RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Pria Beruntung


__ADS_3

Ramadhan memperhatikan sosok pria Italia di hadapannya. Seketika itu juga hatinya merasa tercubit, ketika dia menyadari jika pria yang dikatakan Azzahra sebagai pria yang sedang berusaha mendekati Rayya saat ini berada dekat dengannya.


" Saya dosen di tempat dia kuliah di Roma. Dan saya juga datang ke Indonesia ini spesial karena saya ingin bertemu dia,"


Jujur, apa yang dikatakan Luigi membuat Ramadhan merasa iri. Pria itu begitu menganggap Rayya hal yang spesial hingga pria asing itu rela menyeberangi benua untuk menemui Rayya. Tapi ... bukankah dirinya pun melakukan hal yang sama? Dia pun melakukan perjalanan jauh hingga ke Italia untuk bertemu Rayya, bahkan harus kembali ke Indonesia karena Rayya tidak ada di sana. Apakah yang dia lakukan bukan suatu pengorbanan? Tapi masalahnya, sudah spesialkah Rayya di hatinya?


" Maaf, apa Anda juga mengenal Rayya? Saya lihat foto Rayya di selular Anda tadi."


Ramadhan yang menyadari jika dia memang mengganti wallpapernya dengan foto Rayya langsung memasukan ponselnya ke dalam saku blazernya. Dia merasa malu karena ketahuan memakai foto Rayya oleh orang yang ternyata mengenal Rayya.


" Oh, iya tentu saja! Saya kenal Rayya sejak kecil karena orang tua kami berteman." Ramadhan menjelaskan.


" Benarkah? Kebetulan sekali Rayya juga ada di sini. Bagaimana jika Anda ikut saya? Kebetulan kami sedang ingin makan siang." Luigi justru mengajak Ramadhan untuk bergabung makan siang bersama dengan mereka.


" Rayya ada di sini?" Ramadhan kembali terkesiap saat mengetahui jika Rayya sedang berada di mall yang sama dengannya.


" Benar, kalau Anda tidak keberatan saya akan membawa Anda untuk bertemu dengan Rayya," ujar Luigi. " Oh ya, perkenalkan, saya Luigi." Luigi lalu mengenalkan namanya seraya mengulurkan tangannya ke arah Ramadhan.


" Rama ..." Ramadhan pun menyambut tangan Luigi.


***


" Kak Luigi ke toiletnya kok lama amat ya, Kia?" tanya Rayya karena Luigi tak juga nampak di hadapan mereka.


" Cieee, yang nggak betah ditinggal lama-lama ..." justru Azkia menggoda Rayya.


" Apaan sih, Kia? Rayya cuma takut Kal Luigi nyasar." Rayya beralasan.


" Nggak mungkin nyasarlah, Ray. Paling juga dia lagi setor jadi lama," celetuk Azkia.


" Hai, maaf ... kalian lama menunggu, ya?" suara Luigi dari sebelah kiri Rayya dan Azkia membuat kedua gadis remaja itu menolehkan kepalanya ke arah Luigi.


" Ah, nggak apa-apa kok, Kak." sahut Rayya. Namun seketika itu juga matanya membulat sempurna melihat sosok yang datang bersama Luigi adalah sosok yang tidak ingin dia temui.


" Lho, kok ada Kak Rama? Kok Kak Rama sama Kak Luigi, sih?" Azkia yang juga merasa kaget langsung berkomentar saat melihat kemunculan Ramadhan bersama Luigi. Dia lalu menoleh ke arah Rayya yang wajahnya sudah terlihat menegang.

__ADS_1


" Kia kenal sama Rama juga, ya?" tanya Luigi saat Azkia pun mengenali Ramadhan.


" Oh kenal, dong! Kak Rama ini 'kan ... aaawww ..." Azkia merasakan kakinya sengaja diinjak oleh Rayya. Dia mengerti apa maksud dari tindakan sepupunya itu.


Sementara itu saat mulai mendekati Rayya dan Azkia duduk, mata Ramadhan berpusat pada sosok wanita berhijab yang mengenakan dress dan hijab warna mint. Dia bisa melihat ekspresi Rayya yang terkejut saat melihat kehadirannya. Namun Rayya langsung memalingkan wajahnya.


" Kok Kak Luigi bisa sama Kak Rama, sih? Kalian sudah saling kenal sebelumnya? Apa Kak Luigi tadi di toilet itu janjian bertemu dengan Kak Rama?" tanya Azkia yang merasa penasaran akhirnya bertanya.


" Oh, tidak, Kia! Tadi saat di toilet saya dan Rama ini bertabrakan dan selular dia terjatuh, lalu saya melihat ada foto Rayya di selularnya. Saya tanya bagaimana foto Rayya ada di sana, ternyata dia bilang jika kalian berteman, karena itu saya ajak kemari. Kalian tidak keberatan, kan?" Luigi menjelaskan pertemuannya dengan Ramadhan.


Penjelasan dari Luigi soal foto Rayya di ponsel Ramadhan membuat kedua saudara sepupu itu kembali terkejut. Terlebih Rayya yang heran saat mengetahui jika foto dia ada di alat komunikasi milik Ramadhan itu.


" Ada foto Rayya di ponsel Kak Rama? Kak Rama simpan foto Rayya? Untuk apa?" Azkia yang super kepo merasa aneh dengan keberadaan foto milik Rayya yang terekam di ponsel milik Ramadhan.


" Rayya apa kabar?" Ramadhan tak memperdulikan pertanyaan Azkia, dia justru menyapa Rayya.


" Baik," sahut Rayya dengan suara pelan seolah dia malas membalas pertanyaan dari Ramadhan.


" Sudah pasti Rayya baik dong kabarnya! Dikunjungi sama Kak Luigi dari Roma ..." celetuk Azkia seakan mengompori.


" Rayya kapan pulang dari Bogor?"


.


Pertanyaan Ramadhan kini justru membuat Azkia dan Luigi mengerutkan keningnya karena Ramadhan ternyata memgetahui soal Rayya yang baru pulang dari Bogor.


" Kok Kak Rama tahu Rayya dari Bogor?" tanya Azkia lagi, gadis itu merasakan ada yang aneh dengan Ramadhan yang dia lihat saat ini.


" Aku pulang dua hari yang lalu." Rayya segera menjawab pertanyaan Ramadhan daripada pria itu berkata macam-macam lagi.


" Darimana Kak Rama tahu Rayya habis dari Bogor sih, Ray?" bisik Azkia makin penasaran.


" Dari story WA mungkin ..." Rayya menjawab asal. Pikirnya Azkia tidak tahu jika dia memblokir nomer ponsel Ramadhan.


" Memang Kak Rama tahu nomer telepon Rayya dari mana?" bisik Azkia kembali.

__ADS_1


" Mamamu!" Kini Rayya menjawab dengan mendelik ke arah Azkia membuat Azkia membuka mulutnya lebar, dia tidak menyangka jika Mamanya lah yang memberikan Rayya kepada Ramadhan. " Kok bisa Mama kasih nomer kamu, Ray?" kedua gadis itu terlihat asyik saling berbisik tanpa memperdulikan kedua pria yang memperhatikan kedua intreraksi mereka berdua.


Tak berapa lama pesanan makanan yang memang sudah dipesan oleh Rayya pun tersaji di hadapan mereka, sedangkan pesanan Ramadhan yang menyusul sedang dibuatkan.


" Oh ya, Kak Rama tahu nggak sih kalau Kak Luigi itu siapa?" Azkia mulai beraksi. Tentu saja dia ingin memamerkan kepada pria yang telah menolak sepupunya itu. Seolah dia ingin mengatakan jika Rayya disukai pria yang jauh lebih keren dari Ramadhan.


Sedangkan Rayya yang biasanya sering menegur Azkia jika gadis itu berceloteh, kali ini memilih diam. Rayya seperti tahu apa yang akan dikatakan Azkia, sehingga dia berpikir itu lebih baik agar Ramadhan tidak terus menerus mengganggunya.


" Kak Luigi ini calonnya Rayya, lho! Kak Luigi sengaja datang ke Jakarta dari Italia untuk bertemu dengan Rayya dan keluarga Rayya."


Kalimat yang diucapkan oleh Azkia tidak hanya membuat telingga Ramadhan panas namun hati pria itu juga tiba-tiba memanas mengetahui jika Luigi memang benar orang yang sempat diceritakan oleh Azzahra sebagai pria yang menyukai Rayya dan sedang mendekati gadis yang belakangan ini sangat mengganggu pikirannya itu.


" Kak Luigi ini dosen, masih muda, ganteng pula. Nggak rugi dong, Rayya dapet cowok kayak Kak Luigi," ujar Azkia kembali.


" Justru saya lah yang beruntung jika mendapatkan wanita seperti Rayya. Tidak hanya cantik secara fisik namun juga cantik dari dalam hatinya." Kalimat pujian yang diucapkan Luigi semakin membuat hati Ramadhan terusik.


Ramadhan melirik ke arah Rayya yang sedang menatap Luigi dengan mengulum senyuman malu-malu dan rona merah di pipi gadis itu.


" Sudah pasti, dong! Siapapun pria yang mendapatkan sepupu aku ini pastilah pria yang sangat beruntung. Sudah cantik, baik, lemah lembut. Kriteria wanita sholehah dan calon istri idaman deh, pokoknya! Dan hanya pria be*go saja kalau sampai menolak sepupuku yang cantik ini." ucapan Azkia yang menyindir Ramadhan membuat Ramadhan langsung menelan saliva mendapat predikat pria be*go yang disematkan Azkia untuk dirinya, karena mungkin hanya dialah pria yang berani menolak Rayya.


*


*


*


Bersambung ...


GA pulsa @50k untuk di novel Rayya dan juga Kia udah ditutup pukul 00.00 dini hari, ya. Dan ini yang beruntung dapetinnya. Silahkan setor nomer HP masing2. Dan terima kasih untuk semua readers yg udah dukung novel²ku🙏🙏




Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2