RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Mbak Kenal Saya?


__ADS_3

Seminggu setelah akad nikah Azkia dan Raffasya. Rayya dan Ramadhan pun melangsungkan acara pertunangan mereka. Namun pertunangan mereka digelar dengan sederhana tanpa ada pesta atau liputan media.


Jarak antara pertunangan Ramadhan sebelumnya dengan Farah yang gagal dengan pertunangan Ramadhan dan Rayya kali ini yang terlalu dekat menjadi pertimbangan, kenapa mereka terkesan menutupi acara pertunangan mereka dari publik.


Acara pertunangan hanya dihadiri oleh pihak keluarga Rayya dan Ramadhan juga keluarga Dirga dan Yoga serta Pak RT setempat sebagai saksi.


" Aku bahagia akhirnya bisa memakaikan cincin di jari tangan kamu, Rayya. Segera menyusul cincin pernikahan yang akan melekat di jari manis itu," ucap Ramadhan setelah acara pertunangan selesai.


Rayya tersipu malu dengan wajah merona mendengar ucapan Ramadhan.


" Iya, Kak. Insya Allah semua berjalan lancar sampai rencana pernikahan kita nanti." Rayya dan Ramadhan mempersiapkan acar pernikahan mereka tiga bulan mendatang, atau dua bulan setelah acara pesta pernikahan Azkia dan Raffasya yang rencananya akan digelar awal bulan depan.


" Rayya, selamat ya ..." Azkia yang tadi sedang berbincang dengan Umi Rara kini menghampiri Rayya dan memberikan ucapan selamat atas pertunangan Rayya dan Ramadhan.


" Terima kasih, Kia." Rayya lalu memeluk tubuh Azkia. " Kak Raffa kok nggak kelihatan? Nggak ikut datang kemari?" tanya Rayya.


" Kok Rayya cari Kak Raffa? Memangnya kenapa?" tanya Azkia heran.


" Kenapa kamu malah mencari Raffa?" Kali ini Ramadhan yang berbisik memprotes apa yang ditanyakan Rayya kepada Azkia.


" Lho, memangnya kenapa? Kak Raffa 'kan suaminya Kia, memangnya salah kalau aku tanya kenapa Kak Raffa nggak bersama Kia?" tanya Rayya dengan polosnya mengatakan alasan dia mencari Raffasya.


" Aku nggak suka kamu mencari-cari dia!" tegas Ramadhan berbisik.


" Kak Rama tenang saja, aku nggak akan membiarkan Kak Raffa mendekati Rayya. Kalau dia berani macam-macam, Kak Raffa harus menghadapi aku lebih dulu." Azkia pun yang tidak ingin Raffasya mengganggu Rayya sudah bertekad menghalangi Raffasya yang akan mendekati Rayya.


" Kalian ini kenapa, sih? Suudzon terus bawaannya sama Kak Raffa.!" protes Rayya menanggapi perkataan Ramadhan dan juga Azkia.


" Lagian ngapain juga Rayya pakai sebut-sebut nama Kak Raffa segala?" sindir Azkia. " Kamu itu sudah tunangan sama Kak Rama, nggak usah pikirin cowok lain, deh!" lanjut Azkia.


" Aku setuju dengan Kia, kamu itu sudah tunangan sama aku, nggak boleh lirik-lirik pria lain!" Ramadhan menimpali ucapan Azkia, membuat Rayya hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Azkia dan Ramadhan.


" Kak Rama juga nih, ya! Awas saja kalau berani bikin Rayya sedih lagi!" Kini Azkia justru balik mengancam Ramadhan.


" Tenang saja, aku nggak akan menyakiti Rayya lagi, kok." tegas Ramadhan.


" Sudah ah, Kia mau makan, rasanya lapar sekali." Azkia kemudian berjalan meninggalkan Rayya dan Ramadhan.


" Ya sudah, sana Kia makan yang banyak biar calon bayinya sehat." ucap Rayya sebelum Azkia berlalu meninggalkan Rayya dan Ramadhan.


" Aku juga lapar, nih. Mau makan, tapi maunya kamu suapi." Ramadhan menyeringai menggoda Rayya.


" Manja sekali sih, Kak!" sindir Rayya. " Nanti aku ambilkan makanannya. Kak Rama tunggu di sini saja, ya!" Rayya kemudian meninggalkan Ramadhan untuk mengambilkan makanan untuk pria itu.

__ADS_1


***


Rayya berlari ke luar dari kamar mandi saat dia mendengar bunyi telepon berdering dari ponselnya. Rayya langsung mengeryitkan keningnya saat mendapati nama Kayla di layar ponselnya itu.


" Assalamualaikum, Kak Kayla ..." sapa Rayya saat mengangkat panggilan masuk dari Kayla itu.


" Waalaikumsalam, Rayya. Aku dengar kabar dari Mama Rania, benar kamu dengan Rama bertunangan?" tanya Kayla.


" Iya benar, Kak." sahut Rayya.


" Ya ampun, aku surprise banget nih dengarnya. Alhamdulillah akhirnya harapan kamu bisa bersama Rama terkabul juga, Rayya," ucap Kayla. Walaupun dia sebelumnya sudah mendengar dari Dirga soal rencana Om nya itu untuk menyatukan Rayya dan Ramadhan. Namun dia tidak menyangka jika hal itu benar-benar terjadi.


" Iya, Kak."


" Hmmm, Rayya ... lalu bagaimana dengan teman pria Italia mu itu?" Kayla mencoba menyinggung soal Luigi.


" Siapa, Kak? Simone? Simone sekarang bersama Michelle, Kak. Adik dari Kak William dari Auntie Jo." Karena setahu Rayya hanya Simone teman Italia nya yang Kayla tahu, karena itu dia menjelaskan bagaimana Simone sekarang.


" Bukan, bukan Simone, Rayya."


" Lalu siapa, Kak?"


" Teman Italia mu yang dosen itu."


" Hmmm, a-aku dengar dari Papa Dirga." Kayla nampak gugup karena dia tidak tahu jika Rayya sudah tahu soal Dirga yang menemui Luigi.


" Rayya, aku ikut bahagia dengan pertunangan kamu dan Rama. Semoga dilancarkan sampai ke pelaminan." Kayla mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


" Aamiin, terima kasih, Kak."


" Ya sudah, barangkali kamu mau istirahat,, aku tutup dulu teleponnya ya, Rayya. Assalamualaikum ..." Kayla berpamitan ingin mengakhiri percakapannya dengan Rayya.


" Oh iya, Kak. Waalaikumsalam ..." sahut Rayya kemudian menutup panggilan telepon tersebut.


Rayya mengeryitkan keningnya mengingat Kayla yang mengenal Luigi.


" Ternyata Kak Kayla mengenal Kak Luigi." Rayya seketika berangan-angan seandainya Luigi bisa bertemu dan mengenal Kayla.


***


Hari ini Rayya mengadakan pameran lukisan sekaligus pembukaan gallery nya untuk umum. Rayya merasa senang karena sambutan dari penikmat seni lukis begitu antusias dengan pameran yang diadakannya.


" Sejak kapan Anda mulai melukis, Nona?" tanya seorang pria pengunjung gallery yang terlihat tertarik memperhatikan hasil lukisan Rayya.

__ADS_1


" Sejak kecil saya suka menggambar dengan crayon, Tuan." sahut Rayya kepada pengunjung itu seraya tersenyum.


" Aku suka lukisan ini, Pih. Bagaimana menurutmu?" tanya wanita cantik di samping pria setengah baya yang sedang berbincang bersama Rayya.


" Kau suka itu, Sayang?" sahut pria itu. seraya melingkarkan lengannya di pinggang wanita yang Rayya perkirakan berusia tiga puluh tahunan itu.


" Apa lukisan ini dijual, Nona?" tanya pria yang Rayya perkirakan seumuran dengan Daddy nya.


" Jika Tuan berminat, silahkan saja, Tuan." sahut Rayya lalu menyebutkan berapa harga dari lukisan yang dibuat olehnya.


" Kekasih saya ini menyukai lukisan Anda, Nona. Tentu saja saya berminat membeli lukisan ini, Berapapun harga yang Anda tawarkan, tidaklah masalah untuk saya," sahut pria itu.


Rayya menaikan alisnya saat mendengar pria itu mengaku mereka adalah pasangan kekasih, karena jika dilihat dari usia, terlihat jarak yang sangat jauh antara pria itu dengan wanita di sebelahnya.


" Hmmm, baiklah, Tuan. Sebentar saya suruh orang saya untuk mengemas lukisan ini." Rayya lalu menyuruh pegawainya untuk menurunkan lukisan dan mengemasnya.


Sementara itu di halaman parkir gallery, Ramadhan memarkirkan mobilnya. Dia ingin mengajak makan siang Rayya hingga dia menyusul Rayya ke gallery nya karena dia tahu pasti Rayya akan sibuk dengan tamu-tamunya.


Dan benar saja, Ramadhan melihat Rayya yang sedang berbincang dengan dua orang pengunjungnya. Dia lalu berjalan mendekati Rayya.


"Assalamualikum, Rayya ..." Ramadhan menyapa Rayya.


Rayya yang masih berbincang dengan pengunjungnya tadi langsung menolehkan wajahnya ke arah Ramadhan saat mendengar suara pria itu menyapanya.


" Waalaikumsalam, Kak Rama?" Rayya tersenyum melihat kehadiran Ramadhan di gallery nya.


" Rama?" Wanita yang bersama pria paruh baya itu menyebut nama Ramadhan seraya mengeryitkan keningnya dan terus memperhatikan wajah Ramadhan.


Tentu saja suara wanita itu membuat Ramadhan dan Rayya terkejut dan saling berpandangan.


" Maaf, Mbak kenal saya?" tanya Ramadhan heran, karena wanita itu mengenalnya


*


*


*


Bersambung ....


Ada yang bisa nebak siapa wanita itu?😁


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2