
Hati Rayya berdebar kencang karena hari ini akan diadakan hari pernikahannya bersama Ramadhan. Kini detak jantungnya semakin berdetak lebih cepat saat mengetahui rombongan pengantin pria sudah tiba ke rumahnya.
Acara akad nikah pun segera dimulai dengan Ramadhan yang sudah duduk berhadapan langsung dengan Gavin. Sedangkan Rayya berada di tempat terpisah.
Pembacaan ayat suci Alquran yang syahdu berkumadangan dari salah satu orang yang ditunjuk oleh pihak keluarga Gavin menandakan dimulainya acara akad nikah dilanjutkan dengan khutbah nikah.
Setelah khutbah selesai, kini saatnya pembacaan Ijab qobul yang akan dilakukan oleh Gavin langsung dengan Ramadhan. Sebelumnya pihak dari Gavin dan Ricky sudah menjelaskan kepada penghulu soal status Ramadhan. Dan mereka sepakat untuk tidak menyebut nama bin di belakang nama Ramadhan.
Setelah dituntun terlebih dahulu oleh penghulu akhirnya prosesi ijab qobul pun siap diucapkan oleh Gavin dan juga Ramadhan.
Gavin kini berjabat tangan dengan Ramadhan yang akan menjadi suami dari putri tercintanya. Rasa haru pastilah terasa di hatinya saat ini. Ini adalah salah satu momen terbesar dalam hidupnya saat dia harus merelakan putri yang sangat disayanginya kepada pria yang dipilih dan dicintai putrinya itu.
" Saudara Ramadhan Syahrezky Pratama saya nikahkan dan saya kawinkan dengan putri saya Rayya Faranisa Richard binti Gavin Richard dengan mas kawin logam mulia seberat tujuh ratus lima gram dibayar tunai."
Kalimat Ijab yang diucapkan Gavin langsung dibalas dengan lantang dan antusias oleh Ramadhan.
" Saya terima nikah dan kawinnya Rayya Faranisa binti Gavin Richard dengan mas kawin tersebut tunai."
" Sah?"
" Saaahhh ...!" pertanyaan Penghulu langsung disambut dengan saksi-saksi dan para tamu undangan hingga membuat rasa lega di hati semua pihak yang hadir di acara prosesi ijab qobul itu.
Setelah pembacaan doa, kini saatnya pengantin wanita keluar dari 'persembunyiannya' dengan dibantu oleh Amara dan Natasha berjalan mendekat ke arah Ramadhan yang langsung tersenyum saat melihat kehadiran wanita yang beberapa hari ini sangat dirindukannya.
Ramadhan mengulurkan tangannya membantu Rayya yang agak kesusahan saat ingin duduk di sampingnya.
" Bagaimana, lega sekarang rasanya?" tanya Penghulu saat kini Rayya dan Ramadhan saling berpandangan seolah lupa jika saat ini mereka berdua sedang menjadi pusat perhatian semua.orang di sana.
Rayya langsung menundukkan kepala dengan rona merah yang terlihat jelas di wajahnya.
" Pengantinnya saling pandang, mungkin masih terpana dengan kecantikan dan ketampanan pasangannya Pak Penghulu." Pembawa acara berkelakar menggoda sang pengantin, yang disambut dengan tawa semua tamu yang hadir.
" Selanjutnya acara pemasangan cincin kepada kedua mempelai, silahkan Mas Rama menyematkan cincin sebagai simbol bersatunya Mas Rama dan Mbak Rayya, dalam ikatan pernikahan, disusul Mbak Rayya yang memasang cincin di jari Mas Rama." Pembawa acara meminta Rayya dan Ramadhan memasang cincin pernikahan mereka.
Thalita yang memegang kotak cincin pernikahan menyodorkan kotak perhiasan yang sudah terbuka itu kepada kakak laki-lakinya. Dan Ramadhan mengambil cincin itu dan meraih tangan Rayya. Dia menatap kembali wajah cantik Rayya yang masih tertunduk malu.
__ADS_1
Ramadhan lalu menyematkan cincin itu ke jari manis lentik tangan kiri Rayya. Setelah itu Rayya yang menyematkan cincin ke jari pria yang kini sudah sah menjadi imannya dilanjut dengan mencium punggung tangan kanan Ramadhan. Ramadhan pun kemudian mencium kening Rayya membuat Rayya memejamkan matanya dengan hati yang berdesir.
" Tahan sebentar Mas Rama dan Mbak Rayya. Silahkan barangkali mau didokumentasikan moment ini." Pembawa acara menahan Ramadhan dan Rayya untuk tidak menyudahi acara cium kening itu terlebih dahulu untuk memberi kesempatan kepada pihak keluarga agar mendokumentasikan momen tersebut.
Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan penandanganan dokumen pernikahan dan penyerahan mahar kepada mempelai wanita. Rayya dan Ramadhan pun kini memamerkan kedua buku nikah mereka berwarna hijau tua untuk istri dan maroon untuk suami.
Acara berikutnya adalah acara sungkeman kepada kedua orang tua kedua pengantin dan sesepuh kedua keluarga dan momen ini sudah pasti membuat suasana menjadi haru dengan tangis terutama saat tangis Rayya pecah saat harus sungkeman kepada kedua orang tuanya.
***
Satu persatu tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang disambut dengan suka dan cita oleh Rayya dan juga Ramadhan di hari bahagia mereka
" Rayya, happy wedding ... samawa till jannah " Azkia dengan perut yang sudah mulai nampak membuncit menghampiri dan memeluk Rayya.
" Aamiin, makasih Kia." Rayya pun memeluk tubuh Azkia yang kini berbadan dua. " Calon debay sehat-sehat 'kan diperut Mama Kia?" Rayya mengusap perut Azkia yang kini sudah berusia empat bulan.
" Alhamdulillah sehat, Auntie Rayya." Azkia terkekeh membalas ucapan Rayya.
" Semoga perut aku bisa cepat isi seperti kamu, Kia." Rayya melambungkan harapannya.
" Sayang, kau tenang saja, aku pasti bisa bikin kamu seperti Kia secepatnya." Ramadhan langsung menyahuti ucapan Rayya.
" Tuh, minta sama Kak Rama langsung," sindir Azkia.
" Rayya selamat atas pernikahanmu." Kini Raffasya yang berganti mengucapkan selamat kepada Rayya.
" Terima kasih Kak Raffa."
" Sudah jangan lama-lama bicara sama istriku!" Ramadhan langsung melingkarkan tangannya di pundak Rayya.
Raffasya menarik sudut bibirnya ke atas mendengar ucapan Ramadhan.
" Kau urus saja istri dan calon anakmu itu," sindir Ramadhan kembali.
Kini Azkia yang memutar kedua bola matanya menaggapi Ramadhan.
__ADS_1
" Kak Rama apa-apaan, sih?? Sudah pasti Kak Raffa itu mengurus Kia dan calon debay nya. Jangan aneh-aneh, deh!" Rayya menegur Ramadhan yang mulai posesif kepada dirinya sejak tahu jika Raffasya pernah menyukai dirinya.
***
Setelah selesai menerima ucapan selamat, Rayya dan Ramadhan menuju kamar untuk istirahat sebelum melaksanakan acara resepsi pernikahan Ramadhan dan Rayya nanti malam.
" Aaaakkhh ...!" Rayya memekik kaget saat tubuhnya tiba-tiba melayang di udara saat Ramadhan mengangkat tubuhnya saat berjalan masuk ke dalam kamar Rayya.
" Asataghfirullahal adzim! Kak Rama lepaskan! Nanti aku jatuh!" Rayya meminta Ramadhan menurunkannya.
" Nanti aku akan menurunkanmu di tempat tidur." Ramadhan lalu menaruh tubuh Rayya di atas tempat tidur dengan dia yang mengungkung tubuh Rayya.
Ramadhan menatap wajah cantik istrinya, rasanya dia sudah tidak sabar untuk melakukan kewajibannya dan menikmati hak nya sebagai seorang suami.
" Kak, aku mau lepas riasannya dulu. Kepala aku berat memakai ini." Rayya menunjuk siger dan beberapa riasan di kepalanya.
Ramadhan kemudian bangkit dan berniat membantu Rayya untuk melepaskan riasan di kepala Rayya.
" Bisa aku bantu bukain?" ujar Ramadhan.
" Memang Kak Rama bisa bantuin buka ini?" tanya Rayya.
" Hmmm, aku nanti bantu buka baju kamu saja, deh." Ramadhan kembali menyeringai.
Rayya langsung membulatkan matanya saat Ramadhan mengucapkan kalimat yang menggodanya. Dan wajahnya kini seketika bersemu jika mengingat saat ini dia sudah menjadi istri dari Ramadhan dan harus siap meladeni suaminya itu termasuk meladeni kebutuhan biologis sang suami.
*
*
*
Bersambung ...
Happy Reading ❤️
__ADS_1