
Sepanjang menyantap hidangan, Rayya lebih banyak memilih diam daripada berbicara. Rasanya hidangan yang biasanya bisa dia makan dengan lahap, kali ini rasanya tidak membuatnya berselera. Tentu saja karena kehadiran Ramadhan lah penyebabnya.
Seribu tanya di hati Rayya saat ini terhadap Ramadhan. Termasuk foto dirinya yang seperti Luigi katakan tadi ada di ponsel milik Ramadhan. Lantas kenapa fotonya ada pada ponsel Ramadhan? Rasa penasaran itu yang akhirnya membuat Rayya menarik sudut ekor matanya melirik ke arah Ramadhan yang ternyata di saat yang bersamaan sedang mengarahkan pandangan kepadanya.
Ramadhan yang sedari tadi menjadi bahan sindiran Azkia juga akhirnya lebih banyak memilih diam. Tak berbeda jauh dengan Rayya, makanan yang ada di hadapannya saat ini rasanya terasa hambar di lidahnya. Bukan hanya setiap kalimat yang keluar dari mulut Azkia yang memiliki level paling pedas, namun perasaan tak tenangnya saat dia mengetahui sosok rival yang diceritakan Azzahra memang benar-bebar ada dan kini nyata berada di hadapannya.
Ramadhan melirik ke arah Rayya, dia merasakan jika gadis itu tidak merasa nyaman dengan kehadirannya di sana. Dia sendiri tidak mengerti, kenapa dia seperti terdorong saat Luigi mengajaknya untuk menemui Rayya? Walaupun dia ingin sekali bertemu dan berbicara dengan Rayya, namun seharusnya dia menuruti apa yang dikatakan oleh Eyang dari Rayya untuk tidak menemui Rayya sementara waktu. Namun kehadiran Luigi saat ini, tentu saja tidak bisa dianggap remeh oleh Ramadhan.
Beberapa kali Ramadhan terlihat mencuri pandang ke arah Rayya, hingga akhirnya saat dia sedang memperhatikan Rayya entah untuk yang keberapa kalinya, gadis itu pun tak lama mengarahkan pandangan ke arahnya dengan sudut matanya, membuat kini pandangan mata mereka bertemu. Adegan saling tatap itu terjadi beberapa saat sebelum akhirnya mereka saling memutuskan pandangan saat terdengar suara Azkia bertanya kepada Luigi.
" Kak Luigi waktu pertama kali bertemu Rayya di mana?"
" Saya bertemu Rayya saat saya selesai beribadah di masjid agung Roma."
Ramadhan langsung mengarahkan pandangannya ke arah Luigi saat dia mendengar Luigi berkata beribadah di masjid.
" Anda seorang muslim?" tanya Ramadhan masih belum hilang rasa kagetnya.
" Benar." Luigi mengiyakan pertanyaan Ramadhan.
" Karena Kak Luigi ini seiman makanya Kak Luigi ini jadi kandidat kuat calon suami Rayya." Sosok Azkia yang periang, ceplas-ceplos dan apa adanya, memang tak perduli jika apa yang dikatakannya itu membuat hati Ramadhan semakin terusik. " Hampir semua keluarga Rayya sudah merestui Kak Luigi, tinggal nunggu persetujuan dari Uncle Gavin saja. Tapi Kia yakin Uncle akan merestui. Karena Uncle memberi ijin kepada Rayya untuk menemui dan menemani Kak Luigi. Kak Rama tahu sendiri, kan? Uncle itu posesifnya seperti apa pada Rayya? Nggak sembarang pria yang diberi ijin pergi bersama Rayya kalau bukan pria yang spesial. Ya ... walaupun dulu pernah ada pria yang dikasih kesempatan jalan sama Rayya, tapi pria itu spesialnya palsu. Karena Uncle Gavin baru melihat kedok asli pria itu ternyata licik dan nggak punya perasaan!" sindir Azkia kembali.
__ADS_1
Ramadhan kini menatap tajam ke arah Azkia yang duduk tepat di hadapannya. Namun gadis itu terlihat enggan menatapnya walaupun dengan sengaja menyindirnya telak.
" Oh ya, Kak Luigi sejak kapan mulai suka sama Rayya?" Azkia sengaja lebih banyak menanyakan seputar Luigi ketimbang berbicara dengan Ramadhan, membuat Ramadhan harus bersabar hanya menjadi pendengar.
" Sejak pertama melihat Rayya duduk di depan masjid itu, saya sudah tertarik dengan Rayya. Saya seperti melihat bidadari yang turun dari Surga. Dan ternyata dia mahasiswi di universitas yang sama dengan saya kuliah dulu dan kebetulan saya pun akan mengajar di sana." Luigi kembali memuji Rayya hingga Rayya hanya tertunduk malu.
" Ya ampun, Kak Luigi cinta pada pandangan pertama sama Rayya?" Iiissshhh, Kia pikir cerita begitu hanya terjadi di film-film saja, ternyata di dunia nyata juga, ya? Kalau Kia belum punya Kak Gibran saja, Kia mau dong sama Kak Luigi." Azkia terkikik, dia merasa kagum dengan sikap Luigi yang benar-benar menunjukan sikap seorang lelaki sejati. Dan tangguh dalam menghadapi rintangan yang menghadang demi mencapai keinginannya untuk memiliki Rayya.
" Kalau Kak Rama sendiri bagaimana? Apa Kak Rama sendiri sudah punya pacar? Atau sudah ada tunangan?" Kini Azkia memberanikan diri menatap ke arah Ramadhan dan menantang pria itu dengan pertanyaannya. Karena selama ini dia memang tidak pernah mendengar jika Ramadhan bertunangan dengan wanita manapun.
Ramadhan hanya tersenyum samar disinggung soal teman wanita yang sedang dekat dengannya. Faktanya dia memang tidak pernah mencoba menjalin hubungan dengan wanita lain, karena dia terlalu berharap akan Kayla.
" Kakak sedang nggak ada teman dekat wanita," sahut Ramadhan.
Ramadhan seakan tak mampu menjawab pertanyaan si mulut pedas Azkia.
" Kak Rama terlalu banyak memilih, sih! Coba nurut apa kata orang tua!" Sepertinya Azkia tidak puas-puasnya membuat Ramadhan sebagai bulan-bulanan.
" Kia, sudah jangan bicara saja! Cepat habiskan makannya terus kita pulang!" Rayya menyuruh Azkia untuk tidak terus-menerus berbicara. Karena dia tidak ingin Azkia menyinggung kembali soal perjodohannya dengan Ramadhan dulu.
" Lho, kita memang mau langsung pulang? Nggak mau jalan-jalan dulu? Mumpung Kak Luigi ada di sini lho, Ray!" Azkia yang mendengar Rayya mengatakan mereka akan segera pulang seakan merasa keberatan.
__ADS_1
Sedangkan Luigi yang mengamati bagaimana interaksi antara ketiga orang yang bersamanya saat ini terlihat mengerutkan keningnya.
POV Luigi
Luigi langsung mengeryitkan keningnya saat dia melihat ponsel pria yang ditabraknya memperlihatkan foto Rayya. Siapa pria itu? Bagaimana pria itu bisa menyimpan foto Rayya? Ini pertanyaan yang muncul di benak Luigi.
Sebagai orang yang sedang mendekati seorang wanita, tentu saja dia akan mengantisipasi pria manapun yang berusaha mendekati atau berhubungan dengan wanita yang saat ini didekatinya.
Dan setelah dia mencoba bertanya kepada pria yang ditabraknya tentang bagaimana foto Rayya bisa berada di ponsel pria itu, Luigi akhirnya mendapat jawaban jika pria itu bernama Ramadhan dan Ramadhan ternyata mengenal Rayya dan juga mengaku sebagai teman dari Rayya.
Puaskah Luigi dengan jawaban Ramadhan? Seorang pria menyimpan foto seorang wanita, tentu bukan suatu hal yang aneh jika mereka memang mempunyai hubungan spesial. Lalu apa hubungan spesial antara Ramadhan dan Rayya? Apa hanya sekedar teman? Atau lebih dari itu?
Luigi merasakan ada hal yang aneh dengan pria yang bersamanya saat ini, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengajak Ramadhan bertemu dengan Rayya untuk mencari jawaban atas kecurigaannya.
Kecurigaan Luigi semakin menguat saat dia melihat sikap canggung antara Ramadhan dan juga Rayya. Dia merasakan perbedaan sikap Rayya sebelum dan sesudah bertemu Ramadhan. Belum lagi pertanyaan-pertanyaan Azkia yang dia duga sengaja menyindir Ramadhan membuat dirinya bertanya-tanya, siapa sebenarnya Ramadhan itu di mata Rayya?
*
*
*
__ADS_1
Bersambung ....
Happy Reading ❤️