
Luigi berlari kecil memasuki restoran saat dia turun dari mobilnya karena seharian ini kota abadi itu tak berhenti diguyur hujan ringan sepanjang hari. Namun hujan yang turun malam ini tak menyurutkan niat Luigi untuk dagang ke restoran di mana dia dan Rayya berjanji akan bertemu.
Luigi tersenyum saat mendapati wanita berhijab yang saat ini memakai setelan pakaian dan hijab warna dusty purple. Wajah cantik wanita itu memang selalu terekam di dalam ingatan pria yang kini berprofesi sebagai dosen. Namun senyuman yang mengembang di bibir sang Italiano itu memudar saat dia mendapati sosok lain di sebelah Rayya. Dan sorot mata tajam kini dia arahkan pada pria yang ada di samping Rayya saat ini. Seketika itu juga dia teringat akan kedatangan Dirga beberapa hari sebelumnya yang mengatakan jika Dirga berniat akan menyatukan Rayya dengan Ramadhan.
" Kenapa dia ada di sini, Rayya?"
Rayya yang tidak menyadari kehadiran Luigi langsung terperanjat hingga dia akhirnya bangkit dari duduknya.
" Kak Luigi?" Wajah Rayya kali ini menegang saat mendapati Luigi kini sudah berdiri di depannya.
" Rayya, apa kamu bisa menjelaskan maksud kedatangan dia kemari?" Kini Luigi berganti menatap Rayya.
" Kak, aku ..." Rayya seolah tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.
" Sebaiknya kita bicara sambil duduk." Ramadhan menyarankan Luigi untuk duduk lebih dahulu sebelum membahas masalah mereka.
" Apa maksud kedatangan kalian ke sini sebenarnya, Rayya?" Luigi kemudian menarik kursi dan mendudukkan tubuhnya di atas kursi itu.
" Sebelumnya kami mohon maaf jika apa yang ingin kami bicarakan akan mengecewakan Anda, Luigi." Ramadhan yang memilih berbicara lebih dulu kepada Luigi karena Rayya terlihat tidak enak hati kepada pria itu.
" Saya tidak bicara denganmu!" sergah Luigi dengan nada penuh emosi, membuat Ramadhan langsung terdiam.
Ramadhan dapat mengerti kekecewaan dan kemarahan Luigi terhadapnya saat ini. Mungkin jika dia berada di posisi Luigi, dia pun mungkin merasakan hal yang sama seperti yang Luigi rasakan saat ini.
" Maafkan aku, Kak." Rayya menundukkan wajahnya karena tidak berani menatap Luigi. " Aku, aku tidak bisa memenuhi keinginan Kak Luigi," lirih Rayya.
" Kenapa, Rayya? Apa karena pria ini?" Luigi melipat tangan di depan dadanya dengan punggung bersandar di sandaran kursi.
" Maaf, Kak." lirih Rayya kembali.
" Apa kau lupa apa yang sudah dia lakukan kepadamu, Rayya?" Luigi menatap Rayya dengan sorot mata penuh kekecewaan.
" Semua ini salah saya, Luigi. Rayya hanya menjadi korban karena kebodohan saya." Ramadhan berusaha membela Rayya
" Apa istimewanya dia sehingga kau tidak bisa melepasnya?" Kembali Luigi menekan Rayya dengan pertanyaan yang menyudutkan Rayya tanpa menghiraukan perkataan Ramadhan tadi.
" Apa aku tidak cukup baik dari dia, hingga kau tidak bisa memberikan kesempatan aku untuk membahagiakan dirimu, Rayya?"
Rayya mencoba menaikan pandangan mencoba menatap ke arah Luigi.
" Tidak, Kak! Kak Luigi terlalu baik untuk aku. Aku merasa, aku yang tidak pantas untuk Kak Luigi." Cairan bening sudah mengembun di bola mata Rayya.
__ADS_1
" Aku tidak akan menyerah begitu saja, Rayya! Aku mencintaimu, apa kamu tidak bisa merasakan hal itu selama ini?" Rahang Luigi nampak mengeras, dia bukan pria yang mudah untuk jatuh cinta. Dan dia sudah memutuskan menjatuhkan hatinya kepada Rayya, namun justru dia merasakan kecewa.
" Maaf, Luigi. Saya tahu Anda kecewa tapi sebaiknya Anda tidak memaksakan kehendak terhadap Rayya." Ramadhan yang melihat Rayya terus ditekan oleh Luigi kembali membuka suara.
" Memaksakan kehendak? Apa kau pikir kau dan pamanmu itu tidak memaksakan kehendak?" geram Luigi.
Ucapan Luigi membuat Rayya mengerutkan keningnya. Dia memang belum tahu jika Dirga sudah datang lebih dahulu menemui Luigi.
" Apa kau pikir tindakan kalian itu bukan tindakan seorang pengecut?" sindir Luigi.
" Rayya tidak sepantasnya mendapatkan pria sepertimu!"
" Kak, maksudnya ini apa?" Rayya nampak bingung dengan ucapan Luigi tentang kata paman yang dimaksud oleh pria itu.
" Apa kau tahu, Rayya? Dia sudah menyuruh pamannya datang menemuiku beberapa waktu lalu dan meminta aku untuk melepaskan kamu untuk dia!" Luigi menunjuk Ramadhan dengan gerakan matanya.
Rayya terperanjat mengetahui fakta yang sudah diungkap oleh Luigi.
" Itu semua bukan atas permintaan aku, Rayya. Aku juga baru mengetahui rencana Om Dirga setelah dia pulang dari Roma. Kau tahu sendiri bagaimana Om aku, kan? Dia bahkan sempat menakuti kamu kemarin ini, kan?" Ramadhan mencoba membela dirinya dan mengatakan kalau dia tidak terlibat atas ulah Dirga.
" Sekarang kau tahu, kan? Seperti apa laki-laki yang kau puja-puja itu, Rayya?" Kini Luigi memojokkan Ramadhan.
Kini air mata Rayya tak tertahankan tumpah di pipi mulusnya. Inilah yang dia takutkan, perdebatan antara Ramadhan dan Luigi yang kemungkinan akan mengakibatkan saling adu jotos antara kedua pria itu.
Rayya kini menatap Ramadhan, dia sebenarnya merasa kecewa atas apa yang dilakukan oleh Dirga.
" Rayya, percayalah aku tidak terlibat dengan rencana yang dilakukan oleh Om Dirga." Tak ingin kalah dengan Luigi, Ramadhan pun memohon agar Rayya tetap teguh kepada keputusannya.
Seketika itu perasaan bimbang menyelimuti hati Rayya. Rayya merasa apa yang dilakukan Dirga tidak seharusnya dilakukan. Di satu sisi dia sangat mencintai Ramadhan, namun di sisi lain dia merasa kasihan terhadap Luigi, mengingat tindakan curang yang dilakukan oleh Dirga.
" Apa kau tidak malu dengan perbuatanmu sekarang ini? Kau sudah mencampakkan dia tapi kau kini mengejarnya kembali!" sindir Luigi.
" Rayya, harusnya kau bisa membuka matamu, bukan dia pria yang pantas untukmu. Kenapa kau masih saja memberi kesempatan kepadanya? Kenapa denganku kau tidak bisa memberikan kesempatan itu?" Luigi mempertanyakan sikap Rayya yang dianggapnya tidak adil untuknya.
" Karena Rayya mencintaiku, itu alasan dia masih bisa memberikan kesempatan kepadaku." Ramadhan yang melihat Luigi seolah menyalahkan Rayya, langsung mengatakan fakta yang sebenarnya tentang perasaan Rayya kepadanya.
Luigi yang mendengar ucapan Ramadhan langsung berdiri dan mencengkram baju Ramadhan kemudian menghantamkan sebuah pukulan ke arah wajah pria itu.
Buugghh
" Astaghfirullahal adzim, Kak Luigi!" Rayya memekik kaget. Apalagi saat tubuh Ramadhan langsung terjatuh ke lantai karena pria itu tidak siap menerima serangan dari Luigi.
__ADS_1
Tentu saja apa yang dilakukan Luigi terhadap Ramadhan langsung menjadi pusat perhatian pengunjung restoran.
" Cos'è questo?" ( Ada apa ini ) tanya beberapa pengunjung.
" Kak Rama ..." Rayya langsung menghampiri Ramadhan dan membantu pria itu untuk berdiri.
" Kak Luigi kenapa memukul Kak Rama?" Rayya mempertanyakan tindakan Luigi yang menghajar Ramadhan, hingga dia menangis tersedu.
Luigi menatap Rayya yang menangis saat dia menghantamkan sebuah tinju kepada wajah pria yang dia tahu sangat dicintai Rayya.
" Apa kau memang menginginkan bersama dia, Rayya?" Dengan nada berat Luigi bertanya kepada Rayya.
Rayya tidak menjawab pertanyaan Luigi, dia justru terus menangis seraya membantu Ramadhan bangkit kembali.
Luigi yang kecewa kepada Rayya akhirnya melangkah pergi meninggalkan Rayya dan Ramadhan tanpa mengatakan sepatah katapun.
*
*
*
Bersambung ....
Teruntuk readers yang sering dibikin kesal sama kelakuan si Abang beserta kawan-kawannya, dibuat emosi, dibuat ngomel-ngomel sama tingkah mereka yang menjengkelkan. Mewakili keluarga besar para sultan, Aku mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan, mohon maaf lahir batin, Semoga kita bisa menjalankan ibadah bulan puasa tahun ini dengan penuh kekhusyukan 🤲 Aamiin
Oh ya, novel terbaru udah release, ya! Silahkan masukan ke daftar favorit kalian. Makasih.
Gianetta Allegra, seorang gadis desa yang berprofesi sebagai pengajar scuola elementare ( sekolah dasar ) di sebuah desa penghasil anggur, Neive. Yang terletak di distrik Provinsi Cuneo, Italia. Hidupnya berubah setelah dia bertemu dengan sahabat lamanya bernama Julia Riccarda yang membawanya pergi ke kota besar, sampai akhirnya dia bertemu seorang pria pemilik club malam di beberapa kota besar di Italia bernama Alessio Giovani.
Pertemuannya dengan Alessio telah membuatnya jatuh cinta pada pria metroseksual itu. Bak gayung bersambut perasaan Gianetta dibalas oleh Alessio. Namun Gianetta yang lugu tidak menyadari jika sosok Alessio ternyata penuh misteri. Termasuk pekerjaannya dan juga ambisinya terhadap wanita lain yang dicintai yang tidak lain adalah sahabat Gianetta sendiri.
Lalu apa yang dilakukan Gianetta setelah mengetahui semua tentang semua fakta itu?
__ADS_1
Happy Reading❤️