RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Kerena Ingin Dekat Denganmu


__ADS_3

Rayya melebarkan bola matanya saat mendengar suara wanita yang ingin dikenalkan Kayla kepadanya tiba-tiba saja menyapa akrab Ramadhan yang berjalan di belakangnya bersama Simone.


" Mas Rama? Ya ampun, Mas Rama ada di Milan juga?"


Secara refleks Rayya menolehkan wajahnya ke arah Ramadhan yang juga terlihat nampak kaget dengan keberadaan wanita yang berdiri di dekat Kayla.


" Mas Rama akhirnya ke Milan juga?" Suara wanita itu kembali terdengar seolah menyadarkan keterkejutan Rayya, Ramadhan, Kayla dan juga Simone.


" Farah?" Kini bahkan suara Ramadhan sudah mulai terdengar menegaskan jika Ramadhan benar-benar mengenal sosok wanita itu.


" Kamu kenal Rama, Far?" Kayla yang niatnya mengenalkan Farah kepada Rayya merasa heran karena ternyata Farah dan Ramadhan saling mengenal.


" Kenal, dong! Aku ini 'kan model iklan apartemen di perusahaannya Rama. Ternyata kamu kenal Rama juga, Kay?" Farah pun sebenarnya merasa terkejut saat mengetahui Kayla juga mengenal Ramadhan.


" Maksud kamu perusahaan Angkasa Raya?" Kayla justru terkesiap saat tahu ternyata Farah adalah model iklan apartemen milik kakeknya.


" Iya, Kay. Perusahaan property bonafit di Indonesia itu. Makanya aku mau jadi model iklan di sana." Farah terus memandang dan tersenyum kepada Ramadhan.


" Angkasa Raya itu punya Kakekku, sekarang dipegang sama adik papaku, Papa Dirga." Kayla memang tetap memanggil Dirga dengan sebutan Papa walaupun dia sudah tahu jika Dirga bukanlah Papa kandungnya.


" Benarkah? Ya ampun, nggak sangka lho aku, Kay." sahut Farah. " Mas Rama kapan datang di Milan? Mau lihat aku fashion show, ya?" Farah terkekeh.


" Saya dari hari Selasa di sini. Ada tugas dari kantor yang mengharuskan saya datang kemari." Ramadhan menjelaskan kepada Farah agar wanita itu tidak salah paham akan tujuannya dia datang ke Milan.


" Aku tuh pernah bilang ke Mas Rama kalau aku ada acara fashion show di kota-kota besar Eropa termasuk Milan ini, Kay. Makanya aku kaget banget pas lihat Mas Rama tadi. Kirain beneran datang ke sini mau lihat acara aku." Farah berseloroh sambil terkikik.


Sedangkan Rayya hanya terdiam mendengar percakapan mereka bertiga. Dari kesimpulan yang dia ambil, ternyata Ramadhan terlihat sangat akrab dengan wanita cantik dan bertubuh indah dan sexy di depannya itu.


Rayya mendesah. Belum selesai dia menata hati karena banyaknya hal yang membuatnya kesal kepada Ramadhan kini muncul lagi wanita lain yang sepertinya akan membuat hatinya semakin terubit.


Sementara Simone lebih sibuk memperhatikan gestur tubuh Rayya. Dia melihat ketidaknyamanan Rayya berada di tengah-tengah mereka bertiga. Simone langsung membisikkan kalimat di dekat telinga Rayya.


" Kita cari makan dulu."


Rayya yang terkejut dengan Simone yang tiba-tiba berbisik kepadanya langsung menganggukan kepalanya karena dia pun sudah merasa tidak nyaman di sana.


" Kay, aku sama Rayya mau cari makan dulu, ya?" Simone segera berpamitan kepada Kayla.


" Oh, sorry. Aku jadi lupa. Farah, kenalkan ini teman aku yang ikut berpartisipasi di acara pameran ini. Dia orang Indonesia juga, namanya Rayya dan ini temannya Simone." Kayla yang tadi sempat terjeda ingin mempekenalkan Rayya kepada Farah akhirnya bisa memperkenalkan mereka juga.


" Rayya." Rayya mengulurkan tangannya kepada Farah yang langsung disambut hangat oleh Farah.


" Hai, Rayya. Aku Farah."

__ADS_1


Setelah itu Farah mengajak bersalaman dengan Simone.


" Aku dan Rayya mau cari makan dulu." Simone kembali mengulang kalimatnya.


" Ya sudah silahkan. Aku tadi sudah makan sebelum ke sini sama Farah." Kayla mengijinkan Simone yang berpamitan kepadanya.


Simone pun segera menarik lengan Rayya agar segera menjauh dari mereka bertiga.


Sebenarnya bukan hanya Rayya saja yang merasa tidak nyaman. Ramadhan justru lebih tidak nyaman dengan kehadiran Farah. Menurutnya kehadiran Farah justru akan mempersulit usahanya untuk mendapatkan hati Kayla. Tentu saja sikap Farah yang merasa dekat dan akrab dengannya pasti akan membuat Kayla salah paham atas kedekatan mereka.


" Mas Rama besok datang ya di acara fashion show aku!" Farah bahkan tak canggung meminta Ramadhan agar datang di acara fashion show nya.


" Saya belum tahu bisa atau tidak." Secara tidak langsung Ramadhan menolak permintaan Farah dengan halus.


" Sayang banget deh, kalau Mas Rama nggak bisa datang. Ayo dong, Mas. Mumpung Mas Rama di Milan juga. Please ..." Farah bahkan mengambil tangan Ramadhan seakan merayu pria itu agar menyetujui permintaannya.


" Ayolah, Ram. Nggak ada salahnya kamu datang di acaranya Farah. Dia itu 'kan model iklan dari Angkasa Raya, biar kamu tahu kualitas Farah itu gimana." Kayla yang merasa kehadiran Farah akan bisa membantu mengalihkan perhatian Ramadhan darinya langsung meminta Ramadhan untuk hadir di acara itu.


" Please, Mas. Kayla juga nanti ikut hadir, lho. Mas Rama juga, ya?" Farah terlihat memohon.


Ramadhan melirik ke arah Kayla mendengar Kayla juga akan hadir di acara Fashion show tersebut. Setelah berpikir sejenak akhirnya Ramadhan menyetujui permintaan Farah.


" Baiklah." Ramadhan berpikir karena Kayla juga akan ada di sana, itulah yang membuatnya menyetujui permintaan Farah.


***


" Stai bene?" ( Kamu baik-baik saja ) tanya Simone kepada Rayya saat mereka berdua berjalan ke luar gallery untuk mencari restoran.


" Sì, io sto bene." ( Ya, aku baik-baik saja ) Rayya menjawab pertanyaan Ramadhan.


" Ha detto qualcosa che ti ha turbato?" ( Apa dia mengatakan sesuatu yang membuatmu kesal ) Karena sejak datang setelah sholat tadi wajah Rayya nampak kesal di matanya. Apalagi saat melihat ada wanita lain yang akrab bersama Ramadhan. Simone mengira jika Rayya masih menyimpan perasaan cinta terhadap Ramadhan.


" Niente." ( Tidak ada apa-apa ) jawab Rayya singkat.


Simone merasa jika hati Rayya saat ini sedang bergejolak, percuma jika mendesak wanita itu untuk bercerita.


" Taxi!"


Rayya langsung menoleh ke arah Simone saat pria itu memberhentikan taksi yang melintas di hadapannya.


" Dove stiamo andando?" ( Kita mau ke mana ) tanya Rayya heran.


" Da qualche parte." ( Ke suatu tempat ) Simone lalu membukakan pintu untuk Rayya saat taxi yang dipanggil Simone kini berhenti di depan mereka. " Dai!" ( Ayo ) Simone menyuruh agar Rayya segera masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


" Dove stiamo andando, Simone?" Rayya semakin penasaran.


" Lo saprai dopo." ( Kau akan tahu nanti ) Simone mengembangkan senyumannya.


Setelah sekitar lima belas menit kemudian mereka berdua tiba di depan dua buah bangunan kembar walaupun dengan tinggi yang tidak sama.


Rayya mendonggakkan kepala ke arah dua bangunan yang sangat menarik menurutnya. Bangunan berbentuk seperti apartemen namun banyak ditumbuhi dedaunan di setiap sudutnya.



" Cos'è questo, Simone?" ( Ini apa, Simone ) Tanya Rayya menatap kedua bangunan tinggi menjulang yang banyak ditumpuhi tumbuh-tumbuhan di setiap sisinya.


" Bosco Verticale." ( Hutan Vertical ) Simone menyebutkan nama bangunan yang menjadi salah satu landmark yang ada di kota Milan.


" È come un appartamento, ha un occupante?" ( Itu seperti apartemen, apa itu berpenghuni ) tanya Rayya penasaran.


" Chiaramente abitato. Non è solo una casa per gli esseri umani, ma anche un luogo per le piante e ospita animali come farfalle e uccelli." ( Jelas dihuni. Bukan hanya rumah bagi manusia, tapi juga tempat tumbuh-tumbuhan dan rumah hewan seperti kupu-kupu dan burung ) Simone menjelaskan.


" Noi andiamo li." ( Ayo kita ke sana ) ajak Simone kemudian.


" Entriamo lì?" tanya Rayya kembali heran karena Simone mengajaknya masuk ke banggunan itu.


" Mio fratello maggiore e sua moglie vivono in uno degli appartamenti lì." ( Kakak sulungku dan istrinya tinggal di salah satu apartrmen itu )


" Davvero?" ( Benarkah )


" Si."


" Se tuo fratello abita lì, perché dovresti stare in albergo, Simone?" ( Kalau kakakmu tinggal di sana, kenapa kamu harus menginap di hotel, Simone?" tanya Rayya heran karena Simone memilih menginap di hotel daripada menginap di rumah kakaknya. Padahal jarak dari hotel mereka menginap dengan Bosco Verticale tidaklah terlalu jauh.


" Perché voglio starti vicino, Rayya." ( Karena aku ingin dekat dengan kamu, Rayya )


Rayya mengerjapkan matanya saat mendengar ucapan Simone kepadanya. Selama mengenal Simone, perhatian yang diberikan Simone kepadanya sungguh membuat hatinya tersentuh.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2