
Rayya menoleh ke arah arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Ini sudah hampir lima belas menit Mommy nya dan Mama dari Ramadhan pergi, namun tak juga muncul kembali di hadapan mereka. Sedangkan pesanan makanan sudah tersaji di hadapannya.
" Kok Mommy sama Tante Anin belum balik ke sini ya, Kak?" tanya Rayya heran kepada Ramadhan yang sudah lebih dahulu menyantap makanannya. Sementara dirinya lebih memilih menunggu Azzahra dan Anindita kembali.
" Sebentar Kakak telepon." Ramadhan lalu mengeluarkan ponselnya kemudian menghubungi nomer telepon Mamanya.
" Assalamualaikum, Ma. Mama di mana?" tanya Ramadhan saat panggilan teleponnya diangkat oleh Anindita.
" Waalaikumsalam. Mama sedang dalam perjalanan pulang diantar Pak Rudi nih sama Tante Rara."
" Pulang??" Ramadhan terperanjat seraya melirik ke Rayya saat mengetahui jika Mamanya ternyata 'melarikan diri' bersama Mommy dari Rayya.
Rayya sendiri langsung mengeryitkan keningnya saat mendengar kata pulang dari bibir Ramadhan.
" Iya, Mama pulang duluan sama Tante Rara. Nanti kamu yang antar Rayya, ya? Jangan ditinggal sendirian Rayya nya, lho!" Anindita memberikan tugas kepada Ramadhan untuk menemani Rayya.
" Ya ampun, Ma." Ramadhan nampak menyesali apa yang dilakukan oleh Anindita. " Lalu pesanan makanan Mama gimana ini?" tanya nya kemudian.
" Ya sudah kamu makan saja. Sudah kamu lanjutkan makannya. Assalamualikum. tut ... tut ..." Terdengar Anindita menutup sambungan telepon terlebih, membuat Ramadhan mendengus kasar.
" Tante Anin sama Mom Rara di mana?" tanya Rayya penasaran.
" Mereka sudah pulang duluan."
Rayya terkesiap saat mengetahui jika Mommy dan Anindita sengaja meninggalkan mereka berdua. Dia lalu menghela nafas panjang. Bersama Mommy nya saja dia merasa tidak nyaman berada dekat dengan Ramadhan, apalagi jika ditinggal berdua dengan pria yang terang-terangan menolak perjodohan dengannya.
Rayya berusaha semaksimal mungkin mengatasi degup jantungnya yang berdetak tak beraturan selama bersama pria yang disukainya itu. Rayya kemudian tertawa kecil berusaha menyamarkan rasa groginya.
" Tante Anin semangat sekali mau menjodohkan anak-anaknya dengan Rayya, ya?"
Ramadhan langsung melirik saat mendengar Rayya menyebut Mamanya bersemangat ingin menjodohkan mereka walaupun apa yang dikatakan Rayya memang benar adanya.
" Nggak mungkin Mom Rara yang punya ide begini. Mommy aku nggak mungkin tega ninggalin anak gadisnya sendiri di mall kalau nggak dipaksa sama Tante Anin, kan?" Rayya terkekeh.
" Ya sudah deh, kita makan saja dulu terus langsung pulang." Rayya kemudian memanggil salah pelayan restoran yang melintas di dekatnya.
" Mbak, maaf. Ini bisa dibungkus saja, nggak? Kebetulan tadi yang pesannya buru-buru pergi karena ada keperluan." Rayya menunjuk pesanan Azzahra dan Anindita. " Nanti dikasih ke orang saja kalau di jalan ya, Kak? Daripada di buang, mubazir," ucap Rayya meminta pendapat Ramadhan.
" Oh, iya." Ramadhan mengangguk setuju.
Dan pelayan restoran itu pun mengambil pesanan makanan milik Anindita dan Azzahra.
__ADS_1
" Sekalian tolong buatkan dua puluh bungkus lagi deh, Mbak." Rayya berniat berbagi untuk beberapa orang yang akan diberinya nanti di jalanan.
" Baik, Mbak." jawab pelayan restoran itu.
" Kalau dikasih ke pegawai di sini pasti mereka sudah bosan merasakan makanan begini. Jadi kasih ke yang lain saja yang mungkin belum pernah merasakan bisa menikmati makanan seenak ini." lanjut Rayya sebelum akhirnya dia membaca doa dan menyantap makanan di hadapannya itu.
Ramadhan terus memandang Rayya yang nampak menyantap dengan lahap makanan di hadapannya. Dia benar-benar mendapati sosok yang berbeda dari Rayya yang dia kenal sebelumnya.
***
Mobil Ramadhan berhenti tepat di depan rumah Gavin bersamaan dengan mobil yang dikendarai oleh Gibran yang baru saja tiba di depan rumah Yoga.
" Kak Rama mau masuk dulu atau mau langsung pulang?" tanya Rayya saat membuka seat belt dan pintu mobil.
" Iya, Kakak mau ijin sama Tante Rara dulu kalau Kakak sudah bawa kamu pulang sampai rumah dengan selamat." Ramadhan menjawab seraya ikut turun dari mobilnya.
" Hai, Rayya. Habis dari mana?" Gibran yang melihat Rayya turun dari mobil langsung menyapa Rayya.
" Hai, Kak Gibran." Rayya membalas sapaan Gibran. " Mau jemput Kia, ya?"
" Iya, Rayya dari mana?" Gibran menatap penuh selidik ke arah Ramadhan, karena dia tahu dari Azkia jika rencana perjodohan Rayya dan Ramadhan itu batal. Tapi dengan kedatangan Rayya bersama Ramadhan membuat pikirannya menduga akan sesuatu.
" Oh ..." Gibran menganggukkan kepala.
" Ya sudah Rayya duluan ya, Kak. Kak Rama mau pamitan sama Mommy soalnya. Assalamualaikum ..." Rayya memilih segera masuk ke dalam rumahnya. Dia tidak ingin Azkia keburu muncul dan akan bertanya macam-macam karena kedatangannya bersama Ramadhan. Rayya pun berharap Gibran tidak bercerita kepada Azkia tentang hal ini.
" Waalaikumsalam." Gibran membalas salam dari Rayya kemudian menoleh ke arah Ramadhan. " Apa kabar?" Gibran menyodorkan kepalan tangan kepada Ramadhan.
" Baik." Ramadhan membalas kepalan tangan Gibran hingga mereka melakukan gerakan fist bump.
" Ketemu Rayya di mana?" tanya Gibran berbasa-basi.
" Tadi ketemu di Mall. Kebetulan aku sama Mama ketemu sama Rayya dan Tante Rara. Mamaku kebetulan ada keperluan sama Tante Rara dan menitipkan Rayya." Ramadhan menceritakan kejadian yang menyebabkan dia mengantar Rayya pulang.
" Oh ...."
" Masih kuliah saja atau ada kegiatan lain?" tanya Ramadhan
" Masih fokus kuliah, tahun depan rencananya terjun langsung ke dunia kerja." Gibran menyahuti.
" Memang ambil fakultas apa?"
__ADS_1
" Di fak hukum."
" Oh oke, saya ke dalam dulu. Mau pamitan sama Tante Rara." Ramadhan berpamitan ingin masuk menemui Azzahra.
" Oh, silahkan ..." Gibran mempersilahkan sementara dia pun langsung melangkah ke arah rumah Yoga.
Sementara itu di dalam rumahnya Rayya langsung mencari Azzahra saat memasuki bangunan rumah orang tuanya.
" Assalamualaikum, Mommy di mana, Sus?" tanya Rayya saat melihat Bi Imah keluar dari kamarnya.
" Ibu ada di kamar. Non." Sus Imah menjawab.
" Daddy sudah pulang?"
" Belum, Non."
" Oh ya sudah, makasih ya, Sus." Rayya lalu berlari menaiki anak tangga untuk memanggil Mommy nya karena Ramadhan akan berpamitan.
" Mom ..." Rayya memanggil Azzahra saat membuka pintu kamar orang tuanya.
" Rayya sudah pulang?" Azzahra yang melihat kedatangan Rayya langsung mendekati putrinya.
" Rayya, Mommy minta maaf. Tadi itu Tante Anin ...."
" Kak Rama mau pamitan pulang, sebaiknya Mommy temui Kak Rama. Rayya mau sholat Dzuhur dulu." Rayya memotong perkataan Azzahra. Dia tidak ingin membahas masalah itu sekarang ini.
" Ya sudah, Mom temui Rama dulu."
" Tolong Mommy bilang ke Kak Rama, Rayya mau sholat ya, Mom. Sudah jam satu lebih." Rayya beralasan kepada Mommy nya karena dia tidak ingin menemui Ramadhan lagi.
" Ya sudah kalau begitu." Azzahra yang memaklumi alasan yang diberikan Rayya akhirnya keluar dari kamarnya untuk menemui Ramadhan di ruang tamu rumahnya.
*
*
*
Bersambung ...
Happy Reading❤️
__ADS_1