RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Konfrensi Pers


__ADS_3

Tok tok tok


Ramadhan memutar kursi kerjanya saat terdengar suara pintu ruangannya diketuk.


" Ada apa, Mbak Susan?" tanya Ramadhan saat melihat sekretaris dari Dirga kini sudah berada di pintu ruang kerjanya.


" Pak Ricky meminta saya memanggil Mas Rama untuk ke ruang Pak Ricky segera," ucap Susan menyampaikan apa yang dipesan Ricky kepadanya.


" Baiklah, saya segera ke sana." Ramadhan lalu bangkit dari kursinya lalu berjalan keluar ruangan menuju ruangan Papanya.


" Ada apa panggil Rama, Pa?" Ramadhan memasuki ruang kerja Ricky setelah mengetuk pintu terlebih dahulu. Dia lalu duduk di kursi sofa ruang kerja Ricky.


" Mamamu baru kasih tahu Papa, katanya ada gosip tentang kamu dan model iklan kita. Kamu sudah dengar berita itu?" tanya Ricky kemudian berdiri kemudian bergabung dengan anaknya duduk di sofa.


" Iya, Pa. Tadi Farah baru kasih kabar ke Rama soal gosip itu. Tapi Papa nggak perlu khawatir, biarkan saja tak usah ditanggapi. Farah sendiri bilang akan mengklarifikasi soal gosip itu saat peluncuran iklan apartemen kita. Farah akan mengatakan apa yang terjadi di sana nggak seperti yang diberitakan di akun gosip itu." Ramadhan nampak tenang menanggapi.


" Model itu menghubungi kamu langsung? Apa kalian bertukar nomer HP?" tanya Ricky mengerutkan keningnya. Dia berpikir bagaimana Farah bisa terhubung langsung dengan Ramadhan jika bukan karena saling bertukar nomer HP mereka? Karena mereka baru pertama kali bertemu.


" Oh iya, Pa. Kemarin itu Farah meminta nomer telepon Rama. Dia bilang barangkali nanti ada kenalannya yang tanya ke dia seputar apartemen kita, jadi dia bisa meminta info lebih jelas ke Rama, Pa." Ramadhan dengan jujur mengatakan alasannya.


" Apa kamu yakin hanya sebatas itu?"


Ramadhan menatap penuh tanya kepada Ricky, dia sama sekali tidak mengerti ke mana arah pertanyaan Papanya itu.


" Maksud Papa?"


" Rama, kamu sekarang ini pria mapan yang mempunyai karir sebagai eksekutif muda dan punya masa depan yang sangat menjanjikan di masa datang. Sudah pasti akan banyak wanita yang ingin mendekatimu sekarang ini. Papa hanya berharap kau lebih hati-hati jika ingin memilih berteman dengan wanita." Ricky mencoba menasehati putranya itu.


Ramadhan tertawa mendengarkan tentang hal yang dianggap sebuah kekhawatiran Ricky soal dirinya.


" Pa, kenapa Papa jauh berpikir seperti itu? Itu hanya sekedar bertukar nomer HP, tidak lebih." Ramadhan mencoba menyangkal apa yang diduga Ricky.

__ADS_1


" Mungkin bagi kamu begitu, tapi belum tentu bagi dia. Rama, walaupun Papa tidak punya pengalaman banyak soal wanita, tapi hal-hal seperti ini sering Papa temui saat Papa muda dulu. Wanita-wanita ingin berusaha menarik perhatian Papa dengan cara mereka. Bahkan ada yang sampai menyebarkan berita yang menyudutkan Mama kamu yang bertujuan agar Mama kamu benci sama Papa dan menjauh dari Papa." Ricky teringat gosip yang pernah disebarkan oleh Rachel lebih dari dua puluh tahun silam.


" Benarkah, Pa? Berita apa?"


" Sudahlah tak perlu dibahas. Sampai saat ini Mamamuntidak pernah tahu soal gosip itu, jadi jangan bahas soal itu di depan Mamamu." Ricky meminta Ramadhan untuk tutup mulut.


" Baik, pa."


" Sekarang kembalilah ke tempatmu."


" Baik Pa. Rama permisi." Ramadhan pun kemudian keluar dari ruangan Ricky untuk kembali ke tempat dia.


***


Rayya sudah mengirimkan beberapa lukisannya kepada Kayla dan ternyata Kayla menyetujui semua lukisan yang dia kirimkan untuk dipamerkan dalam pameran yang akan diadakan oleh Kayla nanti.


" Ciao, aspirante famoso pittore!" ( Hai, calon pelukis terkenal ) sapa Simone saat Rayya berjalan melintasinya dan duduk di kursinya.



" Che cos'è questo? Ci siamo persi la notizia?" ( Ada apa ini? Apa kami ketinggalan berita ) Donna yang duduk di bangku belakang Rayya langsung bertanya.


" Rayya terrà una mostra di pittura." ( Rayya akan mengadakan pameran lukisan ) Simone terkekeh.


" Davvero?" ( Benarkah ) tanya Donna nampak terkejut.


" No, non è la mia mostra." ( Tidak, itu bukan pameranku ) tepis Rayya melotot ke arah Simone yang masih terkekeh. " La mia amico che ha un evento." ( Itu acara temanku ) lanjutnya.


" Ma rayya partecipa con la sua pittura." ( Tapi Rayya ikut berpartisipasi dengan lukisannya ) Simone menjelaskan.


" Dov'è l'evento? Quando?" ( Di mana acaranya? Kapan )" tanya Donna penasaran.

__ADS_1


" A Milano, il prossimo bimestre." ( Di Milan, dua bulan mendatang ) Rayya menjawab.


" Io e monica possiamo venire lì, Rayya? ( Aku dan Monica boleh datang ke sana, Rayya ) tanya Donna antusias.


" Fuori rotta." ( Tentu saja ) Rayya menyahuti.



" Buongiorno ..." sapa Pak Matteo yang masuk ke dalam ruang kelas membuat obrolan Rayya, Donna dan Simone berhenti karena mereka akan segera mengikuti mata kuliah yang akan diajarkan oleh Pak Matteo.


***


" Mbak Farah, sekarang ini Anda menjadi model iklan dari sebuah apartemen dari perusahaan properti terkenal Angkasa Raya Group. Apa pemilihan Anda sebagai model iklannya ini ada sangkut pautnya dengan kedekatan Anda dengan salah satu orang penting di perusahaan tersebut? Seperti kabar yang beredar satu Minggu ini?" tanya seorang wartawan kepada Farah yang terlihat sedang melakukan konfrensi pers setelah peluncuran iklan apartemen milik perusahaan Dirgantara itu.


" Oke, terima kasih. Di sini saya akan klarifikasi mengenai berita yang sempat heboh kemarin di sosial media tentang gosip yang mengatakan jika ada hubungan spesial antara saya dengan salah seorang petinggi dari perusahaan Angkasa Rayya, bahkan sampai ada berita miring segala. Saya tegaskan jika berita itu tidaklah benar. Saya memang bersama salah satu petinggi dari perusahaan Angkasa Raya malam itu karena pihak dari Angkasa Raya mengadakan jamuan makan malam, terkait soal iklan yang saya bintangi. Dan malam itu bukan hanya kami berdua yang ada di hotel itu tapi juga dengan Mas Arya Saluka dan juga manager dari perusahaan tersebut, Pak Rusli. Silahkan kalian konfirmasi langsung kepada Mas Arya kebetulan ada di sebelah saya dan Pak Rusli juga ada di sini. Jadi pertanyaan Mas tadi yang mengatakan saya mendapatkan iklan ini karena kedekatan saya dengan beliau sama sekali tidak benar." Farah memberikan klarifikasinya menyangkut berita yang menyangkut dirinya.


" Sebagai perwakilan dari Angkasa Raya Group, kami tambahkan di sini, jika acara dinner malam itu kami memang mengundang Mas Arya dan Nona Farah. Karena itu kami juga sempat kaget saat mengetahui gosip itu tersebar. Tapi kami dari pihak Angkasa tidak terlalu menanggapi berita itu dan biarlah Nona Farah yang memberikan klarifikasinya saat peluncuran perdana iklan apartemen kami." Pak Rusli menambahkan.


" Apakah gosip ini sengaja dihembuskan karena PT. Angkasa Rayya akan memperkenalkan apartemen barunya? Sehingga akan mencuri perhatian masyarakat dengan adanya gosip ini?"


" Saya rasa itu tidaklah beralasan. Kami bukanlah perusahaan yang senang melakukan sensasi atau gimmick untuk membuat orang tertarik dengan produk kami. Jadi saya tekankan jika ada yang berpendapat kalau gosip ini digulirkan untuk menaikan animo masyarakat terhadap apartemen yang kami tawarkan itu sama tidak benar. Itu hanya pikiran orang-orang yang picik. Angkasa Raya sudah puluhan tahun berdiri dan kami tidak pernah melakukan trik-trik memalukan seperti itu. Terima kasih," pungkas Pak Rusli menampik anggapan jika gosip itu sengaja disebarkan oleh pihak mereka agar apa yang ditawarkan oleh perusahaan Angkasa Raya diminati oleh konsumen.


Ramadhan tersenyum saat menatap layar LED di ruang kerjanya yang menampilkan hasil konferensi pers peluncuran produk apartemen terbaru milik perusahaan kakek angkatnya itu.



*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading ❤️


__ADS_2