
Rayya dan Ramadhan tersentak kaget saat mendengar pintu kamar diketuk dan suara Azzahra terdengar dari balik pintu kamar Rayya.
" Kak, Mommy ..." Rayya mendorong tubuh Ramadhan agar menjauh dari tubuhnya. Dia kemudian bangkit lalu merapihkan pakaiannya dan mengancing pakaiannya tanpa punya kesempatan untuk memakai bra terlebih dahulu.
" Rayya, Rama ..." seru Azzahra kembali.
" I-iya, Mom sebentar ..." Rayya lalu mengambil hijab kemudian berlari menuju pintu kamar, sementara Ramadhan justru menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur karena aksi tanggungnya tadi membuat kepalanya seketika merasa pusing.
" A-ada apa, Mom?" tanya Rayya salah tingkah saat membuka pintu kamar.
" Mommy mengganggu kalian, ya?" tanya Azzahra saat dia melihat wajah Rayya memerah.
" Ah, nggak kok, Mom. Kenapa, Mom?" tanya Rayya karena dia kurang konsentrasi dengan apa yang dikatakan Mommy nya tadi.
" Ada Michelle dan Simone di luar." Azzahra memberitahukan kedatangan adik dari William dan juga sahabat dari Rayya saat di Italia.
" Oh iya, Mom. Nanti Rayya ke bawah."
" Ya sudah, Mommy ke bawah lagi, ya." Azzahra kemudian meninggalkan kamar Rayya.
Rayya kemudian menutup pintu dan bersandar di pintu seraya memegangi dadanya. Dia lalu melihat ke arah Ramadhan yang sedang memijat keningnya.
Rayya lalu berjalan menuju ke arah lemari dan mengambil pakaian yang pantas sebelum menyambut tamunya di luar.
" Kak, aku ingin bertemu Michelle dan Simone di depan." Rayya berpamitan seraya tertunduk saat bicara dengan suaminya, karena dia malu jika mengingat aktivitasnya tadi.
" Tunggu, aku juga ikut." Ramadhan kemudian bangkit dan merangkulkan tangannya di pundak Rayya kemudian mereka berdua berjalan ke bawah untuk menemui tamu mereka.
" Michelle, Simone?" Rayya langsung merentangkan tangan kepada Michelle, membuat Michelle langsung memeluk Rayya.
" Rayya, Oh My God, congratulation on your wedding." Dua orang adik perempuan William itu saling berpelukan.
" Thanks, Michelle."
" Congratulation." Simone memberikan ucapan selamat pernikahan kepada Ramadhan. Sejujurnya Simone sendiri lebih senang jika Rayya bersama Luigi, karena dia sudah sangat baik mengenal pria yang berprofesi sebagai dokter di kampusnnya dulu. Luigi pria baik yang tidak pernah menyakiti hati Rayya, berbeda dengan Ramadhan. Namun semua keputusan ada pada Rayya karena wanita itulah yang akan menjalani semuanya.
" Thank you ..." sambut Ramadhan.
" Congratulazioni per il vostro matrimonio." ( Selamat atas pernikahan kalian ) Kali ini Simone memberikan ucapan selamat kepada Rayya.
__ADS_1
" Grazie mille, Simone." sahut Rayya.
" Non pensavo che tu avessi finito per sposarlo." ( Aku tidak menyangka akhirnya kau akan menikah dengan dia ) ujar Simone kembali.
" Così ho pensato." ( Aku pikir juga begitu ) Bahkan Michelle pun sudah bisa menimpali menggunakan bahasa Italia.
" Hei, kalian pasti sedang menggunjingkan aku, ya?" Ramadhan menatap curiga kepada Michelle dan Simone.
" Mereka bilang, mereka tidak percaya kalau aku akhirnya bersama Kak Rama." Rayya menjelaskan inti pembicaraan antara Michelle dan Simone.
" Tentu saja kami tidak percaya karena orang yang dulu dekat sama Rayya itu pria yang mendekati sempurna," ujar Michelle memuji Luigi.
" Walaupun pria itu mendekati sempurna, nyatanya akulah pria yang dicintai dan dipilih oleh Rayya." Ramadhan berbangga diri seraya memeluk erat pinggang Rayya, seolah menunjukkan jika dialah pemenang hati Rayya sejak awal sampai akhir.
" Ya itulah, heran juga aku sama adik Kak Willy yang satu ini." Michelle memutar bola matanya membuat Rayya terkekeh.
" Oh ya, kapan kalian akan menyusul kami?" tanya Rayya kemudian.
" Doakan saja, tahun depan kami akan menikah. Karena Tante Jo masih berat melepas kedua anaknya tinggal di Italia." Simone menjelaskan, karena sampai saat ini William memang merasa nyaman menetap di sana dengan pekerjaannya.
" Auntie Jo harus merelakan, setidaknya nanti di sana ada Kak Willy juga, kan?" sahut Rayya.
" Asalkan kamu memberi penjelasannya secara pelan-pelan, aku yakin Auntie agar memberikan ijin itu kepada kalian." Rayya mencoba menyemangati Michelle.
" Kau tahu, Rayya? Walaupun kita tidak bersaudara sedarah dan sekandung. Tapi aku sudah menganggap kamu ini seperti saudara aku sendiri," ucap Michelle kembali memeluk Rayya.
" Tentu saja kita saudara, kakak kita 'kan sama." Rayya berkelakar sambil tertawa membuat yang lain pun ikut tertawa.
***
Saat ini Ramadhan dan Rayya berjalan menuju stage tempat pelaminan bak raja dan ratu, melewati hamparan karpet seakan membelah kumpulan para tamu undangan yang sudah hadir di ruangan tempat diadakannya pesta resepsi pernikahan diiringi tembang A Tounsand Years milik Christina Perri
Sementara kedua orang tua Rayya dan Ramadhan sudah duduk di kanan dan kiri kursi pelaminan milik Rayya dan Ramadhan.
Para tamu undangan nampak terpukau saat melihat kedua mempelai yang berjalan dengan senyum merekah di bibir kedua mempelai.
...I have died everyday waiting for you...
...Darling don't be afraid I have loved you...
__ADS_1
...For a thousand years...
...I'll love you for a thousand more...
Setelah raja dan ratu semalam itu duduk di kursi singgasana mereka dan melalui sesi foto-foto bersama keluarga, akhirnya para tamu pun diberi kesempatan untuk memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai.
" Ramadhan, selamat menempuh hidup baru, Tante harapkan semoga rumah tangga kalian berdua samawa. " Dessy, adik dari Ricky memberikan ucapan selamat kepada keponakannya.
" Terima kasih, Tante Dessy," sahut Ramadhan.
" Semoga kamu bisa secepatnya mempunyai momomgan mumpung Tante masih bisa membantu istrimu melahirkan," Dessy menoleh ke arah Rayya yang langsung tersipu malu.
" Tenang saja, Tante. Selepas acara ini selesai, Rama akan mulai tanam saham." Ramadhan terkekeh berkelakar membuat Rayya semakin malu karena Ramadhan membahas masalah itu di hadapan Dessy.
" Kak, ayo cepat kita kasih ucapan selamat ke Kak Rama dan Kak Rayya dulu daripada nanti kita mengantri panjang." Seorang gadis muda menarik lengan seorang pria tampan agar mengikuti langkahnya.
" Kau saja sana, aku sudah memberi selamat pada mereka pagi tadi." Pria itu seolah keberatan diajak buru-buru oleh wanita itu.
" Tapi kalau aku sendiri yang ke sana memberikan ucapan selamat pasti akan ditanya, ' Fa, mana Kak Alden nya? Fa, nggak sama Kak Alden?' Kak Alden itu 'kan jodoh aku, jadi kita harus sepaket memberikan selamat kepada Kak Rama dan Kak Rayya nya." Gadis muda yang tak lain adalah Falisha putri pertama pasangan Dirgantara dan Kirania sedang berusaha membujuk pria yang sejak kecil sudah dijodohkan dengannya itu.
" Ck, ribet banget sih, kamu ini!" Alden akhirnya berjalan lebih dahulu menuju antrean para tamu yang ingin memberikan ucapan selamat kepada Rayya dan Ramadhan.
" Iiihh, kok malah ditinggal, Kak?" Falisha membelalakkan matanya saat melihat Alden berlalu meninggalkannya. Dia pun akhirnya berlari mengejar Alden, namun karena dia mengenakan heels tinggi hingga dia hilang keseimbangan dan hampir terjatuh kalau saja tidak ada tangan seseorang yang menahan tubuhnya.
" Hati-hati, dong! Kayak anak kecil saja kamu lari-lari. Kalau kamu jatuh dan jadi tontonan orang, apa kamu nggak malu jadi berita di infotaiment terjatuh di acara pernikahan??" Suara pria itu membuat Falisha menolehkan pandangan kepada pria yang telah menolongnya tadi.
" Kak Abhi??"
*
*
*
Bersambung ...
Banyak yang menunggu kisahnya Alden dan Falisha dibuat sesuai janji sebelumnya. Entahlah ... mudah²n dengan muncul di sini bisa muncul lagi idenya ya 😁
Happy Reading❤️
__ADS_1