
" Ya iyalah Rayya nolak! Orang Kak Rama sendiri yang bilang ke Rayya kalau Kak Rama nggak akan bisa memberi cinta Kak Rama untuk Rayya kalau kalian meneruskan perjodohan. Memangnya enak merasakan cinta sendiri? Mending dibatalkan saja perjodohannya."
Mata Rayya yang sebenarnya menyipit karena sembab langsung terbelalak saat mendengar ucapan Azkia. Dia sama sekali tidak menyangka jika Azkia akan membuka rahasianya. Tidak hanya di depan Ramadhan, namun di hadapan Daddy nya, Ricky dan juga Dirga. Dan tentu saja yang dia takutkan adalah reaksi dari Daddy nya, hingga kini tatapan matanya mengarah ke arah pria berperawakan tinggi besar di hadapannya itu.
Benar saja seperti dugaan Rayya, kali ini Gavin sedang menatapnya penuh tanda tanya. Sorot mata yang selalu lembut jika menatapnya kini seolah berubah menjadi tegas seolah menelisik hingga Rayya menurunkan pandangannya. Dan kini pandangan mata Gavin berpindah ke arah Ramadhan, pria yang berdiri tak jauh darinya. Pria muda itu nampak merasa serba salah karena ketahuan jika dia yang telah merencanakan menggagalkan rencana perjodohan Ramadhan dan Rayya. Gavin menatap Ramadhan yang tak berani menatapnya dengan sorot mata kecewa. Dia tidak menyangka jika Ramadhan telah mempengaruhi putri lugunya untuk melakukan suatu kebohongan.
Tak berbeda jauh dengan Gavin, Ricky pun tak kalah terkejutnya mengetahui jika Ramadhan telah merencanakan keputusan Rayya. Dia memang mengetahui jika putranya itu menolak untuk dijodohkan. Namun jika sampai mempengaruhi Rayya agar menolak perjodohan mereka, Ricky merasa itu adalah tindakan yang sangat memalukan sebagai seorang laki-laki. Ricky menatap putranya dengan rahang mengeras. Entah bagaimana dia harus menghadapi Gavin karena ulah putranya itu. Yang pasti Ricky sangatlah merasa malu.
Sementara Dirga langsung menggelengkan kepala mengetahui perilaku putra dari assistennya itu. Bagaimana tidak? Setelah menekan Rayya dengan mengatakan tidak akan memberikan cinta, bisa-bisanya Ramadhan mengatakan jika pembatalan perjodohan karena Rayya ingin mengejar cita-citanya. Sungguh tidak mencerminkan sikap seorang pria sejati, menurutnya.
" Kia, kenapa bicara seperti itu?" bisik Rayya kepada sepupunya.
" Biarkan saja, biar yang lain juga tahu terutama Uncle Gavin dan juga Om Ricky. Kalau Kak Rama itu memberikan dua pilihan kepada Rayya. Tetap melanjutkan perjodohan namun nggak akan memberikan cinta atau sama-sama membatalkan perjodohan. Begitu 'kan yang Kak Rama bilang ke kamu malam itu sampai bikin kamu menangis?!"
" Kia ...!" Rayya segera menarik tangan Azkia dan ingin membawa sepupunya itu pergi dari sana. " Maaf, Rayya permisi dulu, Om, Dad."
" Kak Rama sadar nggak, sih? Kalau sikap Kak Rama malam itu sudah bikin Rayya patah hati." Azkia terus saja mengoceh membuat Rayya merasa malu karena rahasianya dibongkar oleh Azkia. Rayya semakin mempercepat langkahnya membawa Azkia menjauh dari hadapan pria-prua tadi.
" Kia ...! Kenapa sih, Kia harus menceritakan hal itu ke orang-orang? Rayya malu, Kia!" Rayya mengeluarkan unek-uneknya karena sikap Azkia yang telah menceritakan masalah kesepakatannya dengan Ramadhan soal menolak perjodohan.
" Biar orang pada tahu, Ray. Terutama Om Ricky dan Om Dirga biar tahu kelakuan anak dan keponakan mereka itu." Azkia mengatakan alasannya membuka rahasia Rayya dan Ramadhan.
" Kia nggak mikir dampaknya akan bagaimana dengan hubungan Daddy ku dengan Om Ricky? Kalau Daddy ku tahu hal ini, Dad pasti akan marah terhadap Kak Rama. Lalu bagaimana kalau itu akan berpengaruh dengan hubungan pertemanan antara Dad dan keluarga Om Ricky? Bisa nggak Kia mikir ke arah sana?! Kia juga nggak berpikir perasaan Rayya kayak gimana? Rayya malu, Kia! Rayya pikir Kia bisa menjaga rahasia ini dari semua orang, ternyata ..." Rayya yang nampak kecewa dengan sikap sepupunya itu langsung meluapkan kekesalannya terhadap Azkia. " Rayya menyesal sudah mempercayai Kia selama ini!" Rayya lalu berlari meninggalkan Azkia dengan sangat emosi.
" Ray, Kia nggak bermaksud seperti itu!" Azkia berusaha mengejar Rayya namun Natasha lebih dahulu memanggilnya.
" Kia, kenapa? Kenapa Rayya nangis seperti itu?" tanya Natasha yang sempat melihat Rayya menangis sambil berlari melewatinya.
" Nggak ada apa-apa, Ma." Azkia menutupi pertengkaran kecil yang terjadi antara dirinya dengan Rayya.
" Ya sudah ayo cepat pulang!" Natasha kemudian mengajak Azkia pulang ke rumahnya.
Sementara itu suasana tegang terasa di antara Ramadhan, Gavin dan juga Ricky selepas kepergian Rayya dan Azkia.
" Rama, apa yang dikatakan Azkia tadi itu benar?" tanya Ricky penuh intimidasi terhadap putranya.
" Rama, Rama ... bisa-bisanya kau melempar kesalahan kepada Rayya dengan alasan mengejar cita-cita." Dirga seolah mematik suasana hingga semakin panas.
Ramadhan tidak menjawab perkataan Ricky dan juga Dirga. Dia kini terfokus menatap Gavin yang hanya diam namun menatapnya dengan tatapan menghunus tajam seolah ingin membunuhnya. Ramadhan memaklumi jika Gavin akan sangat kecewa terhadapnya.
" Saya minta maaf, Om." Hanya itu kalimat yang keluar dari mulut Ramadhan.
" Tuan Gavin, saya selaku orang tua Rama, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas ulang putra saya ini. Saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi. Saya merasa malu dengan sikap yang sudah ditunjukkan dia terhadap putri Anda, Tuan Gavin." Ricky pun meminta maaf terhadap Gavin. Dia merasa tidak enak hati akan perbuatan Ramadhan terhadap Rayya.
Gavin hanya menghela nafas panjang. Sebagai seorang ayah yang mengetahui putrinya diperlakukan seperti itu oleh seorang pria yang dicintai putrinya, tentu saja dia merasa kecewa. Apalagi saat mendengar ucapan Azkia jika Rayya patah hati dan menangis dengan sikap Ramadhan. Dia teringat malam itu Rayya bersikap biasa saja dan nampak tegar, dia tidak menduga jika putrinya itu sengaja menutupi rasa sakit hatinya dari dia dan Azzahra. Dia saja yang dulu dipaksa menikah dengan Azzahra, tidak sampai mengatakan kalimat tidak akan bisa memberikan cinta jika sampai bersama, walaupun dulu dia dan Azzahra selalu saja beradu mulut, nyatanya baik dia dan istrinya kini saling mencintai dan hidup bahagia.
" Rick, sebaiknya kau bawa anakmu segera pergi dari sini." Dirga yang melihat Gavin sepertinya berat menerima ucapan permintaan maaf Ramadhan dan Ricky menyuruh assisten dan anaknya itu segera pergi meninggalkan rumah Dad David.
" Saya permisi, Tuan Gavin. Sekali lagi saya sangat-sangat menyesali perbuatan putra saya. Assalamualikum ..." Dengan berat hati Ricky berpamitan kepada Gavin.
" Waalaikumsalam ..." Gavin menyahuti dan menerima jabat tangan Ricky.
" Om, Rama benar-benar minta maaf." Ramadhan ingin meraih punggung tangan Gavin namun Gavin lebih dahulu memasukkan tangannya ke dalam saku celananya. " Rama permisi, Om. Assalamualaikum ..." Ramadhan pun berpamitan dan berjalan menyusul papanya.
" Waalaikumsalam ..." sahut Gavin dengan nada pelan setelah Ramadhan menjauh darinya.
" Well, sebagai Om dari Rama, aku turut menyesal, Vin. Aku nggak sangka anak itu tega menyakiti hati putrimu." Dirga merangkul pundak Gavin. " Aku berharap apapun yang terjadi antara Rayya dan juga Rama, tidak akan mempengaruhi tali silaturahmi yang selama ini terjalin sangat baik di antara keluarga Almarhum Om David dan juga keluarga besar Almarhum Papaku." Dirga menepuk pundak Gavin.
" Aku juga punya seorang putri, dan anakku pun menyukai seorang pria sejak kecil karena kami sudah menjodohkan mereka. Aku bisa merasakan bagaimana menjadi dirimu, Vin." Dirga berusaha menenangkan Gavin. Dia tentu tidak mau jalinan silaturahmi yang terjalin antara keluarganya dan keluarga Gavin menjadi cacat hanya karena tindakan bodoh Ramadhan.
__ADS_1
" It's oke, Ga." Gavin pun menepuk punggung Dirga seolah menegaskan jika apa yang dilakukan Ramadhan tidak akan mempengaruhi silaturahmi mereka sebagai rekan bisnis maupun sebagai sahabat.
" Kalau begitu aku pamit dulu, assalamualaikum ..." Dirga akhirnya ikut berpamitan meninggalkan rumah Dad David.
" Waalaikumsalam ...."
***
" Assalamualaikum ..." Ricky menyapa Anindita saat memasuki rumahnya. Dia berjalan lebih dahulu karena Ramadhan harus memarkirkan mobilnya.
" Waalaikumsalam ... sudah pulang, Pa?" Anindita menyambut Ricky dengan mencium punggung tangan suaminya lalu melingkarkan tangannya ke pinggang Ricky.
" Sudah." Ricky yang masih merasa kesal dengan perbuatan Ramadhan masih belum bisa menutupi rasa kecewanya.
" Assalamualaikum ..." Kini Ramadhan yang masuk ke dalam rumah.
" Waalaikumsalam ..." Anindita menjawab salam dari putranya.
" Papa tunggu penjelasan kamu di ruang kerja, Rama!" Ricky yang selama perjalanan pulang sengaja diam tak membahas masalah itu, kini meminta Ramadhan untuk menjelaskan apa yang sudah dilakukan putranya selama ini.
" Iya, Pa. Rama ganti baju dulu." Ramadhan kemudian berjalan menuju kamarnya.
" Ada, Pa?" Anindita yang merasakan ada atmosfir ketegangan antara suami dan anaknya langsung bertanya.
" Anak Mama itu sudah benar-benar bikin Papa malu terhadap Tuan Gavin."
Anindita mengeryitkan keningnya menanggapi ucapan suaminya.
" Dia anak Papa juga, lho!" Anindita lalu memprotes karena suaminya hanya menyebut dirinya sebagai orang tua dari Ramadhan.
" Memang kenapa dengan Rama sih, Pa?" tanya Anindita penasaran.
" Mama ingat kenapa rencana perjodohan Rayya dan Rama gagal?"
Ricky menghempas nafas kasar mendengar alasan yang dipakai Rayya ternyata hasil dari ulah putranya.
" Ternyata saat itu Rama yang mempengaruhi Rayya agar membatalkan rencana perjodohan, Ma."
Anindita menautkan alisnya mendengar ucapan Ricky. " Maksud Papa?"
" Rama memberikan pilihan kepada Rayya saat itu untuk membatalkan perjodohan atau menerima perjodohan tapi dengan syarat, jika Rama tidak akan bisa memberikan cintanya kepada Rayya."
Anindita terperanjat saat mengetahui apa yang telah dilakukan putranya kepada Rayya.
" Rama bilang seperti itu, Pa? Ya Allah ..." Anindita nampak syok. " Papa tahu dari mana?"
" Azkia, Azkia yang bilang seperti itu. Dan yang lebih membuat Papa malu, hal itu terungkap di hadapan Tuan Gavin dan Pak Dirga." Ricky menghempas nafas kasar. " Papa nggak tahu harus ditaruh di mana muka Papa ini di hadapan keluarga Tuan Gavin, Ma? Mama seorang wanita, pasti Mama mengerti bagaimana perasaan Rayya saat mendengar Rama mengatakan hal itu, walaupun Rayya tidak mencintai Rama." Ricky memang tidak mengetahui jika sebenarnya putranya itu sangat disukai oleh Rayya.
" Ya ampun, Rama ..." Anindita langsung memijat pelipisnya. " Mama nggak enak sama Rara kalau begini, Pa."
" Apalagi Papa, Ma. Rama sudah benar-benar mempermalukan kita di hadapan keluarga Tuan Gavin," keluh Ricky. " Ya sudah, Papa mau ganti baju dulu ..." Ricky bersama Anindita berjalan menuju kamarnya.
***
Setelah meninggalkan Azkia, Rayya langsung berlari ke dalam kamarnya karena dia benar-benar merasa kecewa kepada Azkia. Di saat orang yang lain merasa kecewa kepada Ramadhan, hanya Rayya lah yang kecewa terhadap sepupunya itu.
Rayya menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dan mengeluarkan rasa kesalnya dengan menangis. Dia masih tidak menyangka jika Azkia membongkar semua rahasianya. Mungkin jika dia tidak segera menyeret Azkia, keputusannya kuliah ke luar negeri sebagai salah satu alasannya mengobati rasa sakit hatinya akan dibuka juga oleh Azkia.
Sementara itu setelah kepergian Dirga, Gavin langsung mencari keberadaan putrinya. Dia sangat tahu jika saat ini putrinya semakin merasa sedih.
__ADS_1
" Honey, mana Baby?" tanya Gavin kepada Azzahra.
" Rayya?" Azzahra mengedar pandangan mencari keberadaan putrinya itu namun tidak dia temukan. " Mungkin di kamarnya, By."
" Ayo kita ke kamar Baby!" Gavin mengajak istrinya itu menemui putrinya. Dan Azzahra pun mengikuti perintah suaminya hingga kini mereka berdua menaiki anak tangga menuju kamar Rayya.
" Baby ..." Gavin mengetuk kamar putrinya sementara Azzahra meraih handle pintu kamar Rayya.
" Pintunya dikunci, By." ujar Azzahra karena mendapati pintu kamar pintu kamar Rayya terkunci dari dalam.
" Baby ...! Buka pintunya, Baby ...!" Gavin kembali mengetuk pintu kamar Rayya.
" Rayya, buka pintunya, Sayang." Rayya pun ikut mengetuk pintu kamar Rayya.
Setelah sekitar lima menit menunggu, pintu kamar Rayya pun dibuka dari dalam.
" Baby ...."
" Rayya ...."
Gavin dan Azzahra langsung masuk ke dalam kamar dan melihat mata Rayya yang masih basah.
" Rayya, kamu masih sedih karena Grandpa, ya? Grandpa pasti sedih kalau Rayya sedih terus seperti ini." Azzahra langsung memeluk putrinya. Dia memang tidak tahu ada peristiwa lain yang baru saja terjadi.
" Baby, kenapa Baby tidak menceritakan hal itu kepada kami? Kenapa Baby menyembunyikan kepada Daddy dan Mommy?" Gavin mengusap kepala Rayya.
" Menceritakan hal apa? Apa yang disembunyikan oleh Rayya, By?" tanya Azzahra bingung.
" Soal gagalnya rencana perjodohan Baby dulu, Honey."
" Dad, please ..." Rayya meminta Daddy nya untuk tidak membahas masalah itu lagi.
" Memangnya ada apa lagi dengan itu, By? Kan sudah jelas mereka menolak."
" Itu semua hasil rekayasa Rama."
" Dad, sudahlah ... nggak usah bahas itu lagi." Rayya memohon namun Gavin tak menggubrisnya.
" Saat Rama datang ke rumah kita malam itu dan mengajak Baby keluar, kau ingat itu, Honey?"
Azzahra menganggukkan kepalanya, tentu saja dia ingat akan kejadian itu.
" Ternyata saat itu Rama memberikan pilihan kepada Baby. Menolak perjodohan atau menerima perjodohan namun dia menegaskan kalau dia tidak akan bisa memberikan cinta kepada putri kita."
Azzahra terperanggah seraya membelalakkan matanya mengetahui rahasia yang selama ini putrinya sembunyikan. Dia bisa merasakan betapa kecewanya hati Rayya saat itu, karena secara terang-terangan dilukai perasaannya oleh pria yang disukai putrinya itu.
" Ya ampun, Rayya ..." Azzahra langsung mengusap kepala Rayya.
" Rayya nggak apa-apa kok, Mom, Dad." Rayya masih mencoba meyakinkan kedua orang tuanya jika dia baik-baik saja.
" Aku nggak sangka Rama tega berbuat seperti itu, By." Azzahra menoleh ke arah suaminya.
Gavin mendengus kasar. " Dia benar-benar meremehkan keluarga kita. Dia pikir dia itu siapa? Berani sekali dia menyakiti Baby kita!" Kini Gavin mengusap wajah Rayya yang masih terasa lembab karena air mata. " Mulai saat ini, hapus nama Rama di hatimu. Jangan lagi mengharapkan dia! Selamanya, Daddy nggak akan sudi menerima dia untuk menjadi menantu dari keluarga Gavin Richard!" tegas Gavin penuh emosi.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung ...
Happy Reading❤️