RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Menghukum Hingga Minta Ampun


__ADS_3

Tiga bulan kemudian ...


Rayya memperhatikan kartu undangan pernikahan yang baru saja datang ke rumahnya. Kartu undangan pernikahan dia dan Ramadhan yang akan dilaksanakan akhir Minggu ini. Senyuman mengembang di sudut bibir wanita cantik itu.



Rayya sepertinya sudah tidak bisa melukiskan kebahagiannya melalui kata-kata lagi. Dia begitu bahagia karena selang satu Minggu ke depan dia sudah menyandang status sebagai Nyonya Ramadhan. Suatu keinginan yang sudah lama dia harapkan akhirnya akan segera terwujud.


" Sudah dihitung berapa banyak undangan yang datang, Rayya?" tanya Azzahra membuyarkan lamunan Rayya yang sedang mendekap salah satu undangan itu.


" Oh, belum, Mom." Rayya terkekeh karena dia tadi terlalu asyik melamun.


" Hmmm, Rayya pasti melamun, ya?" tanya Azzahra menggoda putrinya itu.


" Mom ..." Rayya tersipu malu karena Azzahrra sepertinya memergoki rona merah di pipinya itu.


" Semua ditempel nama-nama yang akan diundang, Rayya?" tanya Azzahra kemudian.


" Sudah, Mom. Apa akan dibagikan hari ini?" tanya Rayya.


" Nanti mau dibacakan doa dulu sama Eyang," ucap Azzahra.


" Eyang sama Enin mau ke sini, Mom?" tanya Rayya antusias.


" Iya, sore ini dijemput."


" Rayya kangen sama Enin deh, Mom."


" Sama Enin saja kangennya?"


" Sama Eyang juga dong, Mom. Tapi kalau Enin itu orangnya rame, sering bikin Rayya tertawa." Rayya terkekeh.


" Enin pasti senang bisa melihat kamu menikah."


" Rayya juga senang, Mom. Eyang sama Enin masih dikasih sehat saat Rayya menikah nanti." Tentu saja Rayya merasa bahagia karena di saat dia akan melaksanakan hari pernikahannya, Eyang dan Enin nya masih diberi umur panjang.


" Iya, Alhamdulillah ... Eyang dan Enin masih diberi sehat dan umur panjang, jadi bisa melihat kamu menikah. Mudah-mudahan sampai kamu punya anak juga," ucap Azzahra berharap.


" Aamiin, Insya Allah doa kita diijabah ya, Mom." Rayya memeluk Mommy nya


" Aamiin." Azzahra pun membalas pelukan Rayya.


" Ada apa ini Mommy sama Baby saling berpelukan?" tanya Gavin yang baru muncul dari pintu langsung bertanya kepada anak dan istrinya. " Sepertinya kalian terlihat senang sekali." Gavin kemudian melangkah masuk menemui dua wanita spesial dalam hidupnya itu.


" Tentu saja aku senang dong, By. Putri kita mau menikah, masa nggak bahagia? Memangnya Hubby sendri tidak bahagia melihat kebahagiaan putri kita yang akan menikah?" sindir Azzahra kepada istrinya itu.


" Masa aku tidak ikut bahagia melihat Baby bahagia, Honey? Sudah pasti aku juga turut bahagia." Gavin lantas duduk di lengan kursi yang diduduki oleh Rayya dan melingkarkan tangannya di pundak Rayya.


Rayya langsung memeluk pinggang Daddy nya itu menanggapi sikap manis Gavin.


" Terima kasih, Dad." sahut Rayya.

__ADS_1


" Tapi Daddy sedih, kalau kau menikah artinya kau akan meninggalkan rumah ini dan meninggalkan Daddy."


" Bagaimana kalau kau dan Rama tinggal di sini saja? Daddy nanti coba nego tetangga sebelah agar mau menjual rumahnya biar kau tidak harus jauh dari kami?" Tiba-tiba sebuah ide muncul di pikiran Gavin agar dia bisa menahan Rayya tidak pergi jauh darinya.


" By, jangan ngaco, deh! Jangan mengulang kesalahan yang dulu!" Azzahra langsung menegur suaminya.


," Tapi aku berat melepas Baby ikut dengan suaminya,. Honey." keluh Gavin.


Azzahra langsung berdiri mendekat seraya melipat tangan di dadanya.


" Hubby lupa, bagaimana dulu juga membawa aku keluar dari rumah Abi dan Umi? Seorang istri itu wajib ikut sama suaminya, kan?" Azzahra mencoba mengingatkan bagaimana dia juga harus meninggalkan kedua orang tuanya.


" Tapi Baby anak perempuan kita satu-satunya, Honey."


" Memangnya Hubby pikir aku ini bukan anak perempuan Abi dan Umi? Dulu Abi meminta membawa aku ikut bersama Hubby, sekarang giliran kita yang harus merelakan Rayya untuk ikut suaminya." Azzahra memberi pengertian.


" Dad, walaupun nanti Kak Rama membawa Rayya pergi dari rumah ini, bukan berarti kita tidak bisa bertemu, kan? Rayya pasti akan selalu datang kemari." Rayya pun mencoba menenangkan hati Gavin agar tidak terlalu khawatir dia akan melupakan mereka berdua.


***


" Mas Rama, ditunggu Pak Dirga di ruangannya." Suara Susan membuat Ramadhan yang baru keluar dari pintu lift langsung menolehkan pandangan kepada sekretaris bossnya itu.


" Oh, oke. Makasih, Mbak." Ramadhan langsung merubah arah langkahnya yang semula ingin ke ruangannya kini ke arah ruangan Dirga.


Tok tok tok


" Om panggil Rama?" tanya Ramadhan saat membuka daun pintu ruangan kerja Dirga.


Dengan langkah tegap Ramadhan lalu masuk ke dalam ruangan Dirga dan duduk di kursi di hadapan meja kerja Dirga.


" Ada ada, Om?" tanyanya kemudian.


" Kapan kau akan mulai cuti kerja, Rama?" tanya Dirga dengan punggung bersandar kepada kursi dan siku bertumpu pada kedua lengan kursi kerjanya.


" Dua hari sebelum hari H, Om." sahut Ramadhan.


" Oke." Dirga lalu menyodorkan sebuah map kepada Ramadhan. " Ini hadiah pernikahan dari Om untuk kalian," lanjutnya..


Ramadhan lalu menerima map yang diberikan Dirga untuknya dan membuka map itu. Ramadhan mendapatkan sebuah sertifikat rumah atas namanya dan juga Rayya.


" I-ini buat kami, Om?" tanya Ramadhan hampir tidak mempercayai penglihatannya.


" Apa nama yang tercantum di sertifikat itu bukan namamu dan Rayya?"


" B-bukan begitu maksud Rama, Om. Ini terlalu besar untuk kami, Om." Ramadhan merasa apa yang diberikan oleh Ramadhan terlalu mahal untuk sebuah hadiah pernikahan.


" Hei, Om mu ini pengusaha property terkenal di negeri ini. Masa harus kasih hadiah pernikahan yang asal-asalan. Jangan sampai calon mertuamu itu nanti mencibir karena Om memberi kado yang murahan untuk pernikahan putrinya," sahut Dirga.


" Terima kasih, Om. Sebenarnya tanpa harus memberi hadiah ini pun, usaha Om dalam membantu Rama dan Rayya bisa bersama itu adalah hadiah terbesar untuk kami, Om." Ramadhan memang tidak mungkin melupakan begitu saja rencana licik Dirga dalam upayanya untuk menyatukan Ramadhan dan Rayya.


" Om hanya ingin membalas apa yang pernah Papamu lakukan kepada Om dan Tantemu dulu. Karena bantuan dari Papamu, akhirnya Om dan Tantemu bisa bersatu." Tentu saja karena rencana jitu Ricky yang menculik Kirania lah, akhirnya Dirga bisa menikahi Kirania.

__ADS_1


" Apapun alasan Om, Rama dan Rayya sangat berterima kasih atas bantuan, Om."


" Ya sudah, kau kembali ke dalam ke ruanganmu," perintah Dirga kemudian menyuruh Ramadhan meninggalkan ruangannya.


" Baik, Om. Sekali lagi Rama ucapkan terima kasih." Ramadhan kemudian bangkit dari kursi dan kemudian berjalan meninggalkan ruangan kerja Dirga dengan membawa sertifikat rumah pemberian Dirga untuk pernikahannya bersama Rayya.


***


Ramadhan menatap layar ponselnya, wajah cantik Rayya nampak jelas di ponsel itu saat dia sedang berusaha menghubungi wanita itu melalui video call.


" Assalamualaikum, Kak."


Terlihat Rayya yang saat ini masih menggunakan mukena.


" Waalaikumsalam, kamu sedang Sholat, ya? Apa aku mengganggu?" tanya Ramadhan seraya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


" Aku baru selesai membaca Alquran, Kak." sahut Rayya.


" Masya Allah, calon istri siapa sih ini? Sudah cantik, baik, sabar, Sholehah lagi." Ramadhan menggoda Rayya membuat wajah Rayya merona.


" Calon istrinya orang yang dulu pernah bilang nggak mungkin jatuh cinta sama aku." Rayya sengaja menyindir Ramadhan yang pernah menolaknya


" Hmmm, gitu ya? Berani menyindir ya, sekarang? Lihat saja nanti kalau kita sudah resmi menikah," ancam Ramadhan menakut-nakuti.


" Memangnya kenapa kalau kita sudah menikah nanti?" tantang Rayya seolah tidak takut dengan ancaman Ramadhan.


" Aku akan menghukummu di kamar dan membuatmu sampai minta ampun kepadaku." Ramadhan mengatakan ancamannya.


" Ya ampun, Kak. Hanya menyindir seperti itu saja kenapa aku harus dihukum di kamar sampai minta ampun segala? Lebay sekali sih, Kak."


Ramadhan langsung menyeringai mendengar jawaban innocent dari Rayya.


*


*


*


Bersambung ....


Intermezo


Jadi kemarin ada readers yang komen yang intinya bilang gini ...


" Sudahlah aku hentikan saja baca RDHR, katanya Luigi baik tapi cuma di PHP in aja. Lagipula Rama dapet juga karena bantuan Dirga "


Banyak yang kecewa sama Rama karena sikap Rama yg dulu menyepelekan Rayya, tapi kayaknya bakal banyak yang lebih kecewa lagi kalau akhirnya Rayya nggak sama Rama. Lah, dari judulnya aja kan RAMADHAN DI HATI RAYYA 😁😁 Jadi bagaimanapun jalan bersatunya Rayya dan Rama ya harus disesuaikan dengan judul dari novel ini.


Thanks untuk semua readers yang masih bertahan di sini🙏


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2