
" Model cantik Farah Rose secara mengejutkan memberikan pengakuan jika pertunangannya dengan seorang eksekutif muda Ramadhan Syahrizky telah berakhir. Dalam konferensi pers yang diadakan setelah acara pagelaran acara fashion kemarin, Farah mengatakan jika dia dan Ramadhan sudah memutuskan untuk mengakhiri pertunangannya dengan pria tampan tersebut. Namun Farah tidak mengatakan alasannya kenapa mereka memutuskan untuk berpisah."
" Seperti diketahui sebelumnya jika Farah dan Ramadhan memutuskan untuk bertunangan Minggu lalu. Acara pertunangan mereka yang berjalan cukup meriah itu diadakan di sebuah gedung convention hall. Tentu saja pernyataan Farah tentang nasib pertunangannya yang kandas sontak menyebabkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat khususnya fans Farah sendiri yang menyayangkan keputusan mereka."
" Saya dan Mas Rama sudah berbicara baik-baik untuk masalah ini, dan kami sepakat untuk mengakhiri semuanya. Kami berharap dengan putusnya pertunangan kami tidak langsung memutuskan silaturahmi antara kedua pihak keluarga." Itulah yang dikatakan oleh Farah, namun Farah tetap bergeming tak mau menyapaikan alasannya berpisah."
" Sedangkan di tempat yang berbeda, Ramadhan juga saat dihubungi mengatakan jika Farah memang meminta ijin kepadanya untuk mengadakan konfrensi soal hubungan mereka. Pria yang juga berprofesi sebagai Executive Assistant dari perusahaan property itu juga tidak mengatakan alasan yang membuat mereka mengakhiri pertunangan mereka. Ramadhan hanya mengatakan jika ini adalah jalan yang terbaik untuk mereka berdua."
Rayya menghela nafas yang tiba-tiba terasa sesak. Dia tahu mungkin saat ini Farah merasa terluka dengan gagalnya dia pertunangannya dengan Ramadhan.
Sementara itu di kantor Angkasa Raya ...
Ramadhan terlihat sibuk dengan pekerjaannya saat Dirga memasuki ruang kerjanya.
" Om ..." Ramadhan langsung berdiri saat melihat bosnya itu muncul di ruangannya. " Om sudah datang?" tanya Ramadhan kemudian.
Kepergian Dirga ke Italia memang tidak diketahui oleh Ramadhan juga Ricky. Dirga hanya mengatakan ada hal yang mesti diurus di luar negeri.
" Iya, Om baru saja berjalan-jalan mengunjungi kota Roma," sahut Dirga lalu berjalan menuju sofa dan mendudukkan tubuhnya di sana.
" Om habis dari Roma?" Ramadhan nampak terkejut dengan perkataan Dirga yang mengatakan bosnya itu baru saja pulang dari Roma, Italia.
" Ya, seperti itulah ... Om baru saja membantumu untuk mendapatkan Rayya, sampai harus menyebrang ke luar negeri." Dirga mengatakan alasannya pergi ke Roma..
" Om menemui Luigi? Untuk apa Om bertemu dengan Luigi?" Ramadhan penasaran dengan perkataan Dirga.
" Tentu saja untuk membantumu! Kau ini bo doh sekali, tidak bisa berpikir dengan cepat! Om datang ke sana untuk mempengaruhi Luigi agar membatalkan rencananya untuk bertunangan dengan Rayya." Dirga mengatakan apa yang dia lakukan di ibu kota Italia itu.
Ramadhan sampai terbelalak saat Dirga mengatakan jika dia mencoba mempengaruhi Luigi. Dia sudah membayangkan jika dia akan kembali menjadi korban amukan Gavin jika Daddy dari Rayya tahu apa yang dilakukan oleh Dirga kepada Luigi.
" Om, maaf ... bukan Rama tidak menghargai bantuan Om, tapi apa yang Om lakukan itu sangat berbahaya."
" Berbahaya, maksudmu apa?"
" Om, apa Om tahu? Kemarin Rayya hampir kabur dari rumahnya, karena dia merasa tertekan dengan ancaman Om yang akan melaporkan Om Gavin."
Dirga membelalakkan matanya saat Ramadhan menceritakan tentang rencana kabur Rayya.
" Rayya kabur?"
" Iya, Om. Untung saja saat dia turun dari mobil angkot, Rama melihatnya dan menahan Rayya untuk tidak melanjutkan rencana kaburnya. Rama menghubungi Om Gavin untuk menjemput Rayya, tapi Om Gavin justru menuduh Rama yang membawa kabur dan mempengaruhi Rayya." Ramadhan menceritakan apa yang dilakukan Gavin kepadanya.
" Kau bodoh sekali! Kenapa kau harus menghubungi Gavin? Seharusnya kau sembunyikan Rayya dari Gavin." Dirga justru memberikan nasehat yang licik.
" Rama nggak mungkin berbuat seperti itu, Om. Rama nggak ingin membuat Om Gavin semakin membenci Rama."
" Rama, Rama ... di mana perjuanganmu? Kau ini lelaki atau bukan? Kau sama sekali tidak punya nyali untuk berjuang untuk mendapatkan apa yang kau inginkan." Dirga nampak kesal melihat Ramadhan yang dianggapnya terlalu lemah.
" Apa kau tidak bisa seperti Om mu ini? Atau seperti Papamu? Kau tahu? Kemarin Om bertemu Luigi. Dia pria yang sangat karismatik. Tidak heran jika Gavin setuju menerima dia sebagai calon pendamping Rayya. Dia sama sekali tidak merasa terintimidasi dengan apa yang Om lakukan. Juga teguh pada pendiriannya. Jika Fa belum Tantemu jodohkan dengan Alden, mungkin Om ingin jadikan dia sebagai menantu keluarga Poetra Laksmana. Lagipula Fa juga masih terlalu muda jika harus sama dia. Tapi ... mungkin dia akan cocok untuk Kayla."
Ramadhan langsung menolehkan wajahnya ke arah Dirga saat Dirga menyebut nama Kayla yang disebut cocok untuk Luigi.
" Apa Om berencana ingin menjodohkan Kayla dengan Luigi?" Ramadhan mengeryitkan keningnya. Dia sangat terkejut dengan rencana Dirga yang sepertinya akan menjodohkan Kayla dengan Luigi.
" Tentu saja. Sepupumu itu sampai sekarang masih saja mencari pria yang bisa dijadikan pendamping hidupnya padahal usianya sudah matang." Dirga selalu memantau pergaulan keponakannya itu meskipun dia jauh di Indonesia sedangkan Kayla di Italia.
__ADS_1
" Om rasa pria seperti Luigi akan cocok dengan Kayla. Lagipula mereka sama-sama tinggal di Italia. Tidak sudah untuk mereka bersama," ungkap Dirga.
Ramadhan hanya terdiam, saat ini nama Kayla perlahan mulai terkikis di hatinya. Mungkin dia juga akan setuju dengan rencana Dirga yang akan menyatukan Luigi dengan Kayla, jadi itu bisa membuka jalan untuk dia bisa bersama dengan Rayya.
***
" Ma, apa Rama boleh pinjam ponsel Mama?" tanya Ramadhan saat dia sampai di rumahnya.
Anindita mengeryitkan keningnya saat Ramadhan meminjam ponselnya.
" Memang untuk apa kamu pinjam ponsel Mama, Rama?" tanya Anindita namun dia tetap menyodorkan ponselnya itu kepada Ramadhan.
Ramadhan lalu mengetikan nomer seseorang dan segera menghubunginya.
" Assalamualaikum, Rayya. Ini aku ..." Ramadhan langsung menyapa Rayya saat panggilan teleponnya terhubung dengan nomer Rayya.
" Waalaikumsalam, Kak Rama?" Suara Rayya terdengar indah di telinga Ramadhan hingga membuat dia tersenyum.
" Rayya, apa aku mengganggu?" tanya Ramadhan kembali.
" Oh, tidak kok, Kak. Ada apa Kak Rama menelepon Rayya? Ini nomer Kak Rama yang baru?" tanya Rayya karena Ramadhan tidak meneleponnya sebab Rayya masih memblokir nomer telepon pria itu.
" Ini nomer Mama. Nomer aku masih Rayya blokir, kan?"
" Maaf, Kak. Nanti aku buka blokirnya," sahut Rayya.
Ucapan Rayya yang mengatakan akan membuka blokir nomer teleponnya tentu saja membuat Ramadhan tersenyum.
" Ada apa Kak Rama telepon Rayya?" tanya Rayya kemudian.
" Kapan Kak Rama ingin bertemu?" tanya Rayya.
" Apa aku boleh ke rumahmu malam ini?"
" Jangan, Kak! Jangan di rumah. Bagaimana kalau besok saja kita bertemu. Besok aku berencana akan ke gallery, nanti kita ketemu di sana. Nanti aku share alamatnya ke Kak Rama."
" Oke, nggak apa-apa."
" Ya sudah nanti aku kirim alamatnya."
" Rayya, apa kamu baik-baik saja sekarang ini?" tanya Ramadhan kemudian, dia memang belum sempat menanyakan bagaimana keadaan Rayya setelah dibawa pulang oleh Gavin dari apartemennya.
" Aku baik-baik saja, Kak."
" Syukurlah, aku sangat khawatir jika kemarin kamu mendapat masalah."
" Aku nggak apa-apa kok, Kak."
Entah mengapa Ramadhan merasa sambutan Rayya kali ini terasa berbeda. Tapi hal itu justru membuat hatinya senang.
" Ya sudah kalau begitu, aku tutup teleponnya. Kita bertemu besok siang. Assalamualaikum ...."
" Waalaikumsalam ...."
Setelah menyelesaikan obrolan dengan Rayya, Ramadhan pun kemudian menyerahkan kembali ponsel Anindita.
__ADS_1
" Ada apa ini, Rama? Apa ada yang Mama lewatkan belakangan ini?" tanya Anindita seraya mengeryitkan keningnya.
" Mama doakan saja semoga ini jalan untuk Rama bisa bersama Rayya." Ramadhan lalu mengecup kening Anindita kemudian dia beranjak naik ke dalam rumahnya.
***
Rayya berlari menuruni anak tangga karena siang ini berjanji akan bertemu dengan Ramadhan.
" Mom, Mommy ...!" Rayya memanggil Azzahra yang sedang berada di teras belakang rumahnya.
" Ada apa, Rayya? Kenapa teriak-teriak?" Azzahra lalu masuk ke dalam rumahnya saat mendengar suara Rayya memanggilnya.
" Mom, Rayya mau ke gallery dulu, ya." Rayya lalu menghampiri Azzahra seraya mencium punggung tangan Mommy nya.
" Kamu kok kelihatannya bersemangat sekali ingin ke gallery?" Azzahra memperhatikan Rayya yang siang ini terlihat cantik dengan aura yang terpancar sangat bahagia.
" Rayya mau bertemu dengan Kak Rama, Mom." Rayya memang tidak bisa menutupi perasaan bahagianya karena dia ingin bertemu dengan Ramadhan.
" Rayya ingin bertemu Rama? Benarkah?" Azzahra nampak terkejut dengan rencana putrinya yang akan bertemu dengan Ramadhan.
" Iya, Mom."
" Pantas wajahnya terlihat berbunga-bunga," ledek Azzahra menggoda putrinya.
" Mommy, iihhh ..." wajah Rayya seketika bersemu saat digoda oleh Mommy nya itu. " Rayya pergi dulu ya, Mom. Assalamualaikum ..." Rayya segera berpamitan kepada Mommy nya.
" Waalaikumsalam, salam untuk Rama, ya!" sahut Azzahra.
" Iya, Mom." Rayya kemudian berjalan ke luar rumahnya dan berjalan menuju mobil yang akan dikendarai Pak Rudy. Namun langkahnya melambat saat dia melihat Azkia yang turun dari mobil bersama seorang laki-laki yang sudah pasti dia kenal. Dan dia itu pun terlihat terkesiap saat melihat keberadaan Rayya.
" Rayya ..." Pria yang tak lain adalah Raffasya nampak tertegun menatap Rayya.
" Kak Raffa ..." Rayya pun membalas sapaan Raffasya.
" Rayya mau ke mana?" tanya Raffasya kemudian.
" Hmmm, Rayya ada janji bertemu dengan seseorang, Kak." sahut Rayya lalu menoleh ke arah Azkia, yang langsung memalingkan wajahnya kemudian menoleh ke arah Raffasya, namun tak lama Azkia nampak berlari masuk ke dalam rumahnya.
" Kia, hati-hati! Jangan lari-lari!" Rayya yang melihat Azkia berlari langsung menegur sepupunya.
" Almayra!" Raffasya yang baru menyadari Azkia yang berlari segera menyusul Azkia dan meninggalkan Rayya.
Rayya kemudian menuju mobilnya dan yang langsung menuju gallery nya bersama Pak Rudy.
*
*
*
Bersambung ...
Yang belum mampir di MARRY YOU, MY ENEMY, Silahkan mampir, di sana kisahnya ga kalah seru dari kisahnya Rayya.
__ADS_1
Happy Reading❤️