RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Benvenuta A Roma


__ADS_3

Malam ini di taman belakang rumah Gavin diadakan pesta perayaan kelulusan Rayya dan Azkia yang telah menyelesaikan masa SMA nya. Sebuah barbeque party diadakan oleh Gavin sekaligus untuk melepas Rayya yang akan segera melanjutkan kuliahnya di luar negeri.


Setelah melalui diskusi yang cukup alot antara Rayya dan kedua orang tuanya juga William, akhirnya Gavin merelakan anaknya untuk kuliah di luar negeri dengan William yang akan menemani Rayya selama kuliah di sana.


Salah satu unversitas yang ada di kota Roma lah yang akhirnya menjadi pilihan Rayya karena ternyata William mendapatkan pekerjaan di Eternal City itu sambil melanjutkan program Magister di kampus yang sama dengan Rayya.


Malam ini, para pria muda, Alden yang kebetulan sedang libur, William yang juga menyempatkan datang ke Jakarta serta Gibran mendapat tugas memanggang. Sedangkan Azzahra dan Natasha sibuk menyiapkan makanan. Gavin dan Yoga yang memilih berbincang santai dan anak-anak lain asyik berlarian dan berbincang di taman. Sementara Rayya dan Azkia sendiri terlihat mengobrol berdua di dekat kolam renang.


" Rayya yakin nih mau ninggalin Kia?" tanya Azkia.


" Si, Rayya e sicuro che studiero in Italia." Rayya mengatakan jika dia sudah sangat yakin akan melanjutkan kuliah di Italia.


" Iiihh, Rayya ... Kia 'kan nggak mengerti Rayya ngomong apa." Azkia mencebik.


Rayya terkekeh mendapati sepupunya itu memberengut.


" Rayya 'kan sekalian belajar bahasa Italia, Kia."


" Memang itu tadi artinya apa?"


" Ya Rayya yakin akan kuliah di sana," jawab Rayya.


" Rayya nanti kangen Kia, lho! Kangen dengar ocehan Kia, kangen dengar suara berisiknya Kia. Pokoknya pasti Rayya akan kangen banyak deh sama Kia."


" Sudah pasti, Kia. Rayya pasti akan kangen berat sama Kia." Rayya langsung merangkul dan memeluk Azkia.


" Gimana nggak mau kangen coba? Kita ini 'kan sudah dekat sejak sama-sama masih dalam kandungan," celetuk Azkia karena dia pernah mendengar cerita Mamanya bahwa dulu Natasha dan Azzahra saat sama-sama mengandung Azkia dan Rayya, mereka itu sering pergi bersenang-senang bersama.


" Iya, Kia. Rayya sebenarnya sedih harus berpisah dengan keluarga di sini." Rayya menitikan air matanya. Sebenarnya dirinya pun merasa berat untuk meninggalkan semua keluarganya yang ada di Indonesia itu.


" Apa kalau Kak Rama menerima perjodohan itu Rayya nggak akan kuliah di luar negeri?" Azkia menyimpulkan jika keputusan Rayya ini akibat sepupunya itu tengah patah hati karena penolakan Ramadhan.


" Rayya mohon jangan bahas masalah itu lagi, Kia! Rayya ingin menatap masa depan Rayya sendiri tanpa bayang-bayang Kak Rama." Rayya nampak keberatan selalu disangkut pautan dengan masalah kegagalan perjodohannya dengan Ramadhan.

__ADS_1


" Ini anak Daddy sama ponakan Uncle sedang apa berpelukan seperti ini?" tanya Gavin yang mendekati Rayya dan Azkia yang terlihat sedang terbawa perasaan karena akan dipisahkan jarak.


" Daddy ...."


" Uncle ...."


Rayya dan Azkia kemudian memberikan Gavin tempat hingga kini pria bertubuh tinggi tegap itu sudah berada di tengah-tengah Rayya dan Azkia kemudian merangkulkan tangannya di kedua pundak gadis remaja itu.


" Uncle, Kia sedih mau pisah sama Rayya." Azkia menyandarkan kepalanya di bahu yang masih terlihat kekar milik Gavin.


" Kia diajak temani Rayya kuliah di sana nggak mau, sih!" Rayya menimpali.


" Apa Kia mau berubah pikiran?" tanya Gavin kemudian. Gavin akan merasa senang jika Azkia bisa menemani Rayya kuliah di Italia.


" Nggak kok, Om. Kia tetap kuliah di sini saja." Azkia menepis dugaan kalau dia berminat kuliah di luar negeri.


" Nanti kalau Kia kangen sama Baby, Uncle ajak Kia mengunjungi Baby di Roma. Uncle juga akan rutin mengunjungi Baby dan Willy tiap bulan nantinya," ucap Gavin.


" Tidak masalah untuk Daddy, Baby. Yang penting Dad bisa sering bertemu dengan Baby." Untuk seorang Gavin Richard mengeluarkan dana untuk bisa mengunjungi putrinya bukanlah suatu masalah. Pundi-pundi kekayaannya tidak perlu diragukan lagi.


" No, Dad. Rayya nggak mau Daddy tiap bulan mengunjungi Rayya. Bukan Rayya nggak suka bertemu Daddy dan Mommy. Dad bisa temui Rayya minimal setengah tahun sekali jangan setiap bulan." Rayya melarang rencana Daddy nya itu.


" Tapi, Baby ...."


" Dad, Rayya akan baik-baik saja, kok. Kita 'kan bisa video call tiap hari kalau Dad kangen." Rayya kini melingkarkan lengannya di pinggang Gavin mengikuti apa yang dilakukan Azkia menyandarkan kepalanya di bahu Gavin.


" Dad merasa waktu berjalan begitu cepat. Kau sudah beranjak dewasa dan Dad akan menjadi semakin tua," lirih Gavin yang merasa sepertinya baru kemarin merayakan kelahiran putrinya itu.


" Rayya doakan Dad selalu sehat agar tetap bisa menemani Rayya, Mommy dan adik-adik," ucap Rayya penuh harap.


" Aamiin ..." Gavin dan Azkia menyahuti.


" Kak Gavin, Kia, Rayya ... ayo barbeque nya sudah matang!" teriak Natasha memanggil Gavin, Rayya dan putrinya untuk segera mendekat. Membuat mereka pun akhirnya menghampiri makanan yang sudah tersaji di atas meja.

__ADS_1


***


Hari ini Gavin mengantar langsung Rayya dan William sampai ke Roma, Italia. Gavin menyewa sebuah apartemen yang akan di huni oleh Rayya dan William selama mereka kuliah di Italia.


" Benvenuta a Roma ..." Rayya mengucapkan selamat datang kepada dirinya sendiri dengan mengangkat kedua tangannya ke atas seraya menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur sementara Gavin masih berbincang dengan William di ruang tamu.


Rayya lalu menelepon Azzahra karena dia menghitung jika saat ini di Jakarta masih masuk waktu sore hari.


" Assalamualaikum, Mom." Rayya nampak senang saat video call nya tersambung dengan Mommy nya.


' Waalaikumsalam, Rayya sudah sampai di Roma?" tanya Azzahra yang terlihat baru selesai sholat.


" Sudah, Mom. Rayya sedang di kamar sekarang." Rayya kemudian mengarahkan kamera ponselnya ke seluruh sudut kamarnya yang bercat putih dengan sebagian desain dinding bata.



" Sepertinya nyaman sekali kamar apartemennya. Apa Rayya suka dengan apartemen yang Daddy pilihkan?" tanya Azzahra.


" Tentu saja Rayya suka, Mom. Daddy pasti selalu memberikan yang terbaik untuk Rayya apalagi Rayya jauh dari Daddy sama Mommy," ucap Rayya. Rayya pun mengirimkan foto ruangan tamu apartemen yang tadi sempat diabadikan dengan kamera ponselnya.



" Syukurlah kalau Rayya suka di sana, Mommy ikut senang. Rayya jaga diri baik-baik, ya. Fokus sama kuliah jangan pikir yang macam-macam dulu. Jangan telat makan, jangan lupa sholat, berdoa agar selalu diberi keselamatan dan selalu dilindungi dari segala macam bahaya." Azzahra menasehati putrinya. Sebagai seorang Ibu, tentu saja tidak akan mudah untuk tinggal berjauhan dengan anak perempuannya, apalagi Rayya adalah anak perempuan satu-satunya dan sejak kecil tak pernah terpisah jauh darinya.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2