
Azzahra tersenyum mendapati kehadiran Anindita dan Ricky bersama kedua anak mereka, Arka dan Thalitha.
" Mbak, Anin ...."
" Hai, Ra ...."
Azzahra dan Anindita saling menyapa dan berpelukan.
" Terima kasih sudah menyediakan waktu untuk datang kemari, Pak Ricky." Gavin pun menyambut kehadiran Ricky.
" Sama-sama, Tuan Gavin. Kami senang, selalu bisa menjadi saksi pertumbuhan usia Nona Rayya sejak usia empat puluh hari dia dulu." Ricky tersenyum menanggapi sambutan Gavin.
" Hahaha, Anda benar sekali, Pak Ricky." Gavin dan Ricky pun akhirnya tertawa bersama.
" Makasih sudah datang ya, Mbak Anin." Tak beda dengan suaminya, Azzahra pun mengucapkan terima kasih atas kedatangan Anindita dan keluarganya.
" Sama-sama, Ra. Aku juga terima kasih, lho. Selalu dapat kehormatan di acara-acara yang kamu dan keluarga selenggarakan." Anindita sangat senang selalu disambut baik dan selalu menjadi bagian dari tamu yang hadir di setiap momen perayaan yang dilakukan keluarga besar David Richard. Tentu saja selain karena posisi suaminya yang merupakan Executive Assistant dari perusahaan yang menjadi relasi bisnis ayah dari Gavin Richard, juga karena kedekatan dia dengan Azzahra hingga berlanjut ke anak-anak mereka yang akhirnya bersahabat.
" Hmmm, Rama nggak ikut, Mbak?" tanya Azzahra, walaupun dia tahu putra pertama Anindita itu tak pernah datang di setiap acara ulang tahun Rayya, tapi saat dia teringat putrinya yang tadi mencari keberadaan Ramadhan, dia pun akhirnya menanyakan tentang Ramadhan.
" Rama tadi pergi keluar, katanya sih sama Kayla sebelum kami pergi ke sini, Ra. Tapi nggak tahu mereka mau ke mana."
" Kayla? Kayla nya Mbak Nadia? Dia ada di sini? Mbak Nadia ada di Jakarta?"
" Iya, Ra. Datang dua hari lalu."
" Yah, sayang banget aku nggak tahu Mbak Nadia ada di Jakarta ini. Kalau tahu pasti aku undang kemari, Mbak." Azzahra menyesal karena telat mengetahui informasi keberadaan Nadia.
" Ya sudah nggak apa-apa, Ra. Mbak Nadia juga pasti mengerti, kok." Anindita mengusap lengan Azzahra.
Sementara itu dari kejauhan Rayya yang sibuk menerima ucapan selamat dari beberapa temannya, namun matanya terus saja mengedar pandangan mencari kedatangan Ramadhan hingga akhirnya dia melihat kehadiran keluarga dari Ricky Pratama. Namun saat matanya mengabsen anggota keluarga itu, hatinya langsung kecewa karena dia tidak mendapati sosok yang dicari dan diharapkan datang di belakang Ricky dan Anindita.
" Kia, itu Om Ricky dan Tante Anin, tapi Kak Rama nggak ada, deh." Dengan nada kecewa Rayya berkata pada Azkia.
" Mungkin nanti menyusul, Ray. Sabar dulu, dong! Acaranya juga belum dimulai."
Rayya kembali menoleh ke arah orang tuanya yang tadi sedang berbincang dengan keluarga Ricky, kini berganti dengan kedatangan keluarga dari Dirga dan Kirania.
__ADS_1
" Happy Brithday, Ray."
Rayya terkesiap saat Arka sudah berada di hadapannya dan memberikan ucapan selamat.
" Kak Arka? Terima kasih, Kak." Rayya membalas ucapan Arka.
" Kak Rayya, selamat ulang tahun, ya." Kini Thalita yang mengucapkan.
" Makasih, Thalita."
" Kak Arka, Kak Rama nggak ikut kemari?" tanya Azkia yang sedari tadi mendampingi Rayya menyambut teman-teman sekolah mereka.
" Nggak tahu tuh, dia tadi nggak ada di rumah waktu kita berangkat. Kenapa nih tanya-tanya Mas Rama? Kamu suka sama Mas aku, ya?" ledek Arka kepada Azkia.
" Nggak, kok!" tepis Azkia mengedikkan bahunya.
" Sudah deh, sana! Jangan menghalangi orang yang mau kasih ucapan selamat sama Rayya." Azkia mendorong tubuh Arka agar menjauh dari mereka hingga membuat Arka tertawa.
" Kia dengar 'kan tadi Kak Arka bilang? Kak Rama itu nggak ada di rumah tapi dia nggak ada di sini, berarti Kak Rama nggak akan datang kemari." Rayya nampak kecewa.
" Tapi kenapa belum datang? Mestinya kalau Kak Rama nggak ada di rumah saat keluarga Om Ricky mau datang ke sini, seharusnya Kak Rama 'kan datang lebih dulu, tapi mana? Nggak ada, kan?" Rayya nampak senewen.
" Sabar dong, Ray. Kamu jangan panik gitu. Mungkin Kak Rama lagi siapkan kado spesial dulu buat kamu." Azkia terus menenangkan Rayya yang nampak berkaca-kaca bola matanya. Azkia merasa menyesal karena sudah memberitahukan terlebih dahulu kepada Rayya tentang rencana kedatangan Ramadhan, hingga membuat Rayya terlalu berharap.
" Kak Rayya, Happy Birthday, panjang umur dan sehat selalu, ya. Kak Rayya cantik banget, deh." Falisha, putri sulung Dirga kini memberikan ucapan selamat kepada Rayya.
" Aamiin. Thanks ya, Fa." Rayya menyahuti.
" Hai, Kak Kia. Mami Tata nya mana?" Putri dari bos Angkasa Raya Group itu mencari keberadaan Natasha.
" Hmmm ... ini lagi bocil, cari Mama aku apa cari Kak Alden?" sindir Azkia.
" Iiih, Kak Kia. Orang Fa cari Mami Tata, kok." tepis Falisha namun wajah gadis berusia empat belas tahun menampakkan rona merah.
" Tuh dia yang kamu cari datang!" Azkia menunjuk ke arah pintu ballroom membuat Rayya dan Thalita sama-sama menoleh ke arah yang ditunjuk Azkia karena mereka berdua sama-sama menunggu kedatangan seseorang.
" Mami Tata ..." Falisha langsung berseri mengetahui kedatangan Natasha bersama Yoga dan anak-anak mereka lainnya. " Kak Rayya, Kak Kia, Fa mau temui Mami Tata dulu, ya." Falisha langsung bergegas menghampiri Natasha.
__ADS_1
" Sabar, Ray." Azkia menggusap punggung Rayya saat melihat kekecewaan di wajah sepupunya itu.
" Selamat malam para tamu undangan yang telah hadir. Kami persilahkan untuk duduk di kursi yang telah disediakan karena acara perayaan ulang tahun Ananda Rayya Faranisa Richard akan segera dimulai. Silahkan menempati meja sesuai nomer yang telah disediakan tadi di depan." suara MC yang terdengar membuat para tamu langsung mencari meja masing-masing.
" Terima kasih sebelumnya untuk semua tamu undangan yang telah hadir di sweet seventeen brithday party nya putri tercinta dari Om Gavin Richard dan Tante Azzahra Faranisa Abdullah. Yaitu Rayya Faranisa Richard. Silahkan Rayya Sayang, duduk mendekat dengan Kakak MC di sini, ciee Kakak, mau nya muda terus ya dipanggil Kakak, hehe ... Mom and Dad nya juga silahkan duduk di sebelah sini biar kelihatan oleh tamu undangan yang lain." MC meminta keluarga Gavin untuk menempati meja di depan.
" Aku boleh duduk di sini nggak, Om? Siapa tahu bisa jadi menantu, eh ..." Candaan yang dilontarkan oleh MC membuat semua pengunjung tertawa dan merasa terhibur.
" Untuk Opa dan Oma dan juga keluarga dari pihak Om Gavin dan Tante Rayya, silahkan duduk di sini. Sehat-sehat terus ya, Opa, Oma. Biar bisa lihat cucunya tumbuh dewasa." MC menyapa keluarga Dad David dan Abi Abdullah.
" Sebelumnya saya mau menyapa tamu-tamu undangan yang hadir. Baik dari teman-teman sekolah dari Rayya maupun dari rekan bisnis Om Gavin. Teman-teman sekolah Rayya mana suaranya?" tanya MC menunjuk mic ke arah tamu undangan.
" Yeeeeee ...." seru semua teman sekolah yang diundang di pesta acara itu.
" Hmmm, ramai ya kalau ketemu anak-anak abege kaya gue gitu, hahaha ..." MC kembali berseloroh. " Mewakili Om David dan Tante Azzahra saya juga mau mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Dirgantara dan Ibu Kirania, beliau ini CEO dari Angkasa Raya Group, ya? Bos property ini. Siapa yang mau minta rumah? Silahkan langsung bilang mumpung ada di sini. Dari pada ngarepin bedah rumah mending minta saja langsung ke bos rumah, ye, kan? Bercanda ya, Om. Tapi kalau beneran dikasih sih, eyke nggak nolak. Hehehe ..."
" Selanjutnya ada petinggi dari Angkasa Raya lainnya juga di sini, orang kepercayaan dari Pak Dirgantara, yaitu Pak Ricky Pratama dan Ibu Anindita," MC melambai ke arah meja yang ditempati keluarga Ricky.
" Lalu ada juga Pak Dosen yang masih tetap ganteng. Makin berumur makin ganteng. Halo Pak Yoga dan Ibu Natasha. Aku mau kuliah di kampus Pak Yoga boleh, nggak? Tapi mata kuliah apapun maunya diajar sama Pak Yoga saja, boleh nggak, Pak? Hehe ... Maaf ya, Bu Natasha. Eh, aku langganan lho di Alexa Butique, minta discount lagi dong, Bu. Alamak hidupku ngarepnya gratisan dan discount terus, deh." Sang MC menepuk keningnya.
Suara tawa langsung terdengar setiap MC mengakhiri kalimatnya membuat suasana riang dengan senyum yang terlihat di wajah para tamu undangan, berbeda dengan Rayya yang terasa sendu karena orang yang ditunggu tak juga hadir.
" Selamat datang tamu undangan yang baru saja tiba."
Rayya langsung menolehkan wajahnya ke arah pintu masuk saat MC mengatakan seseorang yang baru saja tiba di acara itu. Wajah Rayya seketika berbinar saat dia melihat kedatangan Ramadhan yang malam itu nampak tampan, namun tiba-tiba senyumnya langsung memudar saat mendapati tangan Ramadhan sedang menggenggam tangan seorang wanita di sampingnya.
*
*
*
Bersambung ..
Happy Reading❤️
__ADS_1