RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Lingerie


__ADS_3

Pesta pernikahan Rayya dan Ramadhan nampak meriah, tamu undangan yang datang pun datang dari berbagai kalangan dan didominasi dari kalangan pengusaha dan tak sedikit juga beberapa pejabat yang datang. Sudah pasti nama besar keluarga Richard dan Poetra Laksmana selaku pemilik Angkasa Raya Group membuat banyak kalangan elit dari pemerintahan pun datang dalam acara tersebut.


Hingga lewat pukul sepuluh malam para tamu masih saja ada yang belum meninggalkan ballroom. Sementara Rayya sudah mulai nampak kelelahan menghadapi para tamu yang memberikan ucapan selamat.


" Kak, apa kita harus menunggu semua tamu pulang baru bisa pergi dari sini?" tanya Rayya kepada Ramadhan yang masih sibuk menerima ucapan selamat.


" Kenapa? Sudah nggak sabar ingin buru-buru melanjutkan aktivitas yang tadi, ya? Sudah nggak tahan ingin melewati malam pertama?" Ramadhan justru meledek Rayya membuat Rayya langsung mendelik ke arah suaminya itu.


" Ya ampun, Kak. Badanku rasanya lelah semua, boro-boro kepikiran tentang hal itu," tepis Rayya.


" Kalau kamu pegal nanti aku siap memijat." Ramadhan menyeringai hingga Rayya akhirnya mencubit pinggang Ramadhan membuat asisten dari bos Angkasa Raya itu terkekeh.


" Apa aku boleh ijin ke kamar lebih dulu, Kak?" tanya Rayya meminta ijin kepada suaminya.


" Apa kau benar-benar lelah?" tanya Ramadhan.


" Iya, Kak." Rayya dengan cepat menganggukkan kepalanya.


" Ya sudah, kau boleh ke kamar lebih dahulu." Ramadhan kemudian mengandeng Rayya berjalan menemui Azzahra yang masih berbincang dengan Natasha.


" Rayya, kenapa Sayang?" tanya Azzahra saat melihat Rayya dan Ramadhan menghampirinya.


" Rayya ingin ijin ke kamar dulu, Mom." Rayya menyahuti.


" Ya sudah, ayo Mommy antar." Azzahra lalu menggenggam tangan Rayya. " Kamu masih harus menemani tamu 'kan, Rama?" tanya Azzahra kepada Ramadhan.


" Iya, Ma. Rama mau menemui beberapa tamu yang belum pulang dulu." Ramadhan menyahuti.


" Ya sudah, biar Mommy saja yang menemani Rayya ke kamar sekalian menunggu orang salon yang akan melepas kebaya dan menghampus riasan wajah Rayya." Azzahra melingkarkan tangannya di lengan Rayya.


" Terima kasih, Ma." ucap Ramadhan.


Azzahra kemudian membawa Rayya ke dalam kamar hotel yang sudah disiapkan untuk Rayya dan Ramadhan menghabiskan malam pertamanya.


" Mom, waktu Mommy sama Daddy menikah rasanya bagaimana?" tanya Rayya setelah mereka berdua sampai di kamar pengantin.


" Bagaimana apanya maksud Rayya?" tanya Azzahra.


" Hmmm, waktu malam pertama, Mom. Apa rasanya sakit?" Rayya menggigit bibirnya karena dia cukup malu menanyakan hal itu kepada Mommy nya.


Azzahra membulatkan matanya saat mendengar putrinya itu soal malam pertama, karena dia dan Gavin pun harus melewati drama sebelum mereka melakukan hubungan suami istri yang sebenarnya.

__ADS_1


" Mommy ... hmmm, dulu Mommy sama Daddy 'kan menikahnya tidak seperti kamu dan Rama. Dulu Mommy dan Daddy sama-sama menolak dinikahkan. Jadi Mommy takut waktu mau melakukan itu sama Daddy kamu." Azzahra kerkikik seraya menutup mulutnya.


" Apa setelah acara resepsi Mommy sama Daddy langsung melakukan hubungan suami istri?" tanya Rayya lagi.


" Waktu habis resepsi Mommy terlalu lelah dan Mommy tertidur jadi tertunda melakukan hubungan dengan Daddy mu." Azzahra kembali terkekeh mengingat bagaimana dia dan Gavin akhirnya harus melewati beberapa drama sebelum melakukan hubungan pertama kalinya, dan saat itu dia masih sangat polos.


" Malu nggak sih, Mom? Waktu tubuh kita dilihat sama pria?" tanya Rayya penasaran.


" Tentu saja malu sekali waktu itu. Apalagi Daddy mu itu menggoda Mommy terus. Tapi nanti kamu juga akan terbiasa, Sayang. Yang mesti Rayya lakukan jangan tegang, dibuat rileks saja. Ikuti apa yang nanti suami kamu lakukan. Kalau nanti dia mencium bibir kamu, balas saja tidak apa." Azzahra memberikan saran.


" Tapi Rayya malu, Mom. Nanti Kak Rama pikir Rayya ini terlalu agresif."


" Percaya sama Mommy, suami kamu pasti akan senang kalau kamu tidak hanya diam seperti patung saat melakukan hubungan suami istri." Azzahra tersenyum saat mengatakan hal tersebut. Dia lalu berjalan mengambil sesuatu dari dalam lemari di kamar itu


" Nanti kamu pakai ini, Rayya." Azzahra lalu menunjukkan sebuah lingerie dan jubahnya berwarna pink.


Rayya membelalakkan matanya melihat pakaian yang disodorkan Azzahra kepadanya.


" Mom?" Rayya bahkan hampir tidak mempercayai Mommy nya itu memintanya memakai pakaian yang mengumbar au rat.


Azzahra terkekeh melihat Rayya terperanjat dengan mata membelalak.


" Kenapa? Rayya terkejut, ya? Mommy juga awalnya kaget waktu disuruh Auntie Tata pakai ini, tapi justru Daddy kamu suka waktu Mommy coba pakai ini." Azzahra menceritakan pengalamannya.


" Nggak apa kalau untuk menyenangkan hati suami, Rayya."


Teett


" Sebentar Mommy bukakan pintunya." Azzahra lalu melangkah untuk membukakan pintu saat dia mendengar bel berbunyi. Dia sebelumnya meletakkan gaun tidur itu ke atas tempat tidur.


" Permisi, Nyonya. Saya mau membantu Nona Rayya melepas kebaya dan menghapus riasan make up nya, Nyonya." dua orang asisten MUA yang datang ke kamar Rayya.


" Oh, silahkan masuk ..." Azzahra melebarkan membuka pintu kamar itu.


Setelah kedua asisten MUA menyelesaikan tugasnya, mereka dan juga Azzahra meninggalkan Rayya sendiri di kamar pengantinnya itu.


Rayya memperhatikan baju tidur yang ditaruh Mommy nya tadi. Dia lalu mengambil lingerie itu kemudian dia berjalan menuju arah cermin.


" Apa aku pantas memakai pakaian ini?" Rayya mendekatkan baju itu ke badannya.


" Ya ampun memalukan sekali rasanya kalau harus aku pakai ini. Kak Rama pasti akan menertawakan aku." Rayya menggelengkan kepalanya

__ADS_1


" Tapi Mommy bilang Daddy senang waktu Mommy pakai ini. Apa Kak Rama akan senang kalau aku pakai ini, ya?" Rayya masih berbicara sendiri menghadap cermin.


" Apa harus aku coba dulu, ya?" Rayya nampak bimbang sambil memandangi lingerie itu.


" Bilangnya lelah, ternyata sedang menyiapkan kejutan untukku rupanya."


Rayya terperanjat saat suara Ramadan tiba-tiba sudah berada di dalam kamar itu.


" K-Kak Rama?" Rayya buru-buru menyembunyikan pakaian tidur itu ke belakang tubuhnya.


" Kak Rama sejak kapan masuk ke kamar?" tanya Rayya gugup.


" Sejak kamu berbicara pada cermin itu." Ramadhan kemudian berjalan mendekat perlahan ke arah Rayya membuat Rayya nampak gugup.


" Mana pakaian tadi? Sini aku mau lihat." Ramadhan yang melihat Rayya salah tingkah langsung menggoda istrinya itu.


" Hmmm, nggak kok, Kak. Nggak ada baju apa-apa." Rayya terpaksa berbohong karena dia sangat malu ketahuan oleh suaminya.


" Masa nggak ada? Tadi aku lihat kamu ingin mencoba pakai itu. Cobalah, aku ingin lihat kau memakai baju tadi." Ramadhan kini melingkarkan tangannya di pinggang Rayya kemudian mengambil lingerie yang disembunyikan tadi.


" Hmmm, jadi kamu ingin memberikan kejutan untuk aku di malam pertama kita ini, hmmm?" Ramadhan menyeringai membuat Rayya langsung merona.


" B-bukan aku, Kak. Mommy yang suruh aku pakai itu." Rayya akhirnya jujur mengaku jika itu adalah ide dari Mommy nya.


" Ide Mommy mu? Lalu apa kamu ingin mengikuti saran Mommy mu?" tanya Ramadhan menatap lekat wajah cantik Rayya yang kini bersemu merah.


" A-aku nggak berani, Kak. Aku malu ..." Rayya beralasan.


" Ya sudah kalau kau tidak berani, kamu nggak usah pakai ini."


Rayya bernafas lega karena Ramadhan sepertinya mengerti jika dirinya tidak mungkin berani berpakaian mengunakan lingerie.


" Kau tak perlu memakai lingerie itu, karena aku lebih suka kau tidak memakai apa-apa malam ini." Sudut bibir Ramadhan tertarik ke atas sementara mata Rayya langsung terbelalak mendengar lanjutan ucapan dari suaminya itu.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2