
" Lho, ada di sini rupanya." Azzahra memasuki kamar Rayya saat Gavin dan Rayya sedang membicarakan soal perjodohan.
" Rayya sama Daddy lagi ngobrolin apa, sih? Sepertinya serius sekali ngobrolnya?" tanya Azzahra karena dia mendapati wajah anaknya yang nampak tegang.
" Kemarilah, Honey. Aku sedang membicarakan apa yang kemarin aku katakan kepadamu dengan Baby."
Kali ini wajah Azzahra yang dibuat menegang akan ucapan suaminya itu. Dia sama sekali tidak menduga jika suaminya itu akan serius dengan niatnya menjodohkan Rayya dengan Ramadhan.
" Aku tadi sudah mengatakan rencanaku tentang perjodohan Baby."
Azzahra menatap wajah putrinya yang seketika nampak sendu. Apalagi saat putrinya itu langsung menundukkan kepalanya.
" Baby tadi bilang kalau Baby tidak sedang menyukai seseorang pun, jadi Dad harap Baby bisa menerima tentang perjodohanmu ini, Baby."
Rayya menatap Daddy nya kembali.
" Apa Dad akan menjodohkan Rayya dengan laki-laki kaya raya yang sudah tua? Apa Dad terlilit hutang sehingga Dad harus menjodohkan Rayya?" Pertanyaan konyol itu terlontar dari mulut Rayya.
Gavin tergelak mendengar ucapan putrinya itu.
" Baby, Baby ... kau ini pasti terlalu sering menonton drama-drama apa itu namanya? Atau terlalu sering membaca novel sampai terpikirkan hal itu? Kau ini putri Dad yang cantik, masa Dad akan menjodohkanmu dengan aki-aki? Lagipula Grandpa kamu itu termasuk salah satu orang terkaya di negeri ini. Mana mungkin sampai Dad terlilit hutang lalu menjodohkan kamu hanya untuk melunasi hutang-hutang Dad. It's ridiculous." Gavin masih terpingkal menertawakan kepolosan Rayya.
Rayya lalu melirik ke arah Azzahra seolah ingin meminta penjelasan kepada Mommy nya itu namun Azzahra hanya melempar senyuman seraya mengedikkan bahunya.
" Baby, pria yang ingin Dad jodohkan denganmu itu pria muda dan sangat tampan. Dad yakin kau pun pasti akan suka nantinya. Baby juga kenal kok dengan pria yang ingin Dad jodohkan dengan Baby," lanjut Gavin.
" Siapa maksud Daddy?" Rayya sibuk menerka-nerka siapa pria yang dimaksud oleh Daddy nya itu.
" Kemarin sore Dad sudah bertemu dengan Pak Ricky, dan kami sepakat untuk menjodohkan Baby dengan salah satu anak dari Pak Ricky."
Deg
Jantung Rayya berdetak kencang saat Gavin menyebut anak dari Pak Ricky. Apa Pak Ricky yang dimaksud Daddy nya adalah Papa dari Ramadhan? Itu pertanyaan yang hinggap di hatinya.
" M-maksud Dad Om Ricky Papanya Thalitha?" tanya Rayya dengan hati berdebar-debar.
" Siapa itu Thalitha? Nama anak perempuan Pak Ricky, kah?" Gavin menoleh ke arah istrinya, karena dia tidak terlalu hapal nama anak perempuan Ricky walaupun dia tahu Ricky punya anak perempuan.
" Iya, anak bungsunya Mbak Anin." Azzahra menjawab pertanyaan suaminya.
" Oh iya-iya, Pak Ricky punya dua anak laki-laki, kan? Salah satunya sebaya dengan Baby."
Hati Rayya kembali mencelos karena dia menduga jika Daddy nya akan menjodohkan dirinya dengan Arka. Karena dengan Ramadhan menurutnya tidak mungkin melihat kedekatan Ramadhan dengan Kayla di pesta ulang tahunnya kemarin.
" Dad harap kamu setuju Dad jodohkan dengan putra dari Pak Ricky itu," ucap Gavin lagi.
__ADS_1
" Apa Dad akan menjodohkan Rayya dengan Kak Arka?" lirih Rayya tak bersemangat.
Ucapan Rayya membuat Gavin dan Azzahra saling pandang, mereka menduga jika putrinya itu salah paham dengan ucapannya.
" Apa Baby menyukai Arka?" Gavin bertanya balik kepada Rayya.
Rayya menggelengkan kepala.
" Rayya tidak menyukai siapa-siapa, Dad." Rayya kembali menyangkal.
" Ya sudah, kalau begitu Baby tidak akan menolak 'kan kalau Dad ingin jodohkan Baby dengan Rama?"
Deg
Rayya seketika terperangah dengan mulut terbuka dan bola mata terbelalak mendengar nama yang disebutkan oleh Gavin. Dia tidak menyangka jika orang yang ingin dijodohkan dengannya adalah pria pujaan hatinya selama ini.
" K-Kak Rama? Dad mau jodohkan Rayya dengan Kak Rama?" Rayya seakan masih tak percaya dengan pendengarnya saat Gavin menyebutkan nama Rama sebagai sosok yang akan dijodohkan dengannya.
" Iya, apa Baby keberatan kalau Dad jodohkan dengan Rama? Kalau Baby tidak setuju nanti Dad bilang ke Om Ricky jika rencana perjodohan ini dibatalkansaja." Gavin sengaja berkata seperti itu karena dia ingin tahu akan reaksi Rayya akan seperti apa.
" No, Dad. It's not like that. I mean ... Rayya sih terserah apa yang Dad inginkan saja." Seketika rasa grogi merayapi hati Rayya. Bagaimana tidak? Saat dia mengagumi sosok pria, ternyata pria itu akan dijodohkan orang tuanya dengan dirinya. Serasa ribuan kelopak bunga bermekaran di hatinya saat itu juga.
Gavin tersenyum melihat perubahan ekspresi wajah putrinya itu.
" I-iya, Dad." Rayya langsung tertunduk malu karena saat ini rona merah membias di pipi putihnya.
" Kau lihat, anak kita menerima dan nampak senang dengan perjodohan ini, Honey." Gavin berkata kepada Azzahra.
Azzahra hanya sedikit tersenyum menanggapi perkataan suaminya. Tentu saja putrinya merasa senang karena Ramadhan adalah pria yang sangat diidolakan putrinya. Namun bagaimana dengan Ramadhan? Apakah pria itu akan setuju dijodohkan dengan Rayya? Itu yang masih membuat cemas hati Azzahra.
Sebenarnya dia sangat menyayangkan tindakan terburu-buru yang dilakukan oleh suaminya. Azzahra menilai jika Rayya belum seharusnya tahu tentang ini sebelum mendapatkan kejelasan akan tanggapan dari Ramadhan tentang rencana perjodohan yang digagas oleh suaminya itu. Dia benar-benar merasa takut jika putrinya itu akan kecewa.
***
" Assalamualaikum. Rayya di mana, Auntie?" Azkia nampak berlari dari rumahnya memasuki rumah Rayya membuat Azzahra yang sedang menyemprot tanaman hias di pekarangan rumahnya langsung mengeryitkan keningnya.
" Waalaikumsalam, kamu kenapa lari-lari seperti itu, Kia?" Azzahra menjawab sapaan Azkia sambil bertanya kenapa keponakan dari suaminya itu berlari tergesa-gesa.
" Rayya di mana, Auntie? Kia mau bicara sama Rayya soal penting." Azkia nampak berapi-api saat mengatakan tujuannya mencari Rayya.
" Masalah penting apa, Kia?" tanya Azzahra penasaran.
" Oh ... itu masalah anak muda, Auntie." Azkia terkekeh saat mengetahui Azzahra nampak menyelidik. " Rayya ada di kamar ya, Auntie?"
" Rayya di taman sedang melukis," sahut Azzahra.
__ADS_1
" Kia ke Rayya dulu ya, Auntie." Azkia lalu berlari menuju halaman belakang rumah Gavin yang merupakan taman bunga. Sementara di sampingnya terdapat kolam renang, karena Gavin membeli rumah di sebelah dia tinggal lalu dia satukan dengan rumahnya sekarang dan halaman belakanganya dijadikan kolam renang keluarga.
" Ray ..." Azkia menyapa Rayya yang nampak serius melukis bunga-bunga yang ada di taman.
" Hai, Kia." Rayya menyapa balik Azkia tanpa menghentikan aktivitasnya menyapu kanvas dengan koas yang sudah dibubuhi cat air.
" Ray, Kia punya kabar mengejutkan, lho!"
" Ah, iya Kia. Rayya juga punya kabar baik, Kia." Dengan wajah berbinar Rayya mengucapkan kalimat itu.
" Kabar apa?" tanya Azkia penasaran.
" Kia dulu deh yang cerita. Kan Kia dulu yang ingin menyampaikan kabar ke Rayya."
" Rayya dulu saja deh yang cerita. Kia takutnya kalau Kia yang cerita duluan nanti Rayya keburu pingsan, Kia jadi nggak bisa dengar kabar apa yang ingin Rayya sampaikan ke Kia." Azkia meledek.
" Iiihh apaan sih, Kia ..." Rayya mencebik. " Ayo buruan Kia saja yang duluan cerita. Rayya janji nggak akan pingsan, deh." Rayya menaruh palet koas dan koas di meja yang dia siapkan untuk menaruh beberapa cat warna.
" Ya sudah, Rayya duduk saja dulu biar kalau nanti pingsan nggak merepotkan." Azkia langsung mengarahkan Rayya ke kursi taman di sebelah Rayya melukis.
" Kia bikin Rayya deg-degan saja, deh." Rayya mengomentari sikap sepupunya itu.
" Karena apa yang ingin Kia sampaikan pasti akan mengejutkan untuk Rayya."
" Soal apa?" Rayya semakin dibuat penasaran.
" Jadi ... dua hari lalu itu, Mama aku ketemuan sama Tante Anin. Dan Mama bilang kalau Tante Anin bermaksud ingin menjodohkan Kak Rama dengan Kia."
Deg
Rayya seketika tercengang mendengar kabar dari Azkia yang mengatakan jika Anindita akan menjodohkan Ramadhan dengan Azkia. Lalu apa maksud dari kata-kata Daddy nya pagi tadi? Seketika itu juga tubuh Rayya serasa lemas dengan hati yang sangat kacau.
*
*
*
Bersambung ...
Jangan lupa baca novelnya Kia ya. Dan jangan lupa tinggalkan jejak like dan komennya, karena like dan komen juga akan mempengaruhi popularitas suatu karya yang akan mempengaruhi level karya itu sendiri. Makasih🙏
Happy Reading❤️
__ADS_1