RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Teman Cowok Ganteng


__ADS_3

" Rayya ...!"


Rayya yang hendak melangkah ke arah perpustakaan langsung menghentikan langkahnya saat mendengar seseorang memanggil namanya.


" Ciao, Rayya." ( Hai, Rayya ) Ternyata Simone lah yang memanggil namanya. Pria itu pun kemudian menyapa Rayya dengan ramah dan senyum mengembang di bibirnya.


" Ciao, Simone." ( Hai, Simone ) Rayya menyapa balik Simone


" Vuoi andare in biblioteca?" ( Apa kau ingin ke perpustakaan ) Simone bertanya akan tujuan Rayya.


" Sì, sto aspettando che mio fratello maggiore finisca il college." ( Iya, sambil menunggu kakakku selesai kuliah ) Rayya membenarkan jika dia ingin ke perpustakaan untuk menunggu William.


" Fratello? L'uomo di ieri era tuo fratello?" ( Kakak? Laki-laki yang kemarin itu kakakmu?) Simone terkejut saat mengetahui jika pria yang bersama Rayya kemarin adalah kakak laki-laki Rayya.


" Giusto, il suo no*me è William ." ( Benar, namanya William ) Rayya membenarkan dan menyebutkan nama kakaknya adalah William.


" Ho pensato che fosse la tuo ragazzo." ( Aku pikir dia itu pacarmu) Simone menduga jika William itu adalah kekasih Rayya.


Rayya tertawa saat Simone menduga jika William adalah pacarnya.


" No." ( Bukan ) Rayya masih tertawa renyah hingga terlihat wajahnya nampak ceria dan semakin cantik.


" Sei piu bella quando ridi." ( Kau semakin cantik jika tertawa ) Simone merasa Rayya semakin terlihat cantik saat tertawa.


Seketika Rayya menghentikan tawanya disaat Simone kembali mengatakan dirinya cantik.


" Hmmm, adesso vado in biblioteca." ( Hmmm, saya ingin ke perpustakaan sekarang ) Rayya segera berpamitan karena saat ini kembali rona merah timbul diwajahnya mendengar pujian dari Simone.


" Ci voglio andarci anch'io." ( Aku juga kebetulan ingin ke sana ) Simone pun mengatakan jika tujuannya pun sama dengan Rayya.


Akhirnya Rayya bersama Simone berjalan menuju arah perpustakaan di sana sambil menunggu William selesai mengikuti mata kuliahnya.



Sejak saat itu, Rayya memang banyak berkomunikasi dengan Simone karena hampir setiap hari Simone menyapa dan menemuinya. Untuknya pembawaan Simone yang humble membuat Rayya bisa dengan mudah akrab dan merasa nyaman jika berkomunikasi dengan Simone. Bahkan William sudah mulai bisa menerima jika Rayya berteman dengan Simone. William sendiri pun kini justru berteman baik dengan Simone.


***


Tok tok tok

__ADS_1


" Masuk saja, Kak." Rayya mempersilahkan William masuk ke dalam kamarnya saat terdengar suara pintu kamarnya diketuk. Dia sendiri terlihat asyik melukis bangunan colosseum dari dekat jendela kamarnya.


" Assalamualaikum anak Mommy yang cantik."


Rayya dengan cepat menolehkan wajahnya saat dia mendengar suara Azzahra lah yang terdengar saat itu di kamarnya.


" Mommy?" Rayya dengan cepat berlari memeluk Azzahra seraya terisak. Lebih dari lima bulan ini dia tidak bertemu secara langsung dengan Mommy nya itu tentu saja dia sangat merasa kangen dengan Azzahra.


" Mommy sama siapa kemari? Kok nggak kasih kabar Rayya kalau Mommy mau datang kemari?' Rayya menyeka air matanya seraya menoleh ke arah pintu kamarnya, dimana dia mendapati sosok pria paruh baya yang sudah merentangkan tangannya untuk menerima pelukan darinya.


" Daddy ..." Rayya kini berhambur ke pelukan Gavin dan juga menumpahkan rasa kerinduannya kepada Daddy itu.


" Daddy sama Mommy kasih kejutan ke Rayya nih ceritanya? Nggak bilang-bilang dulu mau ke sini?" tanya Rayya kepada Gavin dan Azzahra.


" Iya, dong! Daddy mau kasih surprise sama Baby. Baby senang 'kan Daddy sama Mommy berkunjung ke sini?" tanya Gavin mengecup pucuk kepala putrinya yang sedang tidak mengenakan hijabnya.


" Senang dan bahagia sekali pastinya, Dad." Rayya menyahuti.


" Mommy mu itu selalu saja merengek sama Daddy, ingin ketemu sama Baby." Gavin mengunakan alasan istrinya yang ingin bertemu dengan putrinya.


Azzahra segera melirik ke arah Gavin.


" Ini kenapa saling lempar nggak ada yang mau mengakui kangen sama Rayya? Atau memang Dad sama Mom nggak benar-benar kangen Rayya ya?" Rayya sengaja meledek kedua orang tuanya yang sepertinya enggan mengaku merindukannya.


" No, Baby. Tentu saja Daddy rindu berat sama Baby." Gavin memeluk erat tubuh putrinya kemudian bertubi-tubi mengecup pucuk kepala dan kening Rayya.


" Mommy ..." Rayya mengulurkan satu tangannya kepada Azzahra agar Azzahra mendekat ke arahnya.


" Rayya juga kangen berat sama Daddy dan Mommy." Kini Rayya memeluk kedua orang tuanya itu.


" Eheemm, apa acaranya akan berpelukan seperti ini terus? Apa Dad sama Auntie nggak lapar ingin makan?" William yang sudah berdiri di depan pintu kamar Rayya membuat ketiga orang yang sedang berpelukan itu mengurai pelukannya.


" Ah, iya ... Daddy rasanya kangen sekali ingin menyantap pizza Italia. Bagaimana kalau kita makan di luar saja?" Gavin mengajak keluarganya untuk makan di luar apartemen.


" Dad and Mom pasti capek sekali. Sebaiknya istirahat saja dulu. Nanti Kak Willy yang pesankan makanan." Rayya yang mengerti jika kedua orang tuanya itu telah melakukan perjalanan jauh meminta mereka istirahat terlebih dahulu.


" Rayya benar, Dad. Sebaiknya Willy pesankan saja makanannya. Pasti kalian sangat lelah dan ingin beristirahat.


" Ya sudah terserah kalian saja." Gavin menyetujui apa yang diusulkan Rayya dan William.

__ADS_1


Setelah beberapa saat mereka menunggu makanan, akhirnya datang juga pesanan pizza yang diinginkan Gavin yang dibeli di salah satu restoran halal yang ada di kota Roma.



" Honey, kau harus mencoba pizza asli dari negeri Pizza langsung. " Benar-benar lezat" Gavin menggigit potongan pizza itu. " Apa bahasa Italia nya kalau ini benar-benar lezat, Baby?" tanya Gavin kepada Rayya.


" Veramente delizioso." Rayya menyahuti.


" Coba deh, Mom. Akan terasa beda dengan pizza kebanyakan yang ada di Indonesia karena Pizza yang ada di Indonesia lebih mirip ke pizza Amerika." Rayya mengambil potongan pizza untuk Azzahra.


" Memang bedanya apa, sih?" tanya Azzahra kemudian.


" Dari adonan kulitnya, pizza Italia itu lebih tipis dan kadang ada yang renyah. Kalau yang biasa ada di Indonesia itu 'kan lebih tebal bahkan kayak roti. Terus saus tomatnya juga dibuat sendiri dari tomat Italia yang dimasak hingga kental. Diberi sedikit minyak zaitun, bawang putih, basil, thyme dan oregano." *


" Terus dari topingnya juga, Pizza Italia itu umumnya memakai sayuran dan beragam keju sebagai topping dengan alas olesan saus tomat yang asam segar. Karena penggunaan toping daging itu akan dianggap penistaan terhadap Pizza itu sendiri. Jadi di sini nggak akan ada menu meat lover pizza." *


" Lalu cara memasak pizza nya juga berbeda, Mom. Di sini masaknya pakai metode klasik. Pizza dipanggang secara langsung di dalam oven bata atau api terbuka, berbeda dengan pizza ala Amerika yang menggunakan oven komersial. Makanya rasanya juga akan berbeda." Rayya dengan lancar menjelaskan. **


" Wah, lama-lama kamu bisa jadi tour guide ya di sini, Sayang." Azzahra nampak senang melihat dari cara Rayya bicara dan menjelaskan sesuatu nampak terlihat dewasa.


" Bagaimana kamu di sini, Baby? Apa Baby betah? Apa Baby merasakan ada kesulitan selama tinggal di sini?" tanya Gavin kemudian bertanya kepada Rayya.


" Rayya betah kok, Dad. Rayya senang bisa kuliah di kota ini," sahut Rayya meyakinkan.


" Sudah pasti betahlah, Dad. Ada teman cowok ganteng yang menemani," celetuk William membuat semua orang terdiam dan mengarahkan pandangan ke arah William


*


*


*


Bersambung ...


Banyak yg minta dialognya ditranslate, padahal diketerangan setiap percakapan sudah dijelaskan apa yang mereka katakan loh, Mam😁


* sumber detikfood


** sumber orami.co.id

__ADS_1


Happy reading❤️


__ADS_2