setelah mengakhiri panggilan telepon dengan Ricky, Ramadhan pun segera mengantar Rayya ke hotel seperti yang diminta oleh Rayya, sedangkan dia sendiri segera kembali ke gedung acara pertunangan dirinya.
***
Anindita terus menangis dalam pelukan Kirania saat mengetahui ulah Ramadhan yang kabur meninggalkan pesta pertunangan. Sedangkan Azzahra diminta Gavin untuk segera meninggalkaan acara itu untuk segera menemui Rayya di hotel miliknya.
Ricky dan Dirga sendiri nampak serius dengan perbicaraannya.
" Mama nggak menyangka Rama akan bertindak senekad ini, Pa." Anindita mengeluhkan sikap putranya itu kepada Ricky.
" Mbak Anin yang sabar. Mungkin Rama memang sedang bimbang hatinya. Aku yakin, Rayya akan bisa menasehati Rama." Kirania yang sudah mendengar cerita yang terjadi antara Ramadhan dan Rayya dari sang suami meminta Anindita bersikap tenang.
" Anakmu terlalu ceroboh mengambil keputusan, Rick!" Dirga langsung mengomentari. " Dia terburu-buru mengambil keputusan padahal dia sendiri belum yakin dengan hatinya," lanjut Dirga.
Ricky hanya mendengus kasar, sepertinya kepalanya seakan mau pecah menghadapi kelakuan putra pertamanya itu.
" Apa Rama akan membatalkan pertunangannya, Abang?" Kirania bertanya kepada suaminya.
" Sebaiknya dia tidak membatalkan pertunangannya ini. Nama baik keluarga dipertaruhkan di sini!" Dirga memberikan pendapatannya hingga semua orang menoleh ke arahnya.
__ADS_1
" Akan menjadi kabar yang tak sedap jika Rama memutuskan membatalkan pertunangannya sekarang. Itu akan menjadi makanan empuk para pencari berita. dan akan mencoreng nama baik Angkasa Raya, Rama dan Farah sendiri," sambung Dirga.
" Tapi kasihan Rama, Abang. Abang sendiri pernah merasakan bagaimana harus menjalani ikatan pernikahan dengan orang yang tidak Abang cintai." Kirania mengingatkan pengalaman yang pernah dilalui oleh suaminya itu.
" Masalah aku dengan Rama berbeda, Sayang. Aku hanya kasihan dengan putri dari Gavin jika Rama memutuskan pertunangannya sekarang. Orang pasti beranggapan jika Rayya lah yang menjadi penyebab gagalnya acara ini. Rayya tidak bersalah, dia selama ini sudah terluka dengan sikap Rama. Jangan ditambah dengan menyakitinya lagi saat ini."
" Lalu Abang akan membiarkan saja Rama melanjutkan pertunangannya dengan Farah?" tanya Kirania.
" Untuk sementara biarkan seperti itu. Beri waktu semuanya mereda. Setelah itu kita lihat bagaimana Rama bisa memberi pengertian kepada Farah, dan bisa mengambil keputusan untuk mengakhiri pertunangannya dengan Farah." Dirga memberitahu rencananya.
" Tapi bagaimana jika Farah tidak mau, Abang?" tanya Kirania kembali.
" Aku berharap Rama bisa mengatasi itu," sahut Dirga.
" Permisi, Pak Ricky. Mas Rama sudah datang." Seseorang mengabari jika Ramadhan telah kembali, dan tak lama Ramadhan memasuki ruangan di mana keluarga Dirga dan Ricky berkumpul.
" Assalamualaikum," Ramadhan berjalan masuk dengan menundukkan kepalanya.
" Bikin malu keluarga kamu!" Ricky yang benar-benar emosi tidak dapat mengontrol emosinya hingga sebuah pukulan melayang ke wajah Ramadhan.
Buugghh
" Asataghfirullahal adzim ...!"
Anindita dan Kirania memekik bersamaan, sedangkan Dirga segera menahan tubuh Ricky agar tidak menyerang Ramadhan kembali.
" Apa kamu ingin membunuh Papa dan Mamamu, Rama?!" geram Ricky kembali.
" Rick, sabar!" Dirga mencoba menenangkan Ricky yang sangat marah.
" Pa, istighfar, Pa ..." Anindita semakin menangis tersedu-sedu melihat suaminya itu memukul Ramadhan. Dia kini berlari ke arah Ricky dan memeluk suaminya itu. Selama ini dia tidak pernah melihat suaminya itu menggunakan kekerasan dalam setiap tindakannya, tapi kali ini Ricky benar-benar telihat murka dan tak terkendali.
" Mas, Mas Rama ..." Farah yang mengetahui kedatangan Ramadhan langsung masuk ke dalam ruangan di mana keluarga Ramadhan berkumpul.
" Mas kamu dari mana, sih? Aku itu cemas karena kamu diam-diam meninggalkan pesta ini," keluh Farah lalu memeluk Ramadhan.
" Farah, sebaiknya kau duduk lebih dulu. Ada yang ingin kami sampaikan." Dirga menyuruh Farah untuk duduk karena hal yang ingin dikatakan Ramadhan pasti akan menyakiti hatinya.
" Ada apa, Om?" tanya Farah cemas, dia sudah menduga jika hal yang akan dikatakan oleh keluarga Ricky tidaklah mengenakan untuknya.
" Farah, kamu tahu apa yang baru saja dilakukan pria bo doh ini? Karena sikap plin plan nya dia membuat kacau acara ini." Dirga yang menjadi juru bicara keluarga Ricky, karena Ricky saat ini masih dikendalikan oleh emosinya.
" Pria bo doh ini masih ragu dengan hatinya tapi memilih keputusan yang tidak dipikirkan terlebih dahulu dampaknya akan seperti apa," lanjut Dirga kembali.
" Apa Mas Rama akan membatalkan acara pertunangan ini, Om?" tanya Farah seraya menoleh ke arah Ramadhan.
" Maafkan aku, Farah." sesal Ramadhan.
Farah langsung melelehkan air matanya mendengarkan ucapan Ramadhan.
" Farah, Om yakin kamu adalah wanita yang baik. Om juga tidak mengijinkan Rama membatalkan pertunangan ini sekarang. Nama baik kalian berdua akan dipertaruhkan di sini. Sementara ini lanjutkan acara kalian. Kita selamatkan acara malam ini terlebih dahulu. Selanjutnya kita akan bicarakan lagi setelah malam ini." Dirga menepuk pundak Farah. " Rapihkan riasanmu, kita akan segera mulai acaranya." Dirga menyuruh Farah bersiap untuk melanjutkan acara pertunangan.
***
Azzahra tiba lebih dahulu di hotel milik Gavin sebelum Rayya sampai ke sana. Setelah Rayya turun dari mobil Ramadhan, Azzahra yang sengaja menunggu di lobby segera membawa putrinya itu ke ruangan kerja Gavin dan menunggu Gavin di sana.
" Baby, Baby kau tidak apa-apa?" Gavin saat memasuki ruang kerjanya langsung memeluk putrinya.
" Dad ..." Rayya kembali terisak dalam pelukan Daddy nya.
" Apa yang sudah dia lakukan kepadamu, Baby?" Gavin merasa bersalah karena dialah yang membuat Rayya seperti ini. Kalau saja dia yang datang bersama Azzahra, tidak mungkin Rayya akan mengalami hal ini.
" Rama membawa pergi Rayya, By. Aku juga nggak tahu apa yang dikatakan Rama hingga Rayya seperti ini." Azzahra menceritakan apa yang terjadi.
" Honey, kenapa kau meninggalkan Rayya sendiri hingga dia bisa dibawa kabur pria breng sek itu?" Gavin seolah menyalahkan istrinya hingga bisa kecolongan.
__ADS_1
" Rayya tadi sedang ke toilet, By." Azzahra memberikan alasan kenapa dia tidak bersama Rayya saat Ramadhan menculik Rayya.
" Kau 'kan seharusnya menemani Baby. Jangan membiarkan Baby sendirian." Gavin masih saja menyalahkan istrinya membuat Azzahra langsung memberengut kesal.
" Dad, Daddy jangan menyalahkan Mommy. Mommy nggak salah, Dad." Rayya meminta agar Gavin tidak terus-terusan menyalahkan Azzahra.
" Sekarang apa yang dilakukan pria breng sek itu hingga membuat Baby menangis?" Gavin menyuruh putrinya itu untuk duduk di sofa.
Rayya tidak langsung mengatakan apa saja yang dilakukan Ramadhan kepadanya.
" Baby, katakan apa yang dilakukan si breng sek itu?" tanya Gavin mendesak putrinya untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya.
" Kak Rama ingin membatalkan pertunangan itu, karena Kak Rama bilang mencintai Rayya, Dad."
" Apa?"
" Astaghfirullahal adzim ...."
Gavin dan Azzahra sama-sama terkejut dengan ucapan Rayya.
" Baby, jangan pecaya pria yang tidak punya pendirian itu. Dia bilang mencintai Baby, tapi dia bertunangan dengan wanita lain." Gavin tentu saja tidak mempercayai begitu saja dengan ucapan Ramadhan yang disampaikan kepada putrinya.
" Dia sudah berkali-kali menyakitimu, Baby. Daddy akan membuat perhitungan dengan dia!" Gavin bangkit dari duduk. Dia berniat datang ke gedung acara pertunangan.
" Dad, jangan! Kita jangan bikin masalah dengan mereka." Rayya melarang Gavin yang akan pergi. Dia juga tidak ingin nama baik Daddy nya itu akan tercoreng kalau Daddy nya itu datang ke sana dan membuat keributan.
***
Acara pertunangan Ramadhan dan Farah akhirnya benar-benar berlangsung. Kedua insan yang disatukan oleh ikatan pertunangan itu sama-sama harus bersandiwara di hadapan puluhan wartawan yang meliput. Acara pertunangan yang sejatinya disambut bahagia oleh Ramadhan dan Farah, hanya menyisakan keresahan dan ketidaktenangan di hati masing-masing.
Keesokan harinya Dirga mengundang Ramadhan dan Farah untuk berbincang di rumahnya. Mama Utami pun ada di sana ikut berbincang dengan mereka. Dirga menceritakan apa yang terjadi dengan Ramadhan dan Farah kepada Mama Utami.
" Dulu, Om juga pernah menikah dengan seorang wanita bukan karena cinta. Wanita itu sangat mencintai Om sementara Om sendiri mencintai wanita lain yaitu istri Om ini." Dirga kemudian menggenggam tangan Kirania erat.
" Dulu Nenek menjodohkan Om dengan wanita pilihan nenek dan terpaksa harus menikahi wanita itu karena ada satu hal yang harus Om bantu selesaikan. Selama hampir lima tahun menikah, wanita itu hanya merasakan kebahagiaan semu. Dia terus terobsesi kepada Om yang jelas-jelas tidak bisa memberikan kebahagiaan kepada dia. Akhirnya wanita itu menyerah dan dia mencoba membuka hati untuk pria lain dan ternyata wanita itu mendapatkan kebahagiaannya sejatinya dengan pria yang kini menjadi suaminya."
" Itu hanya sedikit cerita dari Om, Farah. Acara pertunangan kemarin tetap berlanjut dengan tujuan menyelamatkan nama baik kalian berdua."
" Kamu tahu Farah, apa yang membuat Rama meninggalkanmu semalam?" tanya Dirga kemudian.
" Karena Rayya, Om."
" Apa kau pernah mendengar apa yang pernah terjadi antara Rama dan Rayya?"
" Farah hanya tahu jika Mas Rama pernah ingin dijodohkan dengan Rayya, Om. Tapi Farah tidak tahu apa yang membuat mereka tidak jadi melanjutkan perjodohan mereka." Farah yang sebenarnya tahu jika alasan gagalnya perjodohan antara Rayya dan Ramadhan adalah Kayla memilih tidak menyinggung hal itu.
" Rama terlalu bo doh untuk wanita setulus kamu, Farah. Sebaiknya kau bisa berpikiran lebih terbuka lagi untuk mengambil keputusan apakah kamu akan tetap bertahan untuk orang yang tidak pantas kamu pertahankan?"
" Kamu cantik, karirmu juga cemerlang. Kau pantas mendapatkan yang lebih baik dari Rama, Farah." Dirga mencoba memberi pengertian kepada Farah agar dia bisa lebih berbesar hati jika harus melepas Ramadhan.
" Keponakanku ini sudah menyakiti hati banyak wanita. Dulu dengan bodohnya dan tanpa pikir panjang dia menolak dijodohkan dengan Rayya dengan mengatakan tidak akan bisa memberikan cinta kepada Rayya. Sekarang dia justru patah hati karena Rayya. Apa pria seperti itu yang akan kau harapkan jadi imammu, Farah? Sungguh menyedihkan Om mempunyai keponakan seperti dia!"
" Kalau Om jadi wanita saja, Om tidak akan tertarik pada pria ban ci seperti dia!" Dirga sengaja menjelek-jelekan Ramadhan di hadapan Farah.
Sementara Ramadhan sendiri telinganya sudah semakin panas karena berkali-kali disindir oleh Dirga.
*
*
*
Bersambung ...
Thor, kenapa Rama kok beda nggak seperti Ricky dan Dirga? Ya sekali-kali bikin yg beda😂
__ADS_1
Thor, kok tiba² Rama udah jatuh cinta aja sama Rayya? Bukannya Rama masih suka Kayla? Sebenarnya Rama itu sudah menyukai Rayya cuma dia nggak menyadarinya. Bisa kelihatan dari kepergian dia PP jakarta-Roma, Foto wallpaper di hp nya. Dan yg lebih terlihat jelas saat dia mabuk. Kalau dia masih mengharapkan Kayla, saat melihat Farah adalah Kayla pasti akan terjadi sesuatu yang ... tau kan akan seperti apa? Tapi saat itu justru Rama menyesali keputusannya menolak Rayya. Dia patah hati saat Rayya bersama Luigi.😁
Happy Reading❤️