RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Seseorang Yang Sedang Kucoba Gapai Hatinya


__ADS_3

Saat ini Ricky dan keluarganya sedang berkumpul menikmati hidangan santap malam selepas sholat Maghrib. Anindita seperti biasa memasak hidangan yang disajikan untuk anggota keluarganya. Kesehariannya sebagai ibu rumah tangga sejak menikah dengan Ricky membuatnya punya banyak waktu luang untuk belajar memasak berbagai macam makanan.


" Rama, tadi pagi itu Farah ke sini untuk mengantar undangan untuk kamu." Anindita teringat akan kartu undangan yang dititipkan oleh Farah tadi pagi saat suami dan anaknya hendak berangkat ke kantor.


" Undangan? Undangan apa, Ma?" tanya Ramadhan seraya mengeryitkan keningnya.


" Pesta ulang tahun dia," jawab Anindita." Kamu akan datang ke sana?"


" Seperti anak kecil saja pakai acara-acara ulang tahun segala." Ramadhan berkomentar seraya memutar bola matanya. Memang sejak kecil, Ramadhan seolah enggan untuk hadir di acara perayaan ulang tahun.


" Kalau Mas Rama mau datang ke ultahnya Kak Farah, Thalita ikut dong, Mas! Siapa tahu bisa masuk televisi." Thalita ikut menyahuti, mendengar Ramadhan diundang oleh Farah. Dia berpikir pasti akan ada infotaiment yang meliput acara birthday party Farah yang berprofesi sebagai seorang model terkenal itu.


" Mau masuk televisi sekarang gampang, Dek. Tinggal bikin hal yang aneh, nyeleneh yang bikin dihujat orang, pasti nanti masuk berita di infotaiment televisi!' celetuk Arka mengomentarai perkataan Thalita.


" Iiihh, Mas Arka ..." Thalita mengerucutkan bibirnya.


" Arka! Jangan mengajari adikmu hal yang nggak baik!" Anindita melotot, menegur putra keduanya yang sedang menggoda adik bungsunya.


" Bercanda, Ma." Arka yang ditegur oleh Anindita langsung menyeringai.


" Iya nih, Ma! Mas Arka itu kalau bicara suka ngawur! Syukurin, weekk ..." Thalita yang merasa senang kakaknya ditegur langsung mencibir Arka.


" Thalita!" Kali ini Ricky menegur putri bungsunya yang dianggapnya sengaja memprovokasi.


" Kena juga, kan?" Arka yang merasa dibela oleh Ricky kembali menyeringai.


" Ya sudah, sekarang lanjutkan makan kalian!" Ricky kembali menyuruh anak-anaknya kembali menyantap makanan.


" Jadi kamu nggak akan datang, Rama?" tanya Anindita yang penasaran dengan jawaban putranya.


" Rama malas, Ma." sahut Ramadhan. Selain karena malas meladeni Farah, dia juga masih terpikirkan tentang pertemuannya dengan Rayya siang tadi. Apalagi dengan adanya pria asing yang juga menyukai Rayya.


" Kalau Mas Rama nggak hadir, Thalita yang datang menghadiri boleh nggak, Mas? Sebagai perwakilan, nanti Thalita bilang saja kalau Mas Rama masih repot dan nggak bisa datang." Thalita yang bersemangat ingin sekali hadir di acara ulang tahun model terkenal itu langsung menawarkan diri.


" Acara seperti itu untuk orang-orang dewasa! Anak kecil seperti kamu nggak boleh hadir di acara kayak gitu!" larang Arka.


" Thalita 'kan sudah lewat tujuh belas tahun, Mas."


" Tetap saja masih kecil."

__ADS_1


" Kalian berdua ini kenapa, sih? Mama tanya Mas kalian, lho! Bukan tanya kalian!" Anindita yang melihat Arka dan Thalita kembali berdebat langsung menegur mereka.


Sementara Ramadhan memilih diam, karena dia juga tidak ingin melanjutkan pembahasan seputar Farah dan acaranya.


***


Ramadhan menurunkan punggungnya hingga menyentuh bantal di tempat tidurnya. Sementara tangannya masih menggenggam selular dan memandang foto Rayya di ponselnya itu.


" Aku nggak mengerti kenapa jadi kepikiran terus soal kamu, Rayya? Kenapa kamu terus mengusik pikiranku? Kenapa kamu jadi berubah seperti ini? Kenapa kamu nggak menjadi Rayya yang dulu? Yang pemalu dan nggak percaya diri jika berhadapan dengan banyak orang? Jadi kamu nggak meresahkan hati aku sekarang ini," gumam Ramadhan. Dia seolah menyesali perubahan sosok Rayya yang kini semakin terlihat dewasa, mandiri dan juga tentu saja penampilan Rayya yang semakin cantik. Semua perubahan yang ada di diri Rayya seakan meresahkan dirinya.


Ramadhan lalu membuka aplikasi jejaring sosial yang ada di ponselnya. Dia mengunduh gambar animasi seorang wanita berhijab lalu dia masukan tulisan dalam gambar itu.



Ramadhan lalu mengupload gambar itu di story' whatsapp nya. Entahlah, seketika dirinya bagaikan remaja alay yang sedang gelisah gundah gulana karena seorang wanita bernama Rayya.


Ddrrtt ddrrtt


Tak lama dari dia mengaupload gambar tadi, notif pesan masuk langsung berbunyi di ponselnya.


" Uhuukk, siapa wanita berhijab itu, Mas?"


Ramadhan yang seolah tersadar akan hal yang dia lakukan segera menghapus kembali story' WhatsApp nya itu.


Ddrrtt ddrrtt


Kembali terdengar notif di ponselnya. Dia kembali membuka pesan yang kini dikirim oleh Arka.


" Kenapa di hapus, Mas? Untung sudah aku screenshoot. Jadi bisa aku jadikan status😂😂😂"


Ramadhan membelalakkan matanya saat membaca pesan dari Arka. Dengan cepat dia membuka story' akun adiknya itu. Benar saja Arka memang mengcapture statusnya dengan menambahkan caption.


" Perlu dicatat, nih! Jam, hari, tanggal, bulan dan tahunnya. Tumben banget kakakku bikin story'😂 Galau, Mas? Siapa nih, cewek yang meresahkan itu? #kepoakut "


Ramadhan langsung menelepon nomer Arka setelah membaca isi story' WA adiknya


" Cepet kamu hapus status kamu itu, Arka!" Ramadhan langsung menyuruh adiknya menghapus story' WhatsApp nya yang berisikan capture story' dirinya.


" Haha, kenapa memang, Mas? Takut ketahuan siapa, sih?' Arka justru meledek Ramadhan.

__ADS_1


" Nggak perlu banyak tanya, cepat hapus sekarang juga!" perintah Ramadhan kemudian segera mematikan panggilan ponselnya itu dengan mulut menggerutu.


***


Ddrrtt ddrrtt


Rayya baru saja masuk ke dalam kamarnya setelah dia berbincang dengan Daddy dan Mommy nya. Dia langsung menuju arah nakas ketika ponsel yang dia tinggal di atas nakas itu berbunyi. Dia menduga jika Luigi lah yang menghubunginya saat itu.


" Assalamualaikum, ada apa, Kia?" Ternyata dugaan Rayya salah, karena Azkia lah yang menghubunginya.


" Waalaikumsalam, Ray, kamu baca story' WA nya Kak Arka, nggak?" tanya Azkia.


" Kak Arka? Kak Arka nya Tante Anin? Nggak tahu, Kia. Rayya 'kan ganti nomer HP jadi nggak bisa lihat. Memangnya kenapa Kak Arka?" tanya Rayya penasaran.


" Kak Arka bikin status yang dia capture dari statusnya Kak Rama, Ray."


" Oh ya? Terus masalahnya apa? Kak Rama itu 'kan Kakaknya Kak Arka, wajar, kan? Nggak ada yang aneh." Rayya menganggap apa yang dilakukan Arka tidak ada yang perlu dipermasalahkan.


" Tapi story' itu sekarang nggak ada di WA nya Kak Rama, padahal itu baru beberapa menit yang lalu, lho! Kan aneh ...."


" Memang Kak Rama bikin story' apa?" Rayya yang awalnya tidak ingin tahu menahu soal status WhatsApp Ramadhan akhirnya menanyakan kepada Azkia, apa isi story' Ramadhan karena sepupunya itu merasa heboh.


" Nanti Kia kirim, ya!" Azkia langsung mematikan panggilannya.


Tak lama dari Azkia mematikan panggilannya, terdengar suara notif pesan masuk ke dalam ponsel Rayya. Rayya lalu membuka pesan gambar yang dikirimkan Azkia kepadanya.


Rayya membulatkan matanya saat membaca pesan gambar yang dikirimkan Azkia. Dia melihat gambar animasi wanita berhijab dengan tulisan, ' Seseorang yang sedang kucoba gapai hatinya '


Rayya menghela nafas dalam-dalam. Bukannya dia terlalu percaya diri, namun dia merasa jika dirinya lah wanita yang dimaksud oleh Ramadhan. Seketika itu juga hati Rayya dibuat tak tenang.


" Kenapa Kak Rama jadi seperti ini? Kenapa Kak Rama tidak seperti dulu saja? Yang acuh dan tidak memperdulikan perasaan Rayya kepada Kak Rama. Setidaknya itu lebih baik untuk Rayya, daripada sikap Kak Rama yang seperti ini kepada Rayya," batin Rayya dalam hati yang dibarengi sebuah tetesan air mata yang mengalir di pipinya.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2