RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Kado


__ADS_3

" Rayya, facciamo una sorpresa a Simone!" Monica membisikkan sesuatu kepada Rayya saat waktu istirahat.


" Sorpresa? Ma perché? ( Kejutan? tapi kenapa ) Rayya mengerutkan keningnya seraya menoleh ke arah Monica. Dia bingung kenapa harus memberi kejutan kepada Simone.


" Non lo sai che oggi è il compleanno di Simone?" ( Kamu nggak tahu kalau hari ini ulang tahun Simone ) Donna merasa heran karena sepertinya Rayya tidak ingat ulang tahun Simone


" Davvero?" ( Benarkah ) Rayya nampak terkejut karena dia lupa akan ulang tahun Simone.


" Perché hai dimenticato il compleanno del tuo migliore amico?" ( Kenapa kamu lupa ulang tahun sahabatmu ) Donna memutar bola matanya menanggapi Rayya yang melupakan hari ulang tahun Simone, sementara Rayya hanya terkekeh.


" Andiamo subito in mensa!" ( Ayo kita ke kantin ) Monica kemudian menarik tangan Rayya untuk segera ke kantin karena saat ini Simone sedang berada di toilet.


" Lui sta arrivando!" ( Dia datang ) Bisik Monica saat melihat kehadiran Simone. Sementara Rayya dan Donna duduk membelakangi arah pintu kantin menutupi kue ulang tahun yang tadi sengaja dipesan dari kantin oleh Donna dan Monica.


" Ciao, ragazze ...!" ( Hai, gadis-gadis ) Simone menyapa mereka bertiga.


" Sorpresa ...!! ( Surprise ) pekik Rayya, Donna dan Monica bersamaan hingga membuat semua yang ada di kantin itu menoleh ke arah mereka dan kini mereka menjadi pusat perhatian.


" Tanti auguri a te, tanti auguri a te, tanti auguri Felice, tanti auguri a te ...." Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun versi bahasa Italia diikuti beberapa mahasiswa yang juga kenal dengan Simone yang langsung berkerumun. Dan Simone pun meniup lilin di kue ulang tahunnya.


" Buon compleanno, Simone!" ( Selamat ulang tahun, Simone ) Donna dan Monica langsung mengucapkan ulang tahun dengan memeluk Simone, suatu hal yang wajar di dunia barat namun tidak bisa diikuti oleh Rayya.


" Buon compleanno, Simone." Kali ini giliran Rayya yang mengucapkan selamat ulang tahun.


" Grazie, grazie mille ..." ( Terima kasih, terima kasih banyak ) Simone mengucapkan rasa terima kasihnya karena diberi kejutan oleh sahabat-sahabatnya. Teman-teman Simone yang lain pun bergantian mengucapkan selamat ulang tahun kepada Simone. Setelah itu Simone memotong kue ulang tahun. Simone manatap ke arah Rayya dan menyodorkan potongan kue pertamanya kepada Rayya.


" Per te ..." ( Untukmu ) ucap Simone seraya mengulum senyumannya.


Rayya terkesiap saat Simone tiba-tiba menyodorkan potongan kue untuknya, namun dia tidak langsung menerima kue dari Simone, sementara orang-orang yang ada di sana langsung riuh bersorak.


" Dai, prendilo Rayya!" ( Ayo ambil, Rayya ) Donna dan Monica segera menyuruh Rayya mengambil potongan kue ulang tahun Simone.


Rayya pun akhirnya menerima potongan kue itu walaupun agak ragu, membuat beberapa orang bertepuk tangan dan bersuil karena mereka menduga kedekatan Simone dengan Rayya selama ini menyiratkan sesuatu yang mereka sangka jika kedua orang itu memiliki ketertarikan satu sama lain.

__ADS_1


***


Sepulang kuliah Rayya meminta antar William membelikan kado ulang tahun untuk Simone, karena dia memang belum menyiapkan kado untuk sahabatnya itu. Rayya pun mengunjungi outlet salah satu brand terkenal asal Italia.



" Sekalian kamu belikan Kakak, ya!" William tertawa menggoda adiknya yang sedang sibuk memilih kado apa yang ingin dia berikan kepada Simone.


" Kakak mau Rayya belikan apa?" tanya Rayya tak mempermasalahkan jika harus membelikan hadiah untuk William. Baginya apapun barang yang diminta William di outlet itu tak akan sebanding nilainya dengan pengorbanan Kakaknya harus pindah kuliah dan pekerjaan demi menemaninya.


" Haha, tidak usah, Kakak hanya bercanda, kok." William memang tidak serius dengan perkataannya tadi. Selain bekerja, Gavin pun masih memberikan jatah 'uang jajan' kepada William. Gavin benar-benar ingin bersikap adil sebagai orang tua. Tidak membeda-bedakan kepada semua anaknya. Jadi tidak mungkin William meminta kepada adiknya itu.


" Memang kenapa, Kak? Kak tidak percaya kalau Rayya juga punya uang, ya?" Rayya berkacak pinggang karena menganggap Kakaknya itu meremehkan finasialnya.


" Kakak percaya, anak Daddy Gavin mana mungkin isi dompetnya tipis." William tertawa hingga membuat beberapa orang di sana menoleh ke arah mereka berdua.


" Kak, malu ih, dilihat orang-orang begitu." Rayya terkikik menutup mulutnya. " Kak Willy mau apa? Nanti Rayya yang bayar sekalian, deh!" Rayya meminta agar William segera memilih.


" Nggak usah, Kakak nggak kepingin apa-apa, kok! Ya sudah, cepat kamu pilih kadonya, Kakak sudah lapar, nih."


" Terserah kamu, di sana banyak pilihannya. Dompet, tas, sepatu, jam." William menyebutkan satu persatu benda yang bisa dijadikan kado untuk Simone.


" Hmmm, dompet saja kali, ya." Rayya lalu memilih dompet untuk kado Simone. Dan setelah meminta bantuan William untuk memilihkan akhirnya Rayya memilih dompet berwarna coklat dari brand asli Italia tersebut.



***


" Simone, aspetta!" ( Simone, tunggu ) Rayya berteriak memanggil Simone saat melihat pria itu turun dari motornya.


" Rayya?" Simone menoleh saat terdengar suara yang berteriak memanggilnya.


Rayya segera merogoh tasnya karena dia ingin mengambil sesuatu dari tote bag nya itu.

__ADS_1


" Questo regalo per te." ( Ini hadiah untukmu ) Rayya langsung menyodorkan kado itu kepada Simone.


" Per me? Davvero? ( Untukku? Benarkah ) Simone nampak terkejut dengan kado yang diberikan Rayya untuknya.


" Si." Rayya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


" Grazie, Rayya." ( Terima kasih, Rayya ) Simone nampak senang dengan hadiah yang diberikan Rayya kepadanya.


" Ehi, non essere ancora felice. Devi pagare il conto della sua carta di credito il mese prossimo." ( Hei, jangan senang dulu. Bulan depan kau harus membayar tagihan kartu kreditnya ) William yang sudah menyusul langkah Rayya langsung melingkarkan tangannya di pundak adiknya sembari berkelakar membuat Simone membulatkan matanya.


" Kak, iihh ...!" Rayya langsung memberengut seraya mencubit pinggang William.


" E devo raccogliere il mio paghetta per un mese per saldare il conto della sua carta di credito?" ( Dan aku harus mengumpulkan uang sakuku selama sebulan untuk membayar tagihan kartu kreditnya ) Simone langsung tergelak, dia tahu jika William tidak serius dengan kata-katanya.


" Che digiunare e non mangiare per un mese, farei meglio a restituire il regalo." ( Daripada harus puasa dan tidak makan selama sebulan, lebih baik aku kembalikan saja kadonya ) Simone mengembalikan kado pemberian Rayya kepada wanita itu. Sontak apa yang dilakukan Simone membuat Rayya membelalakkan matanya.


" No, Simone! Non ascoltare mio fratello!" ( Tidak, Simone! Jangan dengarkan Kakakku ) Rayya nampak sedih saat Simone mengembalikan kado darinya.


" Ehi, Simone! Perchè hai restituito il regalo? Hai fatto quasi piangere la mia sorella." ( Hei, Simone! Kenapa kau kembalikan kadonya? Kau membuat adikku hampir menangis ) ledek William seraya tertawa melihat wajah memberengut Rayya sementara Simone pun tak tahan untuk menahan tawanya hingga kedua pria tampan itu tertawa seolah mengolok Rayya.


Rayya mendengus kesal merasa dikerjai oleh Kakak dan sahabatnya.


" Siete entrambi fastidiosi!" ( Kalian berdua menyebalkan ) Rayya langsung menepis tangan William yang merangkul pundaknya dan bergegas meninggalkan mereka berdua lebih dahulu.


" Ehi, Rayya! Dove il mio regalo?" ( Hei, Rayya! Mana kadoku ) Simone pun berlari menyusul Rayya seraya tersenyum senang kerena berhasil membuat wanita itu merajuk.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2