RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Sumber Masalah


__ADS_3

Dirga dan Kayla seolah tidak mempercayai pendengarannya saat mendengar Luigi berkata dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang cukup lancar.


“ Hmmm, Anda bisa berbicara menggunakan Bahasa Indonesia, Tuan Corradeo?” tanya Kayla masih dengan keterkejutannya seraya menoleh ke arah Dirga.


“ Tentu saja! Saya akan menikah dengan wanita Indonesia, sudah pasti saya harus bisa menguasai Bahasa dari negaranya.” Luigi berkata sangat penuh percaya diri. Sudah pasti keputusan Gavin yang memintanya untuk segera mempercepat pertunangan dengan Rayya membuatnya sangat bahagia, hingga aura bahagianya terpancar di wajah pria berkebangsaan Italia itu.


“ Ternyata Anda begitu percaya diri dengan rencana Anda, Tuan Corradeo?” Dirga tersenyum, sejujurnya dia merasa kagum dengan pria muda di hadapannya itu yang sangat berwibawa. Mengingatkan pada dirinya saat muda dulu.


“ Terima kasih, Tuan. Panggil saja saya Luigi.” Luigi masih dengan ramah meladeni Dirga. “ Oh ya, sebenarnya apa yang ingin Anda bicarakan dengan saya soal Rayya, Tuan? Dari mana Tuan Dirga mengenal calon istri saya itu?” tanya Luigi dengan percaya diri mengatakan Rayya sebagai calon istrinya.  


Dirga tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Luigi. “ Saya mengenal Rayya saat dia masih di dalam perut Mommy nya, atau boleh dibilang saya mengenal kedua orang tua Rayya sebelum mereka bertemu dan menikah,” sahut Dirga menjelaskan.


“ Maksud Tuan Dirga, Tuan ini sahabat dari Om Gavin dan Tante Azzahra?” Luigi nampak terkejut saat mengetahui jika orang yang ada di hadapannya itu adalah sahabat dari orang tua Rayya.


“ Iya seperti itulah,” sahut Dirga kemudian.


“ Lalu ada masalah apa Tuan menemui saya? Apa ada hubungannya dengan Om Gavin juga?” tanya Luigi penasaran.


“ Bisa jadi seperti itu. Begini Luigi, boleh saya memanggil Anda dengan Luigi saja?” tanya Dirga.


“ Tentu saja, Tuan. Silahkan …” Luigi tidak merasa keberatan Dirga memanggil dengan namanya saja karena dia menghargai usia Dirga yang jauh di atas usianya.


“ Sebenarnya saya dan Gavin sudah bersahabat sejak puluhan tahun lalu, bahkan dimulai sejak orang tua kami. Orang tua saya dan orang tua Gavin sudah mulai kerjasama dalam urusan bisnis hingga akhirnya saling bersahabat dan hubungan kekerabatan kami saling berkesinambungan hingga sekarang ini. Kami ingin terus melanjutkan silaturahmi kedua keluarga besar ini dengan menyatukan anak-anak kami.” Dirga menjelaskan panjang lebar tentang hubungan kedua keluarga besar Laksmana dan Richard.


Luigi mengeryitkan keningnya saat mendengar peryataan Dirga tentang menyatukan anak-anak kami.


“ Maksud Tuan Dirga menyatukan anak-anak kami itu, apa kalian berencana menjodohkan anak Tuan dengan anak dari Om Gavin?” tanya Luigi yang mulai terusik dengan kata-kata Dirga tadi. Siapa anak-anak yang Dirga maksud?  Setahunya Gavin mempunyai satu anak perempuan dan tiga anak laki-laki.  Tidak mungkin ketiga anak laki-laki Gavin yang akan dijodohkan dengan anak dari keluarga Dirga, karena ketiga anak laki-laki Gavin tidak ada hubungannya dengan dirinya. Jadi tidak mungkin Dirga menemuinya untuk membahas ketiga laki-laki Gavin itu, pikir Luigi.


Dirga menatap Luigi. Kalau dia boleh jujur, dia mengakui pesona Luigi begitu kuat. Bahkan bisa dibilang Ramadhan jauh di bawah Luigi dari segala sisi, tak heran jika Gavin pasti merestui hubungan Rayya dengan pria muda di depannya saat ini. Jika dia menjadi Gavin, dia pun akan senang mempunyai calon menantu seperti Luigi.


“ Luigi, jujur saya sangat mengagumimu. Saya sangat kenal dengan Gavin, dia sangat posesif terdapat putrinya. Tidak semua pria bisa mendekati Rayya, hanya pria yang dipercaya olehnya yang bisa mendekat dan mendapat restu dari Gavin untuk bersama Rayya. Jadi saya berpikir jika kamu adalah pria yang baik.” Dirga mengakui kelebihan yang dimiliki oleh Luigi.


“ Terima kasih, Tuan.” Luigi dengan cepat mengucapkan terima kasih atas pujian yang diberikan Dirga kepadanya.


“ Saya rasa kamu pantas mendapatkan wanita terbaik untuk menjadi pendamping hidupmu, Luigi. Mendapatkan wanita yang bisa mencintai sepenuh hati.”


Luigi menghela nafasnya. Dia tahu sampai saat ini Rayya masih belum sepenuhnya bisa mencintainya, namun dia yakin dengan berjalannya waktu rasa cinta Rayya akan semakin tumbuh untuknya. 


“ Saya akan mendapatkan wanita itu secepatnya, Om!” tegas Luigi karena dia merasa yakin Rayya adalah wanita terbaik untuknya.


Sementara Dirga dan Luigi saling berbincang, Kayla terus memperhatikan Luigi dengan lekat. Dari sikap Luigi yang terkesan dewasa dan bijaksana juga tutur katanya yang tenang, sopan dan sangat lugas, tanpa disadari jika Kayla merasa kagum dengan dosen muda di hadapannya itu.


“ Luigi, apa kau menginginkan mempertahankan wanita yang tidak mencintai kamu? Apa kamu ingin hidup dengan wanita yang mencintai pria lain?” Dirga sengaja melontarkan pertanyaan yang mungkin bisa memancing emosi Luigi.


“ Apa hubungan Tuan Dirga dengan pria yang bernama Ramadhan?” Luigi dengan cerdas menebak, karena jika wanita yang dimaksud Dirga adalah Rayya, sudah pasti pria yang dia maksud Dirga adalah Ramadhan. Karena Luigi sudah tahu jika pria yang disukai oleh Rayya dalah Ramadhan.


Dirga dan Kayla sama-sama terkejut hingga saling berpandangan karena ternyata Luigi pun mengetahui soal Ramadhan.


“ Anda kenal dengan Ramadhan, Tuan Corradeo?’ Kali ini Kayla yang bertanya.

__ADS_1


“ Saya pernah dua kali bertemu dengan Ramadhan,” sahut Luigi. “ Lalu apa hubungan kalian dengan Ramadhan?” tanya Luigi kembali.


“ Dia sepupuku,” jawab Kayla.


“ Ayah dari Ramadhan adalah anak angkat keluarga saya. Ayah Ramadhan banyak berjasa untuk kemajuan perusahaan keluarga kami dan kami sudah menganggap mereka seperti keluarga sendiri.” Dirga menjelaskan bagaimana hubungan dia dengan Ramadhan.


“ Lalu apa tujuan Tuan menemui saya untuk menyatukan keponakan Tuan dengan Rayya? Apa tujuan Tuan kemari untuk meminta saya agar mundur dan melepaskan Rayya? Apa Tuan tahu, keponakan Tuan itu sudah berkali-kali menyakiti hati Rayya?” Luigi sepertinya sudah membaca apa maksud dari tujuan Dirga bertemu dengannya.


“ Saya tahu keponakan saya itu sangat bodoh hingga dia kehilangan kepercayaan yang Gavin berikan kepadanya. Tapi kenyataannya Rayya masih sangat mencintai Ramadhan. Kau lihatlah ini! Ini kejadiannya kemarin, setelah Gavin memukul Ramadhan.” Dirga lalu menunjukkan potongan rekaman cctv di luar ruang kerjanya saat Rayya mendekati Ramadhan penuh khawatir, bahkan Rayya terlihat menangis saat melihat wajah Ramadhan yang telah dibuat memar oleh Gavin.


Luigi menghela nafas panjang, dia memang bisa melihat bagaimana Rayya nampak mengkhawatirkan Ramadhan. Luigi memperhatikan waktu peristiwa itu terjadi. Waktu yang ditunjukkan di rekaman cctv itu terjadi setelah Gavin meneleponnya untuk segera mempercepat pertunangan dengan Rayya. Apa alasan inilah yang membuat Gavin memintanya untuk cepat bertunangan? pikir Luigi.


" Kau bisa lihat bagaimana Rayya menangis saat pria yang dicintainya dipukul oleh Daddy nya?"


" Pria itu tidak layak mendapatkan cinta Rayya!" tegas Luigi mengatakan jika Ramadhan tidak pantas mendapatkan wanita sebaik Rayya.


* Saya juga setuju dengan kau, Luigi. Namun nyatanya kebahagian Rayya ada pada Ramadhan. Berkali-kali dibuat kecewa namun tidak juga membuat rasa cintanya pada keponakanku yang bodoh itu surut. Apalagi saat ini Ramadhan sudah membalas rasa cinta Rayya, jadi tidak ada salahnya jika dua orang yang saling mencintai itu dipersatukan."


" Saya tidak akan melepas Rayya untuk pria manapun termasuk keponakan Anda, Tuan Dirga!" tegas Luigi bersikukuh.


" Luigi, mungkin kamu harus bisa memahami satu hal ini. Cinta itu tidak harus memiliki. Jika Kau memaksakan kehendakmu untuk mendapatkan wanita yang tidak mencintaimu, saya rasa itu bukan cinta tapi obsesi. Jika kita mencintai seseorang, biarkan dia meraih kebahagiaannya, walaupun kebahagiaan orang itu bukan bersama kita." Dirga berbicara dengan bijaksana tanpa dia sadari jika dulu pun dia selalu memaksakan kehendaknya saat ingin mendapatkan Kirania.


" Maaf, Tuan Dirga. Saya harus kembali mengajar. Dan saya rasa keputusan saya sudah sangat jelas. Saya tidak akan melepas Rayya!" Luigi kemudian bangkit dari duduknya. " Permisi Tuan Dirga, Nona Kayla, Assalamualaikum ..." Luigi kemudian berpamitan.


" Waalaiakumsalam ..." sahut Dirga dan Kayla bersamaan. Dan tak lama Luigi pun berjalan menjauh dari mereka.


" Dia benar-benar mirip dengan Papamu ini ketika muda, Kayla." Dirga memiringkan kepalanya saat berbicara seolah berbisik kepada Kayla. " Jika kau ingin mencari pendamping, carilah pria seperti dia! Sekarang ini adalah tugasmu, Kayla."


" Jangan kau pikir Papa tidak tahu kalau sedari tadi kau memperhatikan pria tadi dengan penuh rasa kagum, Kayla."


Kayla terbelalak. Dia tidak menyadari jika ternyata Dirga memperhatikannya di tengah keseriusan adik dari Papanya itu berbincang dengan Luigi.


***


 


Setelah dijemput pulang dari apartemen Ramadhan, Rayya langsung berlari ke kamarnya. Bahkan saat di mobil selama perjalanan pulang, Rayya hanya membisu tak mengeluarkan sepatah kata pun kepada Gavin.


" Rayya ..." Azzahra segera menghampiri Rayya di kamar putrinya itu. " Kamu itu sebenarnya mau pergi mana? Untung tadi kamu ketemu Rama, kalau nggak ... Daddy sama Mommy kebingungan mencari kamu, Sayang." Azzahra mengusap kepala Rayya yang masih tertutup hijab.


" Mom, kenapa Daddy selalu saja mengatur hidup Rayya? Daddy selalu bilang sayang sama Rayya, kenyataannya keputusan Daddy selalu menyulitkan untuk Rayya, Mom," keluh Rayya.


" Sayang, Daddy memang seperti itu. Tapi Rayya jangan berburuk sangka terhadap Daddy. Masa lalu Daddy mu yang membuat Daddy takut kamu akan mendapatkan getah atas apa yang Daddy kamu lakukan dulu." Azzahra mencoba membela sang suaminya. " Apalagi Rayya adalah anak perempuan Daddy satu-satunya. Kamu tahu apa yang terjadi pada Kia, kan? Kia yang pandai beladiri saja nggak bisa melindungi dirinya sendiri dari orang yang berbuat jahat, bagaimana dengan Rayya? Karena itu Daddy sangat mengkhawatirkan kamu, Sayang," sambung Azzahra.


" Tapi bukan berarti Daddy bisa semena-mena pada Kak Rama, Mom! Apa Daddy masih belum puas menghukum Kak Rama? Apa untungnya untuk Daddy menganiaya Kak Rama?" Rayya merubah posisinya hingga kini terduduk.


" Daddy selalu marah-marah pada Kak Rama. Daddy selalu menuding kalau Kak Rama orang paling bersalah terhadap Rayya, padahal semua ini karena Daddy lah penyebabnya!" Rayya kembali menyalahkan Daddy nya. " Kalau Daddy nggak merencanakan perjodohan Rayya dan Kak Rama, pasti nggak seperti ini jadinya 'kan, Mom?" Rayya menyandarkan kepalanya ke bahu Mommy nya itu.


" Kasihan Kak Rama, Mom. Kak Rama sudah menyesali perbuatannya dulu. Rayya rasa sikap Daddy terhadap Kak Rama terlalu berlebihan. Rayya nggak enak sama Kak Rama, Mom."

__ADS_1


" Rayya ... apa Rayya masih mengharapkan Rama?" Azzahra bisa merasakan jika putrinya itu masih belum bisa menghilangkan nama Ramadhan di hatinya.


" Kenapa Mommy bicara seperti itu?" Rayya menjauhkan kepalanya dari Azzahra dan memalingkan wajahnya.


" Rayya, sebentar lagi kamu akan bertunangan dengan Luigi, jangan sampai kamu bimbang dengan keputusan kamu, Sayang." Azzahra mencoba mengingatkan putrinya akan rencana pertunangan yang akan segera direncanakan dalam waktu dekat.


" Rayya bingung, Mom." Rayya memijat pelipisnya karena jika dia boleh berkata jujur, sebenarnya dia masih belum siap untuk bertunangan.


" Mom, apa Mom nggak bisa meminta Daddy untuk mengundurkan pertunangan ini? Rayya ... Rayya belum siap, Mom." Akhirnya Rayya memberanikan diri mengutarakan isi hatinya.


" Rayya ingin menunda pertunangan? Apa ini ada hubungannya dengan pertemuan Rayya dengan Rama tadi? Rayya ... Rayya harus jujur pada diri Rayya sendiri. Rayya memang menginginkan tetap bersama Luigi atau Rayya ingin memaafkan Rama dan memberikan kesempatan kepada Rama?"


Rayya kini menoleh ke arah Azzahra sebelumnya akhirnya dia menundukkan kepalanya.


" Rayya nggak tahu, Mom." ucapnya lirih.


" Rayya, jika Rayya tidak menginginkan pertunangan dengan Luigi, sebaiknya katakan baik-baik dari sekarang dan beri pengertian kepada Luigi. Jangan sampai kasus seperti pertunangan Rama dan Farah kemarin terjadi pada kamu, Sayang." Azzahra yang merasakan putrinya saat ini sangat tertekan karena dihadapkan pada posisi sulit mencoba menasehati kembali putrinya agar tidak salah dalam menentukan pilihannya.


" Dan Daddy akan menggantung Rayya hidup-hidup." Rayya memutar bola matanya. " Rayya bingung, Mom. Rayya benar-benar nggak bisa berpikir dengan pilihan yang Rayya hadapi." Rayya memijat pelipisnya.


" Jika Rayya masih bingung jangan lupa sholat malam, untuk meminta bantuan agar diberikan ketetapan hati untuk menentukan pilihan."


" Mom, seandainya pilihan Rayya nggak sesuai keinginan Mommy, apa Mommy akan kecewa?" tanya Rayya ragu-ragu.


" Jika pilihan Rayya justru membuat Rayya bahagia, keinginan Mommy tidaklah penting, Sayang. Mommy akan ikut bahagia jika Rayya merasa bahagia. Dan apapun pilihan Rayya, Mommy harap itu yang terbaik untuk Rayya." Azzahra lalu memeluk putrinya itu memberikan ketenangan di tengah kegundahan yang melanda putri satu-satunya dari pernikahan dia dan Gavin.


***


" Bagaimana, Honey? Apa yang dikatakan Baby?' tanya Gavin saat melihat istrinya kembali dari kamar Rayya.


" Hubby nggak kembali ke kantor?" Azzahra justru kaget saat mendapati suaminya itu masih berada di dalam rumah mereka.


" Aku takut Baby kabur lagi, Honey." ucap Gavin tak bisa menghilangkan sikap posesifnya.


" Hubby, Hubby jangan terlalu keras terhadap Rayya, kasihan dia. Kalau Rayya jadi stress karena masalah ini bagaimana?"


" Honey, tega sekali mengatakan hal seperti itu!" Gavin nampak tidak terima Azzahra mengatakan Rayya bisa menjadi stress. " Apa Honey lupa jika ucapan adalah doa? Honey mendoakan Baby stress begitu? Apa Honey tidak sayang kepada Baby sampai mendoakan seperti itu?"


" Aku nggak sayang sama Rayya? Yang selalu melarang Rayya nggak boleh begini, nggak boleh begitu siapa? Hubby ini selalu menyalahkan orang lain, padahal Hubby sendirilah yang paling bersalah! Hubby lah yang sebenarnya sumber masalah bagi Rayya!" tuding Azzahra kemudian berjalan meninggalkan suaminya itu sendirian.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


 


__ADS_2